Sukses

Beauty

Tinggalkan Pola Pikir Warna Kulit Halangi Kita Kejar Cita-Cita

Jakarta Kalau diingat-ingat, membeda-bedakan warna kulit adalah lelucon menyentil fisik yang jadi favorit di masa kecil. Kalau dipikir-pikir lagi, lelucon fisik macam itu sekarang sudah dikategorikan sebagai bully (merundung). Sesuatu yang sekilas terdengar lucu, tapi tetap berpotensi membuat orang tersinggung. Sedihnya, bakat dan potensi sering terkesampingkan oleh kemasan luar yang sudah dilabeli 'cantik' ini. Mindset yang harus kita ubah. Karena obsesi menjadi putih tak selalu berakhir indah. Cerita soal suntik putih, penggunaan krim-krim pemutih kulit yang justru berujung kulit rusak. We need to stop.

The thing is, seharusnya tak ada standar untuk kecantikan kulit. Tapi, urusan kulit sehat beda lagi. Hal yang kedua yang kini jadi tujuan utama bagi siapa pun yang punya perhatian khusus soal merawat kulit. Kulit sehat yang membuat percaya diri untuk mengejar cita-cita, sesuai potensi, begitulah idealnya. Bukan sebaliknya, warna kulit yang membatasi kita untuk mewujudkan impian. Ada beberapa perempuan yang paham betul skenario ini.

 

  1. Aurelie Moeremans

Perempuan keturunan Belgia-Indonesia ini mengawali kariernya di dunia modeling dan sekarang ini sukses menjadi salah satu aktris layar lebar tanah air. Aurelie Moeremans sempat mengungkapkan di akun Instagramnya waktu tinggal di Belgia, kulit sawo matangnya ini unik dan disukai banyak orang. Namun berbeda ketika sampai di Indonesia, ada seseorang dari industri film yang menyarankan untuk memutihkan kulitnya agar sukses di dunia entertainment dan ia kaget dengan ekspektasi ini. Berbekal rasa percaya diri dan keinginan yang kuat, Aurelie berhasil meniti kariernya sebagai aktris, tanpa mengubah warna kulitnya.

  1. Tara Basro
 

A post shared by Tara Basro (@tarabasro) on

 

Awal menjalani kariernya sebagai model, Tara Basro menerima banyak kritik karena warna kulitnya yang gelap dan dicap tidak menjual. Ia sempar berpikir “harus putih.” Tapi sekarang, ia menerima warna kulit gelapnya yang eksotis itu. Terbukti, orang-orang menerima kalau warna kulit tidak berpengaruh pada kariernya. Tara berhasil mendapatkan peran di film pertamanya, “Catatan Harian si Boy”.Bahkan, ia pun sekarang menjadi brand ambassador merek kecantikan ternama, Olay.

  1. Anggun C Sasmi
 

A post shared by Anggun Official (@anggun_cipta) on

 

As we know, karier Anggun sukses di Eropa sebagai penyanyi. Kita bangga, karena ia sekaligus mengharumkan nama Indonesia. Tak hanya memiliki suara yang indah, kulit eksotis Anggun juga menuai pujian di luar negeri sana. Anggun sangat bangga dengan warna kulitnya yang eksotis, menyempurnakan figurnya sebagai perempuan Jawa. Bila Anggun maju terus di kariernya, mendunia, dan tak ada komentar sedikit pun mengenai kulit gelapnya, mengapa harus repot berpikir untuk memiliki kulit 'putih.'

Warna kulit tidak mempengaruhi kita untuk meraih impian dan sukses. Kuncinya adalah berusaha dan percaya diri dengan apa yang sudah kita miliki saat ini. Tentu, bakat harus terus diasah. What makes us happier, makin banyak merek-merek kecantikan yang melakukan kampanye bahwa semua warna kulit itu cantik. Contohnya, Clean and Clear yang mendukung para perempuan untuk percaya diri dengan warna kulit yang dimiliki dengan meluncurkan Clean and Clear natural bright face wash varian face wash, untuk perawatan agar kulit sehat dan bersih. Cerah itu cuma bonus.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading