Sukses

Beauty

Mitos dan Fakta HIV AIDS

HIV-AIDS masih menjadi penyakit paling menakutkan bagi banyak orang di dunia. Apalagi penyakit yang disebabkan oleh virus ini belum ditemukan obatnya. Beberapa mitos mulai merebak sehingga sering kali memicu kesalahpahaman antara masyarakat dan penderita HIV-AIDS. Nah, berikut ini adalah beberapa mitos dan fakta seputar HIV-AIDS:

    Terinfeksi HIV sudah pasti terkena AIDS (Mitos)

    HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga membuat tubuh sulit untuk melawan penyakit. Penderita HIV belum tentu juga menderita AIDS. Bahkan dengan perawatan yang tepat para penderita HIV dapat bertahan tanpa berkembang menjadi AIDS.

    Sulit terkena HIV dari kontak langsung (Fakta)

    Kebanyakan orang beranggapan bahwa penderita HIV harus dijauhi karena takut tertular. Padahal kenyataannya, virus tidak akan menyerang hanya dengan memeluk atau bersentuhan (pegangan tangan). Virus dapat menyebar jika Anda melakukan hubungan seksual maupun berbagi jarum suntik.

    Waktu hidup singkat (Mitos)

    Virus HIV bisa memiliki efek berbeda pada setiap orang. Ada yang dalam beberapa bulan, virus HIV sudah berkembang menjadi AIDS dan langsung melemahkan sistem kekebalan tubuh. Namun ada juga beberapa orang yang dapat bertahun-tahun bertahan tanpa harus berkembang menjadi AIDS.

    HIV dapat disembuhkan (Mitos)

    Hingga saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Tetapi ada perawatan dengan melakukan terapi antiretroviral (ART) untuk melemahkan virus dan membantu sistem kekebalan tubuh. Tetapi dokter akan mempertimbangkan terlebih dahulu kesehatan umum, kesehatan sistem kekebalan serta jumlah virus yang ada dalam tubuh. Tujuannya adalah untuk memutuskan kapan dapat dimulai pengobatannya.

    Ibu hamil pengidap HIV dapat menularkan pada bayinya (Fakta)

    Ibu yang terinfeksi virus HIV dapat menularkan kepada bayinya selama proses kehamilan atau pun melahirkan. Namun, Anda dapat menurunkan risiko tersebut dengan melakukan konsultasi dengan dokter, sehingga pihak medis dapat memberikan perawatan dan pengobatan yang tepat.

Sumber: MeetDoctor.com

(vem/yel)
Artikel Selanjutnya
Waspada Penularan HIV
Artikel Selanjutnya
Bahaya Merokok Saat Hamil
: