Sukses

Fashion

Gaya Glamor Tahun 80-an Masih Jadi Primadona Tren Tahun Depan

Jakarta Pagelaran Paris Fashion Week baru saja usai. Ditutup oleh fashion show Miu Miu. Sebelumnya, Louis Vuitton menampilkan koleksi yang begitu megah. Demikian pula dengan Chanel yang mengubah venue menjadi sebuah airport nan stylish. 

Di balik kemeriahan pekan mode di kota tersebut, terselubung tren-tren fashion yang perlu diperhatikan oleh para fashionista. Pasalnya, dari kota inilah banyak rumah mode besar bermarkas. Rumah mode tersebut pula yang seringkali dijadikan panutan tren.

Lanvin & Louis Vuitton

Tak begitu banyak berubah dari musim sebelumnya. Musim panas tahun depan, kota Paris masih menyuguhkan tren khas era 80-an. Jika ditelusuri, di dekade tersebut tren fashion seperti menggelorakan nafasnya. Warna-warna terang bermunculan mengalahkan warna-warna sendu. Perempuan di era 80-an tidak takut bermain tabrak warna. Merah dengan kuning, kuning dengan hijau atau biru dengan pink, lumrah saja.

Chloe & Kenzo

Permainan material juga cukup ekstrim. Sequins on sequins bukan hal yang tabu. Memakai kulit dari ujung kepala hingga kaki tak jadi masalah. Ingat gaya Madonna kala itu? Mungkin dua musim ini menjadi selebrasi untuk menyambut kembali datangnya gaya Queen of Pop tersebut dan era disko.

Chanel & Christian Dior

Ada dua tipe perempuan yang tidak takut mencoba tren ini. Pertama adalah perempuan penyuka gaya feminin tapi tidak alergi terhadap permainan spektrum warna. Kedua adalah perempuan quirky yang tahu betul bahwa baju dengan komposisi lebar dapat membuatnya terlihat berbeda dengan perempuan manapun.

Miu Miu & Celine

Miu Miu dan Kenzo termasuk dalam tipe perempuan pertama, sedangkan Chanel dan Christian Dior berada di dalam kategori kedua. Sekarang pertanyaannya, di kategori yang manakah kamu, Fimelova? Masih takut bermain warna dan pola? Musim depan bukan saatnya untuk tampil biasa-biasa.

Foto: vogue.com

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading