Lifestyle & Relationship

Hubungan Berbeda Agama, Dapatkah Berakhir Bahagia?

By Nastassya Saputra   -   24 November 2011

Pernahkah kamu atau seorang teman merasa jatuh cinta pada seseorang, walaupun kepercayaan kalian berbeda? Begitu banyak pertanyaan yang diterima oleh redaksi FIMELA.com mengenai hubungan yang terhalang oleh perbedaan agama sehingga kami mengajak para Fimelova untuk berbagi pendapat dan pengalaman mengenai hal tersebut.

questionnaire

Menurut hasil data yang kami rangkum dari jawaban Quiz: “Bagaimana menghadapi masalah dalam hubungan?”, puluhan responden menyatakan bahwa sumber permasalahan terbesar dalam hubungan mereka dengan pasangan disebabkan oleh masalah perbedaan agama. Walaupun mereka mengakui bahwa perbedaan agama merupakan perbedaan mendasar yang umumnya melibatkan pertentangan dari keluarga, 40% tetap berusaha untuk mempertahankan hubungan dengan alasan karena cinta dan kecocokan. 60% responden lainnya sempat mengusahakan namun akhirnya memutuskan untuk berpisah karena tidak dapat menemukan solusi untuk perbedaan agama mereka.

Berbeda dengan perbedaan lain seperti perbedaan karakter yang bisa berlanjut sampai ke pernikahan, perbedaan agama merupakan perbedaan mendasar yang amat sulit untuk dilanjutkan sampai ke jenjang pernikahan. Selain sisi keluarga yang umumnya sangat menentang, pernikahan berbeda agama tidaklah diakui oleh negara sehingga pasangan yang mau mempertahankan kepercayaan masing-masing harus melakukan pernikahan ke luar negeri.

irfan

Sebut saja pasangan Irfan Bachdim dan Jennifer Kurniawan yang melangsungkan pernikahan mereka di Jerman pada bulan Juli kemarin. Hubungan mereka pun awalnya sempat menemui kesulitan karena ditentang oleh keluarga perihal perbedaan agama. 

Untuk kasus yang lebih ekstrim, sebut saja pasangan Amara dan Frans Mohede yang dulunya merupakan personil band Lingua. Pasangan yang terlihat serasi ini melakukan pernikahan di Hong Kong demi mempertahankan kepercayaan masing-masing. Walaupun pernikahan mereka telah dilangsungkan pada tahun 1999, sampai sekarang ibunda Amara tetap tidak mengakui bahwa Frans telah secara sah menikahi Amara.

Meskipun hubungan pernikahan Amara dan Frans tetap berlanjut dan memiliki tiga orang buah hati, apa yang mereka lalui tidaklah mudah dan sungguh memilukan hati. Masalah pertentangan keras dari keluarga seperti inilah yang banyak membuat pasangan berbeda kepercayaan untuk memutuskan hubungan mereka sebelum sampai ke pelaminan. Para pasangan pun bisa merasakan kalau hubungan akan cenderung menjadi tidak sehat karena terus mendapatkan tentangan dari keluarga dan lingkungan yang tidak mendukung.

Selain itu, walaupun tetap bersikeras mau menikah karena merasa bisa saling menghargai kepercayaan masing-masing, kalian harus memikirkan tentang kepercayaan anak. Bagaimanakah kalian ingin membesarkan anak? Ajaran kepercayaan seperti apa yang akan diturunkan? Jangan sampai hal ini memicu perpecahan di keluarga kalian nantinya.

 

What do you think?

Write Your Comment

Articles you might be interested in

You don't want to Miss

Your next step after this? Planning your trip to these beautiful Bali resorts, of course!
Investigasi kecil mengungkap fakta tentang pengemis ibukota. Wajib baca!
Mereka yang selalu memberikan komentar negatif.