NEWS & ENTERTAINMENT

Kasus Pipik Ustadz Uje: Dianggap "Mantan Istri" setelah Suami Meninggal

By Yemima Lintang Khastiti   -   27 September 2013

Heboh kasus Pipik Ustadz Uje, istri almarhum Ustadz Jefri Al Buchori (Uje)—dengan pihak keluarga Uje kembali mencuat. Bermula dari pro-kontra pemugaran makam Uje menjadi makam megah nan tinggi berhiaskan batu marmer hitam, kini satu statement Ustadz Aswan—kakak kandung Uje—soal status Pipik sebagai mantan istri almarhum, membuat banyak pihak meradang. 

Makam Uje memang berubah total, dari yang semula gundukan tanah berumput hijau, kini menjadi makam mewah yang pemugarannya dilakukan atas persetujuan Umi Tatu, ibunda Uje. Ini kemudian berkembang menjadi kasus bagi Pipik, istri almarhum Ustadz Uje, yang merasa dilangkahi karena sama sekali tak diberitahu soal pemugaran itu, terlebih dia pun yakin Uje tak suka dengan makam semewah itu.

Ustadz Aswan, kemudian muncul untuk menanggapi berita yang menurutnya berlebihan. Dia pun menyesalkan sikap Pipik yang dianggapnya terlalu vokal menolak pemugaran di hadapan media. Dalam sebuah wawancara, Ustadz Aswan kemudian melayangkan pembelaan. Dengan dasar Kitab Fiqih, Ustadz Aswan menjelaskan posisi Pipik yang sebenarnya tak berhak kecewa atas keputusan keluarga besar Uje tersebut, karena saat ini Pipik “hanya” berstatus sebagai mantan istri.

Ungkap Ustadz Aswan, “Silakan buka lagi Fiqih, di situ dijelaskan bahwa apabila sepasang suami-istri meninggal salah satunya, maka waktu kurun iddah adalah proses perceraian. Setelah masa iddah, orang tersebut boleh menikah dengan siapa pun, dan telah terputus haknya. Istilahnya sudah jadi mantan. Jadi ketika suami meninggal dunia, istri menjadi mantan.”

Alih-alih persoalan keluarga tersebut mereda, pernyataan Ustadz Aswan malah menjadi bumerang. Pipik sendiri tak banyak berkomentar. Dengan tenang, perempuan yang pernah menjadi model Cover Girl 1995 ini menanggapinya dengan senyuman. “Saya hanya ingin jawab Alhamdulillah. Biarkan Allah saja yang tahu bagaimana diri saya,” jelasnya Kamis (20/09) lalu.

Lain Pipik, lain pula masyarakat. Berkaca dari kasus Pipik, istilah “mantan” untuk menyebut para istri yang suaminya meninggal dinilai tidak tepat. Pengurus Pondok Pesantren Al-Hamidy Pamekasan, Ustadz Imam Hanafi, salah satunya. “Pernyataan Kakak Uje itu kurang etis. Pipik masih dalam masa berkabung. Lagi pula, status ‘mantan’ itu kalau perceraian terjadi atau Pipik menikah lagi,” ungkap Ustadz Imam. Karena tak ada perceraian, tak ada pula istilah mantan. Ustadz Imam pun mendasari pernyataannya dengan satu hadits yang menyebutkan seorang perempuan yang ditinggal mati suami kemudian menikah lagi, maka dia baru menjadi istri bagi suami yang terakhir, dan mantan bagi suami yang telah meninggal.

What do you think?

Write Your Comment

Articles you might be interested in

You don't want to Miss

Yang terkaya di kategori selebriti di bawah usia 30.
Dengan S Pen di Samsung Galaxy Note 4, menulis dan bikin catatan kecil juga lebih mudah dan praktis.