SIAPA TAKUT?

SIAPA TAKUT?

By   -   27 April 2011

Takut. Cuma satu kata kecil, tapi besar artinya. Simak cerita berikut dan kalahkan rasa takut!

Memang, dulu saya jagoan. Apa-apa berani. Sekarang? Tidaaakkkk! No way. Takut! Tapi, nggak tahu kenapa, ‘nasihat’ Rafa itu, ternyata nancep banget di kepala.

no fear

Takut. Cuma satu kata kecil, tapi besar artinya. Anak umur 7 tahun aja bisa punya cara bijak gimana cara meng-handle rasa takutnya. Kenapa selama ini saya nggak kepikiran sampai ke situ, ya?

Dalam hidup, kadang kita dihadapkan pada banyak pilihan dan kesempatan. Dan semua tergantung pada kita, apa kesempatan atau pilihan yang ada itu mau diambil atau tidak? Sekarang ini, setiap mau ambil keputusan, yang dipikirin malah; Kalau gagal, gimana? Kalau nyesel, gimana? Rugi nggak, ya? Selalu takut sama risiko-risiko yang sebetulnya belum tentu kejadian. Beda banget waktu zaman muda-mudi dulu. Apa juga disikat, nggak mikir ini ononya.

Soal takut buat keputusan ini juga terjadi ketika saya dihadapkan pada satu tawaran yang sebetulnya sangat saya sukai. Siaran di radio. Mudah-mudahan masih pada inget, ya, saya dulu sempat bertahun-tahun jadi penyiar di radio, tapi sudah berhenti sejak lama. Sebetulnya dalam hati kecil, mau banget bisa siaran lagi. Eh, tau-tau tawaran itu ada di depan mata. Dan gilanya, dipasangkan dengan partner yang sama dengan waktu siaran 12 tahun lalu. Apa saya senang? Tentu tidak. Takut, yang ada...

Takut nggak se-asyik dulu, takut kepikiran karena harus ninggalin anak-anak setiap pagi, takut capek, segala macam takut, pokoknya. Padahal sebetulnya kesempatan ini adalah yang saya inginkan selama ini. Gilirannya muncul, kok malah takut?

Akhirnya, gara-gara komentar Rafa yang jitu, pikir punya pikir, mau sampai kapan saya harus kalah karena rasa takut? Yang ada malah nggak maju maju. Padahal kesempatan biasanya nggak datang dua kali, bukan? Mungkin sebetulnya kita tinggal berpikir, gimana cara antisipasinya supaya kita bisa berdamai dengan rasa takut itu. As long as we love what we're doing, dan sadar diri kalau kondisi dan situasi nggak selalu bisa sesuai dengan yang kita mau, saya yakin hati bisa jadi tenang. Karena apa-apa yang kita takutkan sebenarnya belum tentu terjadi, dan malah jadi menghambat kita untuk maju.

Seorang kenalan baru bercerita, kalau dulu pernah dihadapkan dengan pilihan. Bertahun-tahun menikah, tapi nggak dikaruniai anak. Pernah mencoba untuk bayi tabung, tapi gagal/keguguran. Akhirnya dianjurkan untuk istirahat total, baru mencoba bayi tabung lagi. Karir si teman padahal lagi bagus-bagusnya dan dia sangat mencintai pekerjaannya. Setelah berpikir lama, terutama keinginan untuk punya anak sangat besar, akhirnya dia merelakan karirnya dan konsentrasi berjuang untuk mendapatkan anak. Awalnya  teman saya itu takut untuk kehilangan pamornya yg sedang cemerlang. Takut pula untuk mencoba cara lain untuk mendapatkan anak. Singkatnya sang teman berhasil mengusir rasa takutnya. Ia tinggalkan dunia kariernya, dan ia rela ambil semua resiko untuk berjuang mendapatkan anak. Dan akhirnya, dengan segala keberanian dan pengorbanan, seorang putri kecil, sekarang berusia 3 tahun, melengkapi hidupnya.

Manusia memang nggak bisa memiliki segalanya. Untuk mendapatkan sesuatu, pasti ada jalan yang harus kita lalui, ada cara yang harus kita jalani dan ada hal yang harus kita korbankan. Sebagai perempuan, kebutuhan untuk bisa multitasking sangat penting. Karena banyak yang harus kita pikirkan dan perhatikan sekaligus. Jangan sampai ada yang terlewatkan atau luput dari perhatian kita.

Hidup itu penuh dengan pilihan. Yang bisa kita lakukan adalah menjalani pilihan kita dengan sepenuh hati, tanpa rasa takut yg berlebihan. Jadi, sah sah saja punya rasa takut, sambil tentu saja tetap mempertimbangkan segala resiko. Karena kalau kita nggak pernah keluar dari comfort zone dan nggak berusaha mengalahkan rasa takut kita, kapan majunya?

Nah, sekarang, ayo, siap untuk melangkah lebih maju? Berani lawan takut? SIAPA TAKUT! Cheers …J