Fimelista - Meet The Ambassador

Becky Tumewu
Becky Tumewu
Berawal dari karier sebagai penyiar, Becky selain berprofesi sebagai presenter dan bintang iklan, juga founder dan pengajar TALK-inc, yang didirikannya bersama Erwin Parengkuan dan Alexander Sriewijono. Istri dari Johannes Dermawan dan ibu dari Tara (10) dan Kayla (7) ini mengaku memang sangat ingin menjadi penulis. Minatnya kuat pada topik kecantikan, dan menurutnya, "Beauty, adalah sebuah sikap. An attitude..."

The Latest Tweets

The Latest Comments

5 weeks 16 hours ago
23 weeks 2 days ago
23 weeks 2 days ago
26 weeks 11 hours ago
43 weeks 2 days ago
46 weeks 3 days ago

On Mother's Day...

1 By BECKY TUMEWU Posted on 21 December 2011

Hari Ibu, bukan cuma untuk Ibu!

Kemarin, tanggal 19 Desember 2011, putri saya yang bernama Tara (berusia 11 tahun), mengirimkan gambar bertuliskan "Dear Mom, know that from the second I saw you, you became special". Untuk sesaat saya terhenyak, today is not even a Mother's Day... Hari Ibu di Indonesia masih tiga hari lagi, tepatnya tanggal 22 Desember. Hmmm... What a nice and soothing surprise... Apalagi selama dua hari kemarin sampai dua hari kedepan saya tidak bersama anak-anak, karena padatnya jadwal kerja, setiap hari saya berada di kota yang berbeda, Jogjakarta, Bandung dan saat ini saya sedang berada dalam penerbangan ke Makassar. Tadi pagi saya hanya berkesempatan mengecup kening mereka saat mereka masih tidur lelap.

Kebahagiaan dan suka cita saya selama ini sebagai seorang ibu merupakan pelipur lara dan penghiburan di saat hati sedang gundah, dan merupakan kebanggaan serta lambang pencapaian prestasi pribadi di saat saya sedang sumringah...

Saya adalah seorang IBU!

Peran yang begitu dibanggakan dan didambakan oleh kebanyakan perempuan... Apalagi yang sudah beranjak dewasa dan kemudian menikah.

Namun kemudian saya berpikir, bagaimana dengan perempuan-perempuan yang dalam hidupnya tidak berkesempatan untuk menjadi seorang Ibu, tidak melahirkan, tidak punya anak! Apakah kemudian nilai ke-perempuan-an mereka jadi berkurang?

Kemudian, saya melihat ke sekeliling saya... Yang terdekat dengan saya adalah kakak saya, Tante Riet, demikian anak-anak saya memanggilnya. She's single again (pernah menikah) and very happy ,seperti lirik lagu Oppie Andaresta ;D

Anak-anak saya, serta keponakan saya yang lain begitu tergila-gila pada Tantenya yang satu ini. Sebagai seorang pramugari senior di maskapai penerbangan Cathay Pacific, tante Riet tinggal di Hongkong sudah lebih dari 25 tahun. Dan anak-anak saya selalu merindukan kehadirannya di rumah kami. Perhatiannya pada anak-anak saya sungguh luar biasa, bahkan tante Riet ini yang memperhatikan kalau anak saya Tara memiliki masalah dengan tulang kakinya sehingga harus dibawa konsultasi ke chiropractor... Singkatnya, apa yang tidak terperhatikan oleh saya sebagai ibu, tak akan luput dari perhatian Tante Riet.

Satu lagi Tante Favorit di keluarga kami! Namanya: Tante Ade. Dia adalah sepupu saya. Sebetulnya Tante Ade ini sudah menikah dan sedang berusaha untuk mendapatkan momongan, namun sepertinya Tuhan masih ingin Tante Ade lebih banyak menghabiskan waktu dengan keponakan-keponakannya yang begitu mencintai dia...
Setiap liburan keluarga anak-anak saya memiliki 'request' tersendiri... "Ajak Tante Ade dong mama...." Bila saya sibuk dan anak-anak harus didampingi beraktifitas, biasanya Ade akan dengan senang hati menemani anak-anak, dan Tara-Kayla pasti sangat gembira. They know they're gonna have so much fun with this particular Tante.

Satu lagi tante yang bahkan tidak ada hubungan keluarga dengan kami. Dia adalah sahabat saya, dan suaminya adalah sahabat suami saya. Mereka tinggal di Singapura. Anak-anak saya memanggilnya Auntie Sheela, tidak jauh berbeda dari Tante Riet dan Tante Ade, Auntie Sheela adalah seorang tante yg dicintai dan menjadi andalan anak-anak saya. Dan saya ingat Auntie Sheela pernah mengatakan, "I believe there are some people, women, like myself, who's always meant to be an Aunt , never a Mother, and I don't mind. Still, I'm very happy."

Hmmm, saya berpikir lagi... Tidak pernah ada 'Hari Tante'! Apakah itu versi dunia, versi Indonesia, atau versi manapun... Padahal bukan hanya proses fisik melahirkan saja yang membuat seorang perempuan menjadi Ibu. Setiap perempuan yang punya kasih, kesabaran, perhatian, kepedulian terhadap anak-anak yang bahkan bukan anak mereka, perempuan-perempuan ini punya kualitas seorang Ibu...

Today I'd like to share my stage and spotlight... Saya ingin berbagi panggung, berbagi lampu sorot yang biasa terarah kepada saya sebagai seorang Ibu dengan perempuan-perempuan luar biasa, yang disayangi oleh anak-anak, dan biasa di panggil 'Tante'...

Happy Mother's Day! Selamat Hari Ibu, wahai perempuan-perempuan penuh kasih. Keberadaan kalian bahkan punya arti istimewa tersendiri. Mulai tahun ini Hari Ibu jadi hari kalian juga...

I would like to dedicate this article to Riet Tumewu, Ade Angelovska, Sheela Shankar, Monique Patricia, Okky Munir, and all beautiful Aunties out there... You're always special, each moment there will always be at least one little child looking up to you and adoring you so much.

The last but not least, to my best friend Dave Hendrik, he's not a mother for sure :) But, I know he's acting as both mother and father to his little sister, and he's a dedicated both uncle and auntie to his beloved niece: Emma.

Once again: Happy Mother's Day!!!!

You Might Also Want To Read

Twitter Reaction

Comments

Login or Register to write a comment on this article

1 comments
jaanp jannp
Thursday, 12 April 2012 14:44

This article begins with the Mother's Day celebrations in United Kingdom, the country where Mothers Day originated mazapoint.