Sukses

Beauty

Alicia Keys: Untuk Dibilang Cantik, Kita Sangat Tergantung Pada Makeup

Jakarta Makeup sudah menjadi kebutuhan dasar perempuan. Walaupun terkadang proses makeup membutuhkan effort, tapi kegiatan untuk mempercantik diri ini tidak mengurangi niat perempuan untuk dapat memberikan poin lebih pada penampilan. Mulai dari aplikasi foundation, contouring, hingga membingkai alis, semua akan dilakukan. Apakah kita sudah ketergantungan, fanatik, tak bisa lepas dari makeup?

Di tengah kepopuleran makeup yang selalu bertambah peminatnya, beberapa selebriti merespon lain, seperti Gisele Bundchen, Beyonce, Gwyneth Paltrow, dan Alicia Keys. Keempat selebriti ini sedang marak mengangkat isu #NOMAKEUP lewat Instagram. They’ll post barefaced selfies on their Instagrams. Tujuannya nampaknya untuk lebih meyakinkan perempuan, agar tidak tenggelam dengan kepopuleran makeup yang setahun ini semakin ramai peminatnya. Bahkan di usia muda, dimana wajah semestinya belum terjamah oleh sentuhan makeup.

Gwyneth Paltrow berpendapat, jika perempuan sekarang, baik yang dewasa maupun millennials, mudah tergiur dengan standar kecantikan lewat pulasan makeup yang banyak diperkenalkan oleh makeup artist, selebriti, blogger, dan influencer, namun tidak sesuai dengan kepribadian mereka. Dan tak sedikit, perempuan yang rela tampil dengan makeup berlebih, hanya untuk menuruti tren, padahal makeup yang teraplikasi pun tidak membuat mereka nyaman.

Tren #NOMAKEUP ini pun mengingatkan kita dengan pernyataan yang pernah dilontarkan Alicia Keys di 2016 lalu. She was no longer wearing makeup both on the red carpet and in her everyday life. Dan sekarang, Alicia kembali memperlihatkan wajahnya tampil di depan kamera tanpa menggunakan makeup. Pemandangan barefaced itu pun terlihat saat Keys menghadiri MTV VMA, Agustus lalu.

“It isn’t about going barefaced when you go out so that you go against the norm. It’s  about changing the way we talk about beauty in general. I am not telling women to look a certain way or telling women they have to get a certain procedure or treatment done if they want to be seen as beautiful.” Keys said.

Dan yang lebih ironis, Keys menjelaskan, karena pengaruh ketergantungan makeup yang terjadi pada perempuan, akibatnya banyak perempuan yang merasa tidak percaya diri saat tidak menggunakan makeup. Untuk pernyataan Keys ini pun, kami setuju.

Karena ketergantungan kita pada makeup yang tidak dapat dikontrol, negatifnya, kita merasa tidak cantik saat tidak menggunakan makeup. Padahal, secara alami, perempuan Indonesia memiliki nilai kecantikan lebih di mata asing. Faktor utama yang mendukung ini, adalah warna kulit yang kita miliki. Tanpa harus memulas wajah dengan makeup tebal, kulit sudah terlihat merona.

Pengakuan ini pun saya temukan, saat traveling ke sebuah pulau kecil di Nusa Tenggara Barat. Pulau kecil bernama, Gili. Pulau yang tidak pernah sepi dari turis mancanegara. Hampir tiap turis asing yang saya temui mengatakan hal yang sama. Perempuan Indonesia, memiliki kecantikan dengan nilai lebih. Warna kulit kecokelatan seperti kita, mereka menyebutnya dengan istilah, “I woke up like this”. Bangun tidur dengan kulit tan, itu membuat mereka percaya diri dan menjadi kebanggaan untuk dipamerkan pada perempuan lain, meski tanpa menggunakan makeup.

Lalu, mengapa kita justru berlomba-lomba ingin memiliki kulit putih, dari wajah hingga ujung kaki?

Terakhir, Keys menegaskan, tinggalkan makeup-mu untuk sementara. Coba tampilkan kecantikan naturalmu. Jika pun kita harus menggunakan makeup, jangan biarkan sentuhan makeup merubah kecantikan alami yang sudah menjadi milikmu. Seperti yang Raisa lakukan di pernikahannya, mungkin?

 

Loading