News & Entertainment

Goyang Kimcil: Berseragam, Anak Di Bawah Umur Tiru Gerakan Hubungan Intim

By Syarahsmanda Sugiartoputri   -   20 September 2013

Entah apa yang meracuni pikiran anak-anak Indonesia di bawah umur saat ini, berbagai kasus cukup banyak melibatkan anak di bawah umur. Goyang Kimcil menjadi salah satu bukti bahwa anak-anak di bawah umur perlu diberi “penjagaan” ekstra.

 

goyang kimcilTentu aksi-aksi seperti memberi dampak serius pada perkembangan anak. “Dampaknya adalah kemerosotan moral. Pemahaman nilai dan norma yang salah. Anak belajar bahwa perilaku tersebut dapat diterima dan diperbolehkan dalam masyarakat,” Amanda Margia, Psikolog dan Dosen Psikologi UPI YAI, angkat pendapat.

Kini, video Goyang Kimcil yang berdurasi 5 menit lebih ini sudah tidak bisa diakses. Ada beberapa orang berkomentar bahwa video ini bukan berasal dari Indonesia, melainkan dari satu daerah di Amerika Selatan. Namun, jika kamu sempat menyaksikan video Goyang Kimcil, terdengar sayup-sayup lagu yang menggunakan bahasa Jawa dalam video tersebut. Tapi, sampai saat ini, belum diketahui dari mana asal video berjudul ‘Goyang Kimcil ABG SMP Mesum Hot’ tersebut.

Ironis memang menyaksikan anak di bawah umur dengan fasih bergoyang memeragakan beberapa pose hubungan seks yang biasa dilakukan oleh suami istri di tempat umum. Ya, video tersebut bertempat di sebuah ruangan yang mirip dengan ruang kelas dengan disaksikan oleh sesama siswa lainnya. Pelaku bergoyang tanpa malu-malu dan semua teman yang berada di sekelilingnya menyaksikan dengan antusias tanpa berusaha menghentikan atau setidaknya menegur.

“Jika keluarga atau lingkungan tidak punya kontrol atau membiarkan anak terpapar pornoaksi pornografi terus-menerus maka anak akan lebih cepat matang secara seksual, bukan secara emosional. Anak akan merasakan sensasi yang menyenangkan dengan menonton pornografi pronoaksi dan cenderung mengulangi kembali hingga menjadi kecanduan. Dari kecanduan menonton akan timbul keinginan untuk melakukannya sendiri dan kemungkinan untuk melakukan hubungan seks menjadi lebih besar, terlebih ketika mendapat kesempatan, misalnya ketika orangtua bekerja atau saat bermain di luar pengawasan orangtua,” Amanda menambahkan.

Bukan tidak mungkin video Goyang Kimcil bisa muncul akibat tidak adanya pendidikan seks dan seks kontrol pada anak-anak. Mengingat, di Indonesia membicarakan seks pada anak masih dianggap tabu oleh sebagian besar masyarakat. Padahal, jika ini dibiarkan terus-menerus, bukan tidak mungkin pula ‘Goyang Kimcil’ akan berkembang ke kasus seksual yang lebih serius dan berat. Alih-alih sibuk mengurusi urusan berskala global, akan lebih baik penjagaan terhadap pornoaksi dan pornografi dimulai dari lingkungan kecil sendiri. Jika tidak, mungkin akan lebih banyak lagi video sejenis Goyang Kimcil dan goyang-goyang lainnya.

 

foto: berbagai sumber

What do you think?

Write Your Comment

Articles you might be interested in

You don't want to Miss