Sukses

Beauty

Kesalahan yang sering dilakukan saat gunakan obat jerawat

Fimela.com, Jakarta Salicylic acid dan benzoyl peroxide. Kita yang sering mengeluh dengan masalah jerawat di kulit, tentu tidak asing dengan kandungan yang sering ditemukan dalam obat jerawat ini. Meski sama-sama bermanfaat untuk mengatasi jerawat, namun peran kedua kandungan tidak sama, sahabat FIMELA. Apa bedanya?

Salicylic acid berperan untuk membantu merangsang pertumbuhan sel kulit baru. Selain itu, salicylic acid dapat membantu menuntaskan pori-pori tersumbat, yang menjadi pemicu awal munculnya jerawat. Benzoyl peroxide berperan untuk yang lainnya, yaitu membunuh bakteri penyebab jerawat. Kedua kandungan ini sifatnya seperti saling melengkapi ya? 

Nah, ironisnya kita yang ramah menggunakan obat jerawat, tidak jarang sering mengeluh. Kedua kandungan obat jerawat tersebut memiliki peran yang optimal, namun mengapa tidak efektif menuntaskan jerawat di wajah ya? Kesalahan mungkin ada pada cara kita menggunakan obat yang tidak sesuai dengan aturan. Tim beauty FIMELA pun pernah melakukan kesalahan menggunakan obat jerawat ini. Penasaran, saya yang saat ini sedang struggle membersihkan jerawat dan bekasnya di kulit wajah, bertanya pada salah satu dokter kecantikan di klinik Skinda Asia, dr. Sammy Yahya, Sp.KK. 

F: Apa yang menyebabkan obat jerawat tidak optimal menuntaskan jerawat dan bekasnya di kulit?

S: Obat jerawat digunakan ketika kulit wajah tidak dalam keadaan bersih. Atau, ketika jerawat meradang. Cara yang benar, bersihkan kulit wajah menggunakan sabun pembersih sesuai tipe kulit. Setelahnya, gunakan toner lalu aplikasikan obat jerawat di titik wajah yang terdapat jerawat atau nodanya. Tidak hanya wajah, tangan kita pun wajib higienis. Kebersihan ini bertujuan agar tidak ada bakteri yang menempel di obat jerawat yang kita gunakan. 

Masalah sederhana, namun sering kita abaikan. Lebih tegas, pada saya dr. Sammy pun mengatakan, tangan bersih penting dijaga ketika kita hendak menyentuh wajah, baik saat menggunakan skincare atau obat jerawat. Lainnya, kesalahan penggunaan obat jerawat sering dilakukan saat kondisi jerawat masih meradang. Sahabat FIMELA pernah melakukan ini?

F: Mengapa jerawat yang masih meradang tidak boleh menggunakan obat?

S: Boleh saja, tapi dilihat dulu kondisi meradang pada jerawat kita seperti apa. Jerawat yang baru pecah akan mengeluarkan whitehead yang keluar bersama cairan bening. Kondisi seperti ini, jerawat akan akan membentuk lubang kecil, dimana dapat memicu bakteri masuk dan berkembang. Hindari mengoleskan obat jerawat, karena itu kurang efektif dan dapat memicu iritasi. Sebaiknya diamkan jerawat, namun tetap pastikan kulit wajah kita dalam keadaan bersih ya. Jika ingin menggunakan obat jerawat, sebaiknya tunggu sampai jerawat sudah membaik, tidak meradang, tidak menimbulkan rasa sakit, dan mengeluarkan cairan bening lagi. 

 

 

Artikel Selanjutnya
Tips menghilangkan bekas jerawat membandel
Artikel Selanjutnya
Favorite Skincare Ingredients: Salicylic Acid untuk Kulit Berjerawat