Sukses

Beauty

4 Perempuan yang Sukses Membangun Bisnis Kecantikannya, Siapa Saja?

Fimela.com, Jakarta Pengusaha sukses tidak selalu identik dengan kaum laki-laki saja, tapi perempuan juga bisa sukses sebagai pengusaha yang mampu membangun merek mereka dan berhasil mendunia. Sebenarnya, sudah banyak pengusaha perempuan yang sukses di industri kecantikan, namun empat sosok ini punya cerita menarik dan inspiratif yang sayang jika terlewatkan. Penasaran siapa saja? Simak berikut ini.

Cashmere, Founder dari Beauty Bakerie

Beauty Bakerie merupakan merek kecantikan indie yang jadi favorit Cardi B dan Beyonce. Menjadi merek yang mencuri spotlight di tahun lalu, brand ini memiliki shade foundation yang beragam dan bisa di mix dari shade paling terang hingga gelap.

Cashmere mengaku bawha saat mendirikan perusahaannya ini, ia tak terisnpirasi dari siapapun, Sebagai ibu muda, ia hanya termotivasi untuk menunjukkan kepada sang anak di mana mimpi bisa terwujud dengan kerja keras.

Sebelum Beauty Bakerie diluncurkan pada tahun 2011 lalu, Cashmere menjalani karier sebagai seorang perawat. Berhasil sebagai pengusaha memang sudah menjadi cita-citanya. Bahkan ia menjalani banyak peran dalam hidupnya, walaupun cukup melelahkan, tapi Cahmere selalu yakin bahwa ia akan sukses menjalani bisnisnya ini. Terbukti, perusahaanya sukses meraup keuntungan sebesar $5 juta dolar pada tahun 2011.

 

 

 
 
 
View this post on Instagram

Losing my breast to cancer at 27 taught me so much about life and what it means to be living...I think prior to my health issues I didn’t know how to live in the now. They call it ‘destination addiction’ and it says that too often we believe that the happiness we want will be in another moment - “if I can just have this house” or “this job” or “this or that...” The reality is you’ve gotta learn how to be happy with this moment and everything that comes along with it. If you aren’t happy with the “little” that you think you have (that someone else thinks is EVERYTHING), why would you be happy with more? It’s been years since I’ve thought that way. I’m so happy laying out in the sun or taking photos of flowers or playing in my makeup...the sweetest thing in life is growth and I thank God that He took me down the valley of cancer so that I could see the mountaintops upon which He had placed me☺️

A post shared by Cashmere (@cakeandcashmere) on

Tata Harper, Founder dari Tata Harper

 Ia melansir produk kecantikan pada tahun 2010 lalu dan diberi nama yang sama dengan miliknya. Ia menghadirkan produk kecantikan berbasis natural. Hal ini bermula pada ayah tirinya yang didiagnosa kanker hingga menyadarkan dirinya bahwa ia tak bisa menemukan produk dengan kandungan 100% natural, non-toxic, dan non-artificial. Lalu ia memutuskan untuk menciptakan produk kecantikan yang alami. Sejak saat itu, kandungan yang ia infusi ke dalam produknya ia tanam di halaman rumahnya.

Ia juga mengakui bahwa diperlukan waktu untuk melihat hasil formula alami bekerja pada kulitnya. Ia juga menyatakan bahwa aset terbesar pada perusahaannya adalah ia juga berperan sebagai customer. Sehingga paham apa kakurangan dan kelebihan produk yang ia kembangkan.

Jo Malone, Founder dari Jo Loves

Parfum ini sudah eksis lebih dari dua puluh tahun. Bahkan setelah didiagnosa mengidap kanker payudara di usia 38 tahun, Malone kembali meluncurkan brand ke-2 di tahun 2011, Jo Loves. Jo percaya bahwa tak ada waktu tepat untuk memulai sebuah busnis. Namun semuanya harus dimulai dengan keyakinan dan keberanian. Hal itu yang membawa brand miliknya tetap eksis hingga kini.

Anna Ayers, Co-Founder dari Rahua

Diciptakan oleh Anna Ayers dan sang suami, hair stylist Fabian Lliguin, Rangkaian produk perawatan rambut Rahua terinspirasi dari para perempuan yang hidup di hutan hujan Amazon. Setelah bertemu dengan para perempuan ini, ia jatuh cinta akan bagaimana mereka menjaga keluarga dan komuntiasnya serta bagaimana melindungi lingkungan. Dalam menciptakan bisnisnya, ia ingin membawa suatu yang bermanfaat bagi orang banyak yaitu sekaligus melestarikan hutan hujan. Baginya untuk memulai bisnis, tentu harus menghargai orang lain baru kamu akan dihargai.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading