KAPANLAGI NETWORK
MORE

Setelah Bulan Peringatan Kanker Payudara Berlalu

Sabtu, 05 November 2016 09:00 Oleh: Stanley Dirgapradja

Throwback rekaman, pertemuan, wawancara, temuan fakta selama bulan Oktober lalu, memperingati Bulan Kanker Payudara.

Mengerjakan campaign kanker payudara selama bulan Oktober lalu, membuat saya sadar banyak hal. Bahwa perempuan-perempuan di sekitar saya masih banyak yang belum menyadari bahaya penyakit ini. Dan banyak yang masih memiliki gaya hidup tidak sehat, faktor yang nyatanya menjadi penyumbang utama bibit-bibit kanker di tubuh kita.

Stress, pola makan tidak sehat, kurang istirahat, rokok, semua jadi bagian kehidupan perempuan-perempuan di kota besar seperti Jakarta. Sementara, menurut rilis dari Yayasan Kanker Payudara Indonesia, kanker payudara merupakan jenis kanker tertinggi pada pasien rawat inap maupun rawat jalan di seluruh rumah sakit di Indonesia (riset SIRS 2010). Dan, kasus baru kanker payudara menjadi kasus kematian tertinggi di Indonesia dengan angka kematian 21,5 per 100 ribu.

Dan mayoritas kanker payudara di Indonesia ditemukan pada stadium lanjut, ketika peluang untuk mencapai kesembuhan lebih kecil. Padahal peluang pasien kanker payudara untuk sembuh bisa mencapai 98% bila terdeteksi dini dan diobati secara medis.

Faktanya lagi, 50% perempuan masih belum membiasakan deteksi dini. Pemeriksaan bulanan secara pribadi, yang sebenarnya bisa dilakukan dengan sangat mudah. SADARI, atau pemeriksaan payudara sendiri, di hari ke-7 sampai 10 setelah menstruasi hari pertama. Atau, bila sudah berusia di atas 35 tahun maka sudah bisa melakukan pemerisaan mammografi.

 

Banyak perempuan yang ragu melakukan pemeriksaan diri, karena takut dengan apa yang mungkin mereka temukan. Dan, lebih mengejutkan lagi, laki-laki pun bisa menderita kanker payudara. Jadi, sebenarnya peluang semua orang untuk menderita penyakit ini sama saja. Terlebih, bila tidak mampu menjaga gaya hidup. Seperti salah satu narsum kami (kami berkolaborasi dengan sosok-sosok terkenal seperti Chelsea Islan dan Patricia Gouw, sampai penyanyi cantik Andien) di campaign #PinkPower #Fimelapeduli Oktober lalu, beauty blogger Agnes Oryza yang akhirnya berhenti mengonsumsi semua makanan dalam kaleng karena sempat memiliki tumor jinak di payudaranya (tumor jinak yang berubah menjadi ganas adalah kanker).

Pesan penting setelah mengerjakan campaign #PinkPower #Fimelapeduli kemarin? Saya harus mengingatkan perempuan-perempuan di sekitar saya untuk rajin melakukan SADARI. Dan sebisa mungkin, jauhi pemicu kanker. Jadi, meski bulan peduli kanker sudah berakhir, tapi kebiasaan sehat untuk lakukan SADARI harus jadi kebiasaan sehat mulai dari sekarang.

Komentar Anda
Keep going