News & Entertainment

Keluh Kesah 3 Atlet: Yayuk Basuki, Alexandra Asmasoebrata & Pia Zebadiah

By Iera Sipahutar   -   24 July 2012

Yayuk Basuki dari cabang olahraga tenis, Alexandra Asmasoebrata dari bidang Formula 1, dan Pia Zebadiah dari bulu tangkis, hari itu berkumpul bukan untuk bertanding. Didandani dan bergaya layaknya foto model, membuat terlihat berbeda dari penampilan biasanya. Walau begitu, perbincangan yang berlangsung di antara kami tetaplah seputar dunia olahraga. Fotografi: Windy Sucipto, Fashion Stylist: Media Friesna, Makeup & Hair Do: Lie Se (Riana Brides)

Yayuk Basuki

Menjadi atlet, inilah realitanya

Alexandra: Olahraga balap tergolong sebagai olahraga individu dan nggak punya naungan yang mengayomi seperti cabang olahraga bulu tangkis atau tenis. Ketika saya berangkat balapan di luar negeri, semua harus saya siapkan sendiri, mulai dari mencari sponsor, masalah teknis mobil, sampaimengundang media meliput. Belum lagi kalau saya sudah menang, olahraga yang sering dianggap mewah ini sebenarnya nggak menyediakan hadiah fantastis berupa uang seperti olahraga lainnya, apalagi bonus. Lalu, kenapa saya terus melakukannya? Karena saya sudah cinta dengan dunianya dan memang tulus membawa nama Indonesia ke kancah luar negeri.

Pia: Menjadi atlet itu harus tangguh, apalagi di Indonesia. Bukan bermaksud menjelekkan negara saya sendiri, tapi ketika saya cedera lutut dan harus dirawat secara serius, saya nggak mendapat perhatian yang semestinya. Ketika menghadapi masalah di tubuh organisasi, saya juga diharuskan untuk membuat keputusan tegas akan karier saya. Mau bertahan di bawah naungan tapi makan hati, atau mulai dari awal lagi tapi bisa puas menjalani profesi ini. Akhirnya, pilihan kedua yang saya pilih. Kini saya bergerak secara swadaya, tidak lagi di bawah PBSI dan ternyata itu lebih menyenangkan. Di setiap pekerjaan pasti ada risiko, atlet pun begitu.

Yayuk: Ya, menjadi atlet harus menjadi pribadi yang berani memutuskan. Saya pernah menjual dua mobil demi kepentingan tenis, karena saking cintanya saya dengan bidang ini. Sayangnya, pengorbanan kita sebagai atlet, dimana profesi ini adalah profesi yang menuntut pengabdian karena harus mulai dipupuk sejak kecil, tidak dibalas setimpal oleh pihak negara.

Alexandra: Memang pasti akan banyak keluar keluhan kalau bercerita tentang kejelekan bidang olahraga di negara ini. Tapi, saya memilih mengesampingkan itu, karena menjadi atletbuat sebenarnya nggak hanya mengeluarkan keringat, tapi juga mendapat banyak hal. Koneksi, prestasi, dan pengalaman adalah nilai lebih yang menjadi “nilai tukar” cukup sepadan untuk profesi atlet.

Pages

What do you think?

Write Your Comment

Articles you might be interested in

You don't want to Miss

Bekal kamu untuk menaklukkan cinta.
Gebrakan baru FIMELA Network, merger dengan KapanLagi Network.
Berkeliling Hong Kong mengunjungi pusat seni dan budaya
Duo sutradara ini kembali dengan karya terbaru, masih penuh darah