Sukses

Beauty

Kembali Langsing Setelah Melahirkan ala Deasy Noviyanti

Next

Deasy Noviyanti

Bad girl gone good

Bagi yang mengenal saya sejak lama, pasti akan geleng-geleng dengan gaya hidup saya dulu. Saya perokok lumayan berat, makan serba junk food, serta nggak suka sayur dan buah. Dulu, kalau ada sayur sop, saya hanya mau makan bakso dan makaroninya. Buah juga bukan prioritas menu makan, asal kenyang dan enak, beres sudah. Tapi, semua itu berubah total saat saya menikahi laki-laki yang hidupnya sangat sehat. Bukan perokok, rajin olahraga, dan harus ada sayur dan buah di menu makannya. Awalnya sempat kaget juga dengan perubahan drastis ini, karena saya otomatis harus mengikuti gaya hidup suami dimana juga harus memasak makanan sehat untuknya. Saya makin “dipaksa” sehat lagi ketika hamil dan anak memasuki periode makan. Bukan hanya mengubah gaya hidup, saya berubah jadi healthy lifestyle enthusiast yang ingin tahu lebih banyak, mempraktekkan, dan menyebarkan ilmu makanan sehat ke orang lain.

Sisi bagusnya dari perubahan ini adalah semuanya datang dari kesadaran saya sendiri. Saya memang dihadapkan pada kenyataan kalau berpasangan dengan seseorang yang bertolak belakang dengan saya, namun dia sama sekali nggak pernah melarang atau menyuruh saya untuk berubah. Alhasil, karena saya sendiri yang menggerakkan badan ini untuk berubah, malah lebih bertahan lama dan lebih total mendalaminya, ketimbang hanya dipaksa. Sudah jadi cerita lama banget kalau dulu saya berkali-kali berniat untuk berhenti merokok, tapi kemudian luluh dan kembali lagi. Perubahan ini juga membuat pangling teman-teman lama saya. Mereka bilang kalau saya sepertinya nggak mungkin bisa sesehat sekarang ini dan masak makanan sehat untuk keluarga saya.

Next

 

Deasy Noviyanti

Bukan sekadar makan sayur!

Mendalami seluk beluk tentang makan sehat, saya jadi makin tahu kalau yang perlu segera diperbaiki adalah pola makan anak-anak. Menilik ke belakang, saya berkaca pada masa kecil saya dimana ibu saya hanya menyuruh makan sayur tapi nggak mencontohkan hal tersebut untuk saya. Bukan menyalahkan, tapi ketika saya menemukan missing point yang membuat saya dulunya anti sayur, saya nggak ingin mengulangi kesalahan tersebut. Tapi, gaya hidup sehat itu bukan asal makan sayur, karena sebenarnya kita harus tahu juga makanan yang dimakan diproses seperti apa. Yang paling mudah dan terjamin sudah pasti masakan rumahan, karena dimasak langsung dengan pilihan bahan yang jelas. Proses memasaknya juga harus benar. Saya mengaplikasikan pola memasak dua kali, yaitu untuk makan pagi dan siang, lalu masak lagi untuk makan malam. Memasak banyak sekaligus lalu dipanaskan, sebenarnya kurang baik karena makin mematikan enzim hidup yang sebenarnya untuk diasup nutrisinya oleh tubuh.

Berbicara tentang masakan rumah, sudah pasti ini adalah pekerjaan rumah perempuan. Saya harus lebih teliti menyiasati makanan agar dimasak dengan benar dan seimbang gizinya. Sebagai contoh, suami saya nggak suka daging dan hanya mau ikan. Kalau saya sudah mengolah ikannya dengan digoreng, sebaiknya sayur jangan tumis, tapi lebih baik dijadikan sop atau direbus. Dan satu lagi, masakan rumah akan selalu lebih sehat karena kita sebagai pemakannya tahu dibeli dimana bahan-bahan makanan tersebut. Tersebarnya supermarket dimana-mana yang menyediakan makanan kemasan, membuat saya ngeri. Bayangkan, di semua cabang supermarket itu pasti tersedia makanan kemasan. Berarti, ada banyak juga hewan unggas dan hasil bumi lainnya yang dipotong dan diolah untuk dijadikan frozen food. Akhirnya, tersisa sedikit sumber makanan yang bisa dijual secara normal untuk kita yang ingin hidup sehat. Itu yang membuat tugas kita untuk membedakan bahan makanan yang bagus dan jelek semakin sulit.

Next

 

Deasy Noviyanti

Makan banyak tapi nggak gampang gemuk

Pertanyaan yang sering saya terima adalah bagaimana pola diet saya yang bisa kembali kurus setelah melahirkan. Padahal, saya sama sekali nggak berdiet, hanya menjagokan masakan rumah. Kalau mau jajan pun, saya bikin sendiri kudapannya. Nggak ketinggalan jaman kok kalau punya snack pisang rebus atau singkong rebus. Semakin alami sebuah bahan makanan diproses, tubuh kita makin untuk menyerap nutrisinya. Dengan makin terserap, maka makanan itu cepat menjadi energi untuk kerja tubuh. Saya bisa kerja, memasak, dan mengurus anak dengan baik, yang menjadikan makanan itu berguna untuk tubuh, bukan malah menumpuk.

Satu lagi, prinsip sehat yang saya anut, dan juga disarankan oleh semua praktisi kesehatan lainnya adalah, makan jangan asal kenyang. Boleh saja sesekali jajan atau makan siang fast food, namun di keesokan harinya dan hari-hari selanjutnya jangan lagi. Untuk sehat memang membutuhkan akal sehat dan kemampuan berkompromi dengan diri sendiri. Saya tahu sekali kalau air putih adalah cairan terbaik untuk tubuh, tapi perlu diakui juga kalau terlalu banyak minum itu bikin eneg. Saya sebenarnya juga pecinta teh, dulu biasa minum teh pagi dan siang. Namun, perlahan saya ubah kebiasaan itu dengan hanya meminumnya di pagi hari, selebihnya minum air putih.

Selain teliti soal makan, saya juga tipe orang yang peduli dengan alarm tubuh saya sendiri. Hidup sehat salah satunya adalah dengan mengikuti dan meyesuaikan jam biologis. Kalau misalnya pekerjaan menuntut bergadang, maka bayar tidur yang hilang itu secepatnya agar proses regenerasi tubuh juga bisa berjalan dengan baik. Berubah menjadi sehat seperti ini menurut saya nggak ekstrim. Definisi ekstrim atau tidak sebenarnya hanya kita yang bisa mengukurnya. Kalau ada orang yang bisa makan makanan mentah tapi nggak merasa itu ekstrim, maka itu bukan ekstrim. Sama halnya dengan gaya hidup sehat saya yang serba masakan rumah dan lebih senang produk organik.

Loading
Artikel Selanjutnya
Tidak Lapar tapi Ingin Makan Terus, Kenali 4 Penyebabnya
Artikel Selanjutnya
Berat Badan Turun Cepat Jika Rajin Sarapan Ini, Menurut Studi