News & Entertainment

Ustadz Jefri Al Buchori Meninggal di Hari Terbaik

By Iera Sipahutar   -   26 April 2013

Manusia tak bisa memilih hari kematiannya. Namun, Ustadz Jefri Al Buchori, pendakwah yang kerap membungkus ceramahnya dengan kemasan santai, mendapat keistimewaan untuk kembali pangkuan Tuhan di hari yang mulia.

Ustadz Jefri Al Buchori

Uje, ustadz gaul itu biasa disapa, meninggal dunia sekitar pukul 01.00 dini hari tadi ketika mengendarai motor Kawasaki Ninja miliknya. Menurut saksi, ia kehilangan kendali atas motor yang dikendarai di area perumahan Pondok Indah, menabrak pohon palem di area tersebut, lalu terlempar sejauh kurang lebih 10 meter. Saksi yang berada di lokasi kejadian mengatakan kalau ustadz bersuara merdu tersebut sudah bersimbah darah di bagian kepala dengan keadaan tangan kiri tertekuk. Ia pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pondok Indah dan dinyatakan meninggal di sana.

Menurut agama Islam, hari Jumat adalah hari yang mulia. Jangankan beribadah, ritual membersihkan diri pun disarankan untuk dilakukan di hari ini karena akan mendapat kemuliaan di sisi Allah SWT. Kemuliaan hari Jumat inilah yang menjadikan kematian Uje hari ini pantas disyukuri. Hadits Nabi Muhamad SAW kepada sahabatnya berbunyi bahwa seseorang yang meninggal di hari Jumat akan dilindungi oleh Allah SWT dari siksa kubur. Jadi, terlepas dari keterkejutan, kesedihan, dan rasa kehilangan banyak orang atas meninggalnya sosok pendakwah tersebut, kepergian Uje di hari ini adalah sebuah berkah.

Kini, Uje telah disemayamkan di Masjid Istiqlal dan akan disalatkan setelah shalat Jumat. Setelah itu, ia akan dibawa ke tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, berdampingan dengan makam ayahnya.

Selamat jalan, Uje. Memang tak ada lagi ceramah atau lantunan lagu yang akan didengar lagi darimu. Namun, ini pasti adalah hari kepulangan terbaik yang dipilihkan oleh Sang Penentu.

What do you think?

Write Your Comment

Articles you might be interested in

You don't want to Miss