Sukses

Beauty

Apa Itu Barrier Kulit, dan Mengapa Penting untuk Menjaganya

Fimela.com, Jakarta Untuk kita perempuan yang peduli pada kesehatan kulit wajah dan tubuh, memiliki pengetahuan tentang barrier kulit itu penting,--seperti istilah "tak kenal, maka tak sayang", seperti itu juga ikatan barrier kulit dan skincare. Jika kita tidak mengetahui keadaan barrier kulit dengan baik, maka kita tidak akan tahu kebutuhan skincare yang sesuai untuk tipe kulit wajah dan tubuh kita. 

Well, apa itu barrier kulit?

Di dunia kecantikan, barrier kulit dikenal sebagai moisture barrier atau stratum corneum. Atau, biasa disebut sebagai skin barrier dan lipid barrier. Dalam bahasa Indonesia, barrier kulit disebut lapisan kulit terluar. 

Pernah mendengar jika kulit kita memiliki kadar air yang diproduksi oleh tubuh sendiri? Nah, barrier kulit ini lah tempatnya. Kurang lebih 60%, tubuh kita telah memiliki kadar air secara alami. 

Apa fungsi barrier kulit?

Banyak sekali. Artinya, barrier kulit memiliki peran yang sangat penting untuk perlindungan kulit dari berbagai macam faktor yang memicu kerusakan pada lapisan kulit terluar kita. Misal, sinar UVA dan UVB, debu, polusi, bahan kimia, bakteri. 

Apa yang terjadi jika barrier kulit kita rusak?

Kulit akan mudah menerima pengaruh negatif dari sinar UV, debu, polusi, dan bakteri. Akibatnya, kulit akan mengalami kerusakan yang ditimbulkan dari masalah kulit, seperti: kemerahan, terbakar, gatal-gatal, jerawat, dan aging. 

Apa penyebab barrier kulit kita rusak?

Faktor eksternal, karena paparan negatif sinar UV. Ketika kulit tidak dilindungi dengan maksimal;--hal sederhana, kita malas menggunakan sunscreen, dengan mudah lapisan kulit perlahan-demi-perlahan akan terkikis dan menipis. Kulit pun akan mudah kehilangan kadar air alaminya. 

Faktor internal, karena kebiasan "asal" menggunakan skincare. Entah itu karena penasaran ingin mencoba banyak skincare yang sedang "tren", atau tidak menggunakan skincare sesuai kebutuhan kulit, atau menggunakan skincare secara berlebih seperti: melakukan eksfoliasi kulit terlalu sering. Last but not least, pola hidup yang tidak sehat (merokok, alkohol, dan kurang mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan air putih). 

Apa yang harus kita lakukan jika barrier kulit rusak?

Hindari menggunakan skincare yang bersifat agresif. Ketika barrier kulit terganggu, kulit butuh waktu untuk kembali tenang. Skincare agresif itu seperti, yang bekerja sebagai anti-aging, eksfoliasi dan mencerahkan. Sebaiknya, lakukan puasa skincare. Artinya, kulit tetap membutuhkan asupan skincare, namun berikan fokus pada menjaga kelembapan kulit. Gunakan skincare yang bersifat antioksidan, soothing, dan healing

Dari sekian banyak varian skincare yang dibutuhkan untuk menjaga kelembapan kulit, untuk barrier kulit yang sedang terganggu, jenis skincare apa yang paling dibutuhkan?

Pelembap kulit. Berikan kulit asupan nutrisi yang bersumber dari pelembap di pagi dan malam hari. Untuk kulit yang mudah sensitif, hindari pelembap yang mengandung retinol. Formula skincare ini juga bersifat agresif, karena mendorong kulit untuk melakukan regenerasi sel kulit. Untuk tambahan, kita dapat menggunakan face mist untk extra hydaration. 

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan elastisitas/barrier kulit yang rusak?

Normalnya, membutuhkan waktu minimal 1 minggu untuk kembali barrier kulit kembali normal. Untuk hasil terbaik dan cepat, lengkapi puasa skincare dengan olahraga (sebagai detox tubuh; memancing keringat keluar), konsumsi makanan sehat (sayuran hijau dan buah-buahan), tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, tidur minimal 6 jam. 

 

 

 

Artikel Selanjutnya
5 Minyak Essential ini Dipercaya Dapat Minimalisir Keriput di Wajah dan Tubuh
Artikel Selanjutnya
5 Perempuan Mafia Lipstik Merah dari Era 50 Sampai 90an
: