BEAUTY & HEALTH

Beauty Quick-Fix: Cerita Michelle Hendra Mencoba Botox di Usia 20'an

By Arisa Muharliza   -   20 November 2016

6 hari sesudah melakukan treatment botox, wajah salah satu beauty influencer Fimela ini terlihat lebih tirus dan proposional.

Botox memang masih sering diperdebatkan. Namun situasi yang terlihat, banyak perempuan yang sudah transparant melakukannya. Cara cantik instan dengan botox bukan hal asing lagi untuk dilakukan. Karena cantik makeup saja tak cukup, ini lah alasan mengapa botox menjadi jawaban.

Lebih lanjut tentang botox, pengalaman treatment aging ini pun diungkapkan oleh Michelle Hendra (beauty influencer) atau lebih dikenal dengan Michimomo. Berbincang hangat dengan Michelle, akhirnya pun saya memiliki perspektif baru tentang treatment aging satu ini.

Hi, Michelle. Memilih botox sebagai cara menjadi lebih cantik, kamu nggak takut?

Nggak kok. Botox yang dilakukan oleh perempuan usia tua dengan muda itu beda lho. Kalau botox di usia tua, itu lebih ke meminimalisir keriput di wajah. Nah, kalau untuk kita yang masih muda, 20'an tahun, botox fungsinya untuk mengencangkan otot kulit dan membuat wajah lebih proposional.

Ini pengalaman botox pertama kamu?

Nope! Sebelumnya aku pernah melakukan botox. Tapi bedanya, botox pertamaku hanya untuk bagian rahang saja agar terlihat tirus. Kalau sekarang hampir di semua bagian titik wajah. Dari mata kanan, sudut dalam kanan & kiri hidung, bibir, terakhir rahang. Aku juga menambahkan treatment pelangsing wajah, biar pipi bulatku terlihat lebih V-shaped.

Ada masalah dengan bagian wajah yang kamu sebutkan?

Iya! Bagian mata kanan lebih turun dari mata kiri, nggak proposional. Ujung bibirku juga turun. Hidung ingin terlihat lebih kecil aja. Kalau rahang agar lebih tirus.

Semua bagian wajah tersebut dilakukan suntik botox sesuai keinginan kamu, atau berdasarkan anastesi dokter terlebih dahulu?

Dari anastesi dokter, seperti bagian mata. Biar terlihat lebih proposional dan wajahku terlihat lebih fresh, dokter menyarankan agar suntik botox juga dilakukan di sudut kulit mata kanan. Konsultasi dan mengikuti saran dokter, menurutku akan lebih baik daripada mengikuti kemauan diri yang belum sesuai hasilnya di wajah.

Berapa lama waktu yang dilakukan untuk suntik botox?

Kurang lebih antara 2-3 menit. Proses paling lama itu untuk anastesi, sekitar 1.5 jam.

Ada beberapa mitos yang berkembang tentang botox. Katanya botox sakit, botox akan membuat wajah menjadi kaku. Botox membuat wajah nggak bebas bergerak, dan banyak aturan/pantangan. Menurut kamu?

Selama melakukan suntik botox, itu nggak sakit! Jadi kalau katanya botox itu sakit, buatku nggak. Sama sekali nggak menyeramkan. Terus, kalau katanya botox membuat wajah kaku, itu juga nggak aku alami. Rasanya seperti melakukan treatment biasa aja. Bedanya, kulit terasa lebih kencang, tapi nggak kaku. Tentang pantangan, dokter nggak menyarankan do/don’t apapun. Dokter hanya meminta untuk tidak melakukan spa/sauna dulu.

Cukup sekali treatment, hasil suntikan botox sudah langsung terlihat?

Yes! Untuk bagian bibir itu sudah langsung terlihat. Garis ujung bibirku terlihat lebih naik, seperti smile-line gitu. Hasilnya juga natural, wajahku terlihat lebih ramah (hahaha). Titik wajah lainnya, perubahan hampir terlihat di tiap minggu. Yang paling terlihat itu di minggu ke-6. Orang-orang sih bilangnya aku lebih kurus. Fyi, ini botox lho (hehe).

Dari pengalaman kamu mencoba botox, apa saran kamu bagi perempuan lain yang ingin mencoba tapi masih ragu karena pro-kontra yang masih diperdebatkan?

Botox itu nggak sakit kok. Botox itu juga bukan operasi plastik, jadi nggak menyeramkan sama sekali. Botox itu sama saja dengan ritual cantik lain yang banyak dilakukan, seperti makeup with brushes effect, pakai kawat gigi, veneer gigi, atau pakai wig, itu sama saja dengan botox. Buat perempuan di Thailand dan Korea, botox sudah menjadi beauty lifestyle. Intinya, suntik botox itu bertujuan untuk memberikan relaksasi pada otot-otot wajah yang mulai mengendur agar kencang kembali. Nggak ada efek samping dan kita juga tetap bebas beraktifitas. Well, it save!

Untuk mencoba botox, ada rekomendasi klinik yang bisa dicoba oleh pembaca Fimela?

Yes! Botox kali ini aku coba di klinik yang kebetulan lokasinya nggak jauh dari Fimela juga (hahaha). Di Jakarta Aesthetic Clinic. Dokter yang menangani adalah Dr.Olivia Ong. Kalian bisa melakukan konsultasi dulu kok. Selamat mencoba ya!

 

What do you think?

Write Your Comment

Articles you might be interested in

You don't want to Miss

Sering alami masalah kesehatan atau berat badan yang bertambah? Mungkin karena kebiasaan mengonsumsi gula yang berlebih.
Perempuan akan suka diberi hadiah Valentine yang ini.