
Percaya tidak kalau menurut saya rias wajah, perawatan ataupun operasi bukan kunci kecantikan? Bagi saya, beauty is about attitude!
1. Magic Words
Ngga peduli dandanan branded dari ujung rambut sampai ujung kaki, tiga kata ajaib jadi penentu "harga" seseorang buat saya. Tanpa "terima kasih", "tolong" dan "permisi", kunciran paten dan stiletto heels jadi tak berarti. Say it at the most unexpected times to the most unexpecting people. Misalnya pada petugas pembersih toilet di mall-mall yang Anda kunjungi. Atau pada penumpang lift kantor yang bersabar menahan lift dan menunggu Anda masuk. Kata-kata tersebut tidak hanya ajaib, tetapi juga powerfull. Buat saya tiga kata itu social currency, penentu apakah sesorang patut dihargai atau tidak. Say it dan nikmati senyuman efek dari kata-kata ajaib tersebut.
2. Ya Udahlah..
Tidak mungkin untuk membuat semua orang senang. Jadi apabila ada kritikan ataupun keluhan, saya menerimanya sebagai sesuatu yang wajar. Ngga mungkin sedunia bisa setuju dengan saya ataupun berpikir saya benar. Jadi kritikan justru menjadi sebuah masukan. Saya tanggapi dengan ketertarikan. Apa yang bisa saya lakukan, apa yang bisa saya perbaiki? Kalau misalnya lawan bicara tidak bisa diyakinkan, saya sih ya udahlah, berbesar hati, humble dan merelakan saja.
3. Giving What I Want
Untuk mendapatkan apa yang saya inginkan, saya memulai dengan memberikan apa yang saya inginkan. Bersikap positif pada orang lain, nantinya akan berakibat positif pada diri kita sendiri. Tapi tentunya sikapnice yang sincere ya, kalo cuma basa basi ya akan balik dapatnya basa basi juga. Kalau ada yang membalas dengan negatif, saya melihatnya sebagai kerugian buat mereka. Jadi orang nice bukan berarti jadi people pleaser ya...
4. Party Time
Sikap tubuh esensial untuk menampilkan kecantikan personal. Ketika di pesta, sering tuh kelihatan perempuan-perempuan cantik pake gaun glamor bingung antara bawa piring, pegangin rok, dan salaman. Tips dari saya, kalau bawa clutch dikepit di lengan kiri, tangan kiri bawa piring atau gelas. Jadi tangan kanan bebas bersalaman dan menyapa. Kuncinya tenang dan cari solusi, ketika panik malah ngga bisa mikir dan pastinya ngga jadi kelihatan cantik.
5. Me First
Untuk soal kecantikan, I am my number one client! Kunjungan ke salon ataupun spa, itu jadi treat untuk saya. Untuk menyenangkan diri sendiri. Jadi saya harus betul-betul menikmati proses dan tentu hasilnya. Saya ngga operasi plastik untuk kesenangan suami apalagi orang lain. Saya melakukannya untuk kepuasan, kebahagiaan dan kecantikan diri saya sendiri, it's my 'ego' project. Well, we deserve it, right?
Comments
Login or Register to write a comment on this article
terkait poin nomor 5 dr Mbak Becky, aku sangat setuju. Aku suka bingung, kalo penampilan kita yg cantik kerap dihubung2kan dengan selera laki-laki. bagiku, perempuan berhak tampil istimewa untuk dirinya sendiri. baca opiniku di sini http://kenandari.blogspot.com/2011/06/kau-sudah-cantik-dan-kau-berhak-ja... mari berbagi dan cerdaskan perempuan!
hi Becky, setuju banget dengan tulisan2 kamu...dua jempol deh buat kamu.. he he
GBU
terima kasih Evelyn sudah berbagi cerita, dan terima kasih untuk yang lain atas komentarnya, jangan lupa yah ikuti terus artikel-artikel saya lainnya.....
setuju banget dengan semua artikel ini...
not only outside but have to beautiful inside...
ga akan ada gunanya kalo punya rambut bagus dengan warna oke dan blow dari salon beserta barang branded dari ujung rambut sampe ujung kaki kalo behaviour-nya jauh dari cantik...
this article makes me learn so much...
dan artikel ini bagus untuk jadi panutan...
ditunggu tips - tips berikutnya mba becky...
i was very grateful can read fimela.com :)
salut banget ama pramuniaga tb gramedia karawaci...
dengan perlakuannya akan memberikan opportunity dan profit untuk gramedia... gramedia should thank you for him :)
ka becky pintar deh, aku suka baca artikel kaka ini. berguna sekali buatku. dari no 1 sampe no 5 bagus diterapin sehari hari, iya cantik itu dari innernya. be your self and do the best, always happy.
@Evelyn, nice story.
salut banget buat "mas" pramuniaga di TB Gramedia Karawaci.
Jadi pingin ke sana juga...krn best service dari pramuniaganya.
OMG, testimoni Evelyne bikin sy menitikkan air mata.
As to Bu Beck, bener bgt, sy jg SELALU say thanks ke mbak2 penjaga toilet dan sm org yg mau nahan lift utk kt.
They deserve it.
yeah, cantik tidak harus ditampilkan dari luar tapi lebih ke hati dan sikap
Saya jadi teringat waktu sedang belanja buku di TB.Gramedia Karawaci. Waktu itu saya lagi cari buku "The Devil Wears Prada" terj. Indonesia. Herannya, dimana pun saya cari, buku itu kayak ilang entah kemana gitu.
Setelah muter2, saya langsung tanya aja ke pramuniaga toko (yang sepertinya masih trainee), "Permisi Mas. Bisa tolong bantu saya? Kok buku "The Devil Wears Prada" uda saya cari dimana-mana ga ada ya?"
"Ooo gitu ya mbak. Setau saya sih harusnya masih ada. Tunggu bentar ya mbak. Saya carikan sekarang." Saya mengangguk lalu menunggu.
10 menit kemudian, pramuniaga tersebut menghampiri saya sambil ngos-ngos an lalu berkata, "Maaf menunggu lama mbak. Saya cuma berhasil ketemu 1 copy buku ini, karena ternyata tadi pagi buku ini uda di retur ke kantor pusat. Disisakan hanya 1 copy ini saja."
Saya melihat buku yang sudah tidak tersampul dan kelihatan berdebu itu. Tapi yang membuat saya terdiam, jari-jari mas trainee itu yang kotor (ketika menyerahkan ke saya), lalu lengan kemeja putihnya sedikit bebercak hitam. Wajahnya juga berkeringat. WOW... Dia benar-benar mencarinya... Kelihatannya sampe searching ke seluruh penjuru tempat lemari buku. Saya merasa tersanjung juga menghargai sikapnya.
Tanpa berpikir panjang, saya langsung mengambilnya dan berkata, "Mas, terima kasih banyak ya atas pertolongannya."
"Maaf ya mbak kalo sedikit berdebu dan tidak tersampul lagi. Saya kasih discount aja deh mbak, 10% dari bagian saya." ucapnya sopan, meminta maaf. Tersontak saya kaget dan berkata, "Hah... Gak perlu begitu. Tidak apa kok mas.. Saya justru berterima kasih karena telah dibantu banget. Sudah ya. Tidak apa... Saya bayar dulu." Dengan masih tersenyum, saya buru2 berlalu ke kasir (karena mulai merasa tidak enak diperlakukan sebagai "Raja"). Sebelum membayar saya sempat berkata, "Mbak, lihat mas itu... (saya menunjuk mas trainee itu). Perbuatannya pasti akan membuat saya kembali lagi. The best service ever..."
Hi Becky, just like Khalil Gibran said : "Beauty is not in the face; beauty is a light in the heart"
Hai Becky, aku setuju banget dengan tulisan kamu.
Positive attitude memang long lasting beauty...