Sukses

Beauty

Endocrine Disrupting Chemicals, Bahan Kimia Berbahaya dalam Produk Kecantikan yang Harus Dihindari

Fimela.com, Jakarta Ramainya orang-orang yang beralih ke produk kecantikan dengan bahan alami atau organik memang bukan tanpa alasan. Penggunaan bahan kimia untuk produk kecantikan, baik itu makeup dan produk skin care, memang dikenal dapat membahayakan kesehatan kulit serta tubuh secara keseluruhan. Terdapat salah satu jenis bahan kimia yang paling sulit untuk dihindari dalam produk kecantikan, tetapi sangat membahayakan untuk tubuh, khususnya perempuan karena dapat mempengaruhi hormon pada perempuan. Apa jenis bahan kimia yang dimaksud serta zat kimia apa saja yang tergolong di dalamnya? Simak pembahasannya di bawah ini.

Bahan Kimia yang Berbahaya untuk Hormon dalam Tubuh Manusia

Endocrine disrupting chemicals atau EDC adalah zat kimia yang dapat mengganggu fungsi hormon normal pada manusia atau hewan. Jika sering terpapar EDC secara terus menerus, hal ini dapat membahayakan kesehatan karena EDC dapat meniru hormon alami tubuh sembari menghancurkan hormon yang normal, seperti estrogen, yang mengakibatkan masalah persinyalan internal dan memicu kematian sel prematur. Walaupun ada jenis alami yang ditemukan pada tanaman, seperti kedelai (dikenal sebagai fitoestrogen), sebagian besar senyawa EDC berasal dari bahan kimia sintetis. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh National Institute of Environmental Health Sciences, perempuan yang sering menggunakan produk kecantikan yang mengandung EDC lebih mudah terkena masalah kesehatan reproduksi wanita, termasuk masalah kesuburan, pubertas dini, dan penuaan dini reproduksi.

Baca Juga: Menyimpan Produk Skin Care pada Suhu Ruang yang Terlalu Panas, Adakah Efek Buruknya?

Zat Kimia yang Tergolong Sebagai Endocrine Disrupting Chemicals

Efek merugikan dari EDC ini telah dikenal luas di bidang medis, dan kini mulai banyak dibicarakan di industri kecantikan. Berikut ini adalah 5 zat kimia yang tergolong dalam EDC yang harus kamu hindari:

1. Paraben

Sejauh ini, salah satu EDC yang paling kontroversial adalah paraben. Paraben umumnya digunakan sebagai bahan pengawet pada produk perawatan tubuh serta kosmetik karena dapat mencegah pertumbuhan bakteri. Bahan kimia sintetis ini terbukti memiliki sifat seperti estrogen dan dapat meniru hormon estrogen dalam tubuh manusia. Tak hanya itu, paraben dapat terserap dengan mudah melalui kulit, darah, dan sistem pencernaan. Sebuah studi medis di tahun 2012 turut menjelaskan bahwa paraben dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Cara menghindarinya: Paraben biasanya muncul dalam bentuk methyl-, ethyl-, propyl-, isopropyl- dan butylparaben. Agar semakin aman, carilah produk yang berlabel “bebas paraben.”

2. Oxybenzone

Oxybenzone merupakan turunan dari benzophenone dan biasa digunakan dalam produk kecantikan seperti lip balm, sunscreen, dan cat kuku untuk melindungi produk dari sinar UV. Bahan kimia ini sangat mudah diserap oleh tubuh, dan dalam jumlah yang tinggi dapat bersifat persisten dan beracun (PBT). Hasil penelitian menemukan bahwa oxybenzone dapat menyerap jauh ke dalam darah manusia, bahkan telah ditemukan dalam ASI. Bahan kimia ini terkait dengan kanker, gangguan endokrin, serta toksisitas sistem organ manusia.Cara menghindarinya: Hindari produk kecantikan yang mengandung benzophenone dan turunannya (BP2 dll), oxybenzone, sulisobenzone. Untuk produk sunscreen, pilihlah yang mengandung titanium dioxide.

3. Resorcinol

Resorcinol merupakan EDC yang sering digunakan sebagai pengawet, antiseptik dan desinfektan pada produk pewarna rambut, shampoo, serta produk perawatan topikal untuk mengobati jerawat, eksim, dan psoriasis. Dalam dosis yang tinggi, resorcinol termasuk zat beracun dan dapat mengganggu fungsi sistem saraf pusat dan menyebabkan masalah pernapasan. Resorcinol juga terbukti mengganggu sistem endokrin atau hormon, khususnya fungsi tiroid.Cara menghindarinya: Resorcinol biasanya muncul di label produk sebagai resorcinol, 1,3-benzenediol, resorcin, 1,3-dihydroxybenzene (m-hydroxybenzyl, m-dihydroxyphenol). Hindari produk yang mengandung zat ini.

4. Triclosan

Triclosan umumnya digunakan sebagai bahan aktif, pengawet dan agen anti-bakteri yang ditemukan dalam produk deodoran, sabun anti-bakteri, obat kumur, dan pasta gigi. Tes pada mamalia dan hewan lainnya telah menunjukkan berbagai efek mengganggu hormon dan endokrin yang disebabkan oleh triclosan. Penggunaan triclosan secara masif pada produk kecantikan telah menimbulkan kekhawatiran mengenai efeknya terhadap manusia dan lingkungan, seperti gangguan endokrin, bioakumulasi, dan munculnya bakteri yang resisten terhadap antibodi dan produk anti-bakteri.

Cara menghindarinya: Hindari produk kecantikan yang mengandung triclosan (TSC) dan triclocarban (TCC)

5. Phthalates

Berbicara tentang phthalates, mungkin sudah pernah mendengar bahaya dari salah satu turunannya, yaitu Bisphenol-A (BPA) yang ditemukan di lapisan kaleng aluminium, botol plastik, dan mainan. Rupanya, phthalatesterkadang masih digunakan untuk produk kecantikan, dan yang paling bahaya lagi, bahan ini biasanya tidak dicantumkan pada label. Jenis yang paling umum ditemukan pada produk kecantikan adalah diethyl phthalate(DEP) yang digunakan sebagai pelarut cat kuku, wewangian, dan parfum. Bahan kimia berbahaya yang terkait dengan gangguan endokrin, toksin untuk sistem reproduksi, serta dapat memicu kanker ini telah dilarang untuk produk kecantikan yang beredar di Uni Eropa dan Australia.

Cara menghindarinya: Baca label pada produk kuku, dan pilih opsi yang tidak mengandung DEP. Beberapa label produk kuku mengindikasikan bahwa produk tersebut ‘bebas phthalates’. Produk kecantikan lainnya yang mencantumkan ‘wewangian’ pada labelnya harus dihindari untuk mencegah kemungkinan terpapar phthalates.

Baca Juga: Cek Kandungan Bahan Kimia dalam Kosmetik Kesayangan

Loading
Artikel Selanjutnya
Pendapat Ahli Mengenai Kopi Memicu Jerawat
Artikel Selanjutnya
Rekomendasi Warna Lipstik yang Sesuai dengan Zodiakmu