LIFESTYLE & RELATIONSHIP

Kasus Pemerkosaan di Angkot, Salah Siapa?

By Syarahsmanda Sugiartoputri   -   21 Desember 2011

Miris, setelah kejadian pemerkosaan di angkot yang terjadi di daerah Cilandak, kini kasus serupa kembali terjadi. Maraknya kasus pemerkosaan di kendaraan umum yang terjadi berdekatan tentu mengundang reaksi berbagai pihak. Siapa yang harus bertanggung jawab di balik semua peristiwa ini?

Rasanya belum lama kasus pemerkosaan dan pembunuhan seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta terjadi, peristiwa pemerkosaan di dalam angkot kembali terulang dan menimpa seorang karyawati di daerah Cilandak. Belum selesai polisi mengusut kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang menimpa seorang mahasiswa, polisi harus segera menyelesaikan PR tambahan atas peristiwa pemerkosaan yang terjadi di Cilandak. Yang juga mengenaskan, kali ini korban digilir oleh 4 orang secara berturut-turut.

Fasilitas dan kondisi kendaraan umum tidak memberikan jaminan keselamatan pada penumpangNamun pada peristiwa ini, Kepolisian Negara Republik Indonesia seolah mendapat tamparan yang keras dan dipermalukan di depan umum. Bagaimana tidak, pelaku pemerkosaan di angkot daerah Cilandak berhasil ditangkap sendiri oleh si korban. Setelah mendapat musibah tersebut, korban yang tinggal di daerah Pondok Gede ini kembali menyusuri jalan yang ia lalu saat peristiwa terjadi dengan tekad untuk menangkap si pelaku. Dan korban pun berhasil menangkap salah seorang pelaku di tengah kemacetan lampu merah di Cilandak. Pelaku yang telah ditangkap akan dijerat pasal 285 KUHP tentang tindak kekerasan dan pencabulan terhadap perempuan dengan hukuman diatas lima tahun.

Usai peristiwa pemerkosaan yang menimpa seorang mahasiswa dan karyawati yang terjadi dalam waktu berdekatan, pemerintah dan polisi langsung turun membenahi angkutan umum kota. Saat ini, semua angkot dilarang untuk menutupi kendaraan mereka dengan kaca film. Selain itu, para pengemudi angkot pun harus memiliki tanda pengenal khusus yang dikeluarkan oleh perusahaan pengelola angkot.

Namun penertiban yang dilakukan oleh polisi dan pemerintah seolah tidak memberikan efek jera pada pelaku dan juga tidak memberikan keamanan kepada para pengguna angkot, kejadian pemerkosaan di angkot kembali terjadi. Musibah pemerkosaan dalam angkot menimpa seorang pengasuh bayi dan kini kasus pemerkosaan terbaru menimpa seorang pedagang sayur di daerah Depok.

What do you think?

Write Your Comment

Articles you might be interested in

You don't want to Miss