Sukses

Beauty

Perbedaan Deodoran dan Antiperspirant yang Perlu Diketahui

Fimela.com, Jakarta Untuk mengatasi masalah keringat berlebih dan bau badan, deodoran atau antiperspirant kerap menjadi solusi yang banyak dipilih orang. Keduanya tergolong sebagai produk bath and body yang cukup efektif dalam menjaga tubuh agar tetap harum dan segar di tengah aktivitas yang padat. Sayangnya, masih banyak orang yang keliru akan deodoran dan antiperspirant. Kebanyakan di antara mereka berpikir bahwa keduanya serupa, meski sebenarnya sangat berbeda. Lantas, apa sih perbedaan antar keduanya? Yuk, temukan jawabannya di sini!

1. Deodoran

Keringat dihasilkan dari dua kelenjar, yaitu ekrin dan apokrin yang terdapat dalam tubuh manusia. Saat tubuh banyak bergerak, otomatis suhunya akan meningkat. Untuk menurunkan kembali suhu tubuh, maka kelenjer ekrin akan bekerja dengan mengeluarkan air dan garam dari dalam tubuh, yang kita kenal sebagai keringat. Sedangkan bau tak sedap yang sering kita cium saat berkeringat, itu adalah hasil kerja dari kelenjar apokrin. Kelenjar ini bekerja mengangkut keringat yang mengandung sekresi lemak dan protein dari dalam tubuh ke permukaan tubuh. Nah, lemak dan protein inilah yang nantinya bereaksi dengan bakteri yang kemudian menciptakan bau badan.Fungsi deodoran adalah untuk mencegah bau badan. Pada umumnya, deodoran mengandung triklosan yang bersifat sebagai anti-bakteri, sehingga dapat mencegah pertumbuhan bakteri penyebab bau yang tidak sedap. Namun, kandungan yang terdapat pada deodoran tidak dapat mencegah produksi keringat pada tubuh. Oleh sebab itu, pemakaian deodoran hanya dapat mencegah terhadinya bau badan, tapi tidak mencegah terjadinya keringat.

2. Antiperspirant

Jika deodoran dapat mencegah terjadinya bau tidak sedap, lain halnya dengan antiperspirant. Zat ini merupakan produk yang diklaim cukup ampuh dalam mencegah terjadunya keringat berlebih pada area ketiak. Nah, kedua bahan yang ada pada antiperspirant ini akan bekerja secara efektif dengan cara menyumbat kelenjar keringat yang terdapat pada daerah ketiak. Tak jarang, dalam produk antiperspirant juga terdapat kandungan astringentyang kuat guna menyegarkan area ketiak. Jadi, jika digunakan secara terpisah, deodoran akan membunuh bakteri penyebab bau badan, namun tidak menyelesaikan masalah keringat berlebih. Di lain sisi, antiperspirantakan menghentikan masalah keringat berlebih, namun tidak membunuh bakteri penyebab bau badan. Oleh sebab itu, beberapa produk seringkali menggabungkan keduanya guna menuntaskan dua permasalahan sekaligus dalam satu produk.

3. Apakah Deodoran dan Antiperspirant Aman Digunakan?

Sebagian orang bisa jadi memiliki sensitivitas tersendiri terhadap penggunaan antiperspirant atau deodoran, terutama pada area ketiak. Salah satu masalah yang paling umum terjadi adalah munculnya iritasi atau bisa juga biang keringat pada ketiak. Sensitivitas terhadap kedua produk ini umumnya disebabkan oleh bahan pewangi atau parfum yang ditambahkan ke dalam produk. Namun, bisa juga timbulnya reaksi disebabkan oleh adanya kandungan alkohol atau alumunium klorida pada produk deodoran maupun antiperspirant. Jadi, jika kulit kamu tergolong sensitif terhadap parfum atau bahan pewangi, atau bahkan memiliki riwayat penyakit eksim, sebaiknya pilihlah produk antiperspirant atau deodoran yang jelas sudah diklaim fragrance free dan alcohol free.

Baca Juga: Ketiak Mudah Iritasi? Yuk, Coba 5 Rekomendasi Deodoran Vegan yang Dikenal Lebih Aman untuk Kulit!

Artikel Selanjutnya
Ragam Pilihan Serum Niacinamide untuk Atasi Masalah Hiperpigmentasi
Artikel Selanjutnya
Review: Make Over Highlight and Contour Stick Duo yang Praktis