Sukses

Beauty

Alasan Sahabat Fimela Perlu Menghindari Skincare dengan Kemasan Plastik

Fimela.com, Jakarta Beberapa tahun belakangan ini, penggunaan plastik dalam berbagai bidang kehidupan mulai dikurangi secara besar-besaran. Hal ini dikarenakan plastik merupakan bahan yang sulit terurai, sehingga dapat menimbulkan potensi yang tidak hanya merugikan makhluk hidup, tetapi juga pencemaran lingkungan. Hal yang paling sederhana dilakukan adalah membawa botol minum sendiri untuk menghindari pembelian air mineral yang dikemas dalam botol plastik. Rupanya, bahaya dari plastik tidak hanya berhenti sampai di air minum kemasan saja. Plastik yang biasanya digunakan untuk mengemas produk skin care kamu ternyata juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Apa alasannya?

Mengandung Phthalates dan BPA

Plastik seringkali menjadi pilihan utama dalam mengemas produk skin care karena harganya murah serta memiliki bobot yang ringan. Namun, masalah dengan kemasan plastik adalah kemampuannya untuk melepaskan bahan kimia berbahaya ke dalam bahan yang dikemas. Kemasan plastik konvensional untuk kosmetik biasanya mengandung salah satu dari dua bahan kimia, polyvinyl chloride plastics (PVC) yang mengandung phthalates, atau polycarbonate plastics yang mengandung bahan kimia yang disebut bisphenol-A (BPA).

Baik phthalates dan BPA dikenal sebagai endocrine disrupting chemicals, yang berarti jika kedua zat ini masuk ke dalam aliran darah, mereka dapat mengubah proses-proses terkait hormon dalam tubuh. Sebuah penelitianmenunjukkan bahwa kedua bahan kimia ini bertindak sebagai xenoestrogen, di mana mereka dapat meniru hormon di dalam tubuh khususnya hormon estrogen. Hal ini berpotensi membahayakan tubuh dengan sejumlah efek kesehatan yang merugikan, mulai dari ketidakseimbangan hormon, gangguan fungsi tiroid, hingga infertilitas.

Bahaya Kemasan Plastik

Produk skin care dengan kemasan plastik berisiko tinggi karena phthalates dan BPA bisa masuk ke dalam produk seiring berjalannya waktu. Hal ini dikarenakan kebanyakan produk skin care mengandung berbagai bahan seperti minyak, alkohol, dan pelarut yang dapat mempercepat proses penguraian plastik, menghasilkan bahan kimia di dalam plastik, terutama phthalates dan BPA, yang dapat bergabung menjadi satu dengan produk tersebut. Saat kamu menggunakan produk skin care tersebut, memang formula yang baik akan menyerap ke dalam lapisan kulit kamu, tetapi begitu juga bahan kimia berbahaya yang tersembunyi di dalamnya.

Karena itulah, kaca dianggap sebagai kemasan untuk produk kecantikan, terutama skin care. Kaca dapat bersifat sebagai pengawet alami karena berfungsi sebagai sealant atas kondisi suhu dan iklim di luar. Selain itu, botol kaca yang buram dapat melindungi produk skin care dari ekspos yang berlebihan terhadap cahaya serta meningkatkan umur simpan dari produk tersebut. Produk yang mengandung bahan alami, seperti ekstrak buah dan minyak alami, juga paling baik dikemas dalam botol kaca agar semakin awet dan tidak merusak kandungannya. Jika produk skin care kamu saat ini masih menggunakan kemasan plastik, pastikan terlebih dahulu bahwa kemasannya memiliki tkamu bebas BPA atau bebas phthalates. Namun, sebisa mungkin pilihlah produk skin care dengan kemasan botol kaca.

Baca Juga: Kulit Terasa Perih Saat Mengaplikasikan Produk Skin Care? Bisa Jadi Ini Sebabnya!

Loading
Artikel Selanjutnya
Tips agar Wangi Parfum Lebih Awet dan Tahan Lama
Artikel Selanjutnya
Jangan Dibuang, Minyak Zaitun Kedaluwarsa Bisa Jadi Makeup Remover!