Sukses

Beauty

Mengenal Perawatan Eksfoliasi Berdasarkan Tipe Kulit wajah

Fimela.com, Jakarta Untuk menjaga kulit tetap bersih, sehat dan bebas masalah, ternyata melakukan double cleansing saja tidaklah cukup. Sahabat Fimela tetap perlu secara rutin melakukan eksfoliasi untuk benar-benar memastikan kotoran, minyak dan sel kulit mati terangkat hingga ke dalam pori-pori sehingga tidak menimbulkan masalah seperti jerawat. Namun, supaya tidak menimbulkan reaksi maupun efek negatif pada kulit, harus melakukan eksfoliasi menggunakan jenis produk dan cara yang tepat sesuai dengan kondisi dan tipe kulit. Coba cek dulu, apakah eksfoliasi yang dilakukan sudah tepat sesuai dengan tipe kulitmu?

Kulit Sensitif

Seseorang yang memiliki kulit sensitif sekalipun tetap perlu melakukan eksfoliasi secara rutin. Namun dalam prosesnya harus dilakukan dengan benar agar tidak menimbulkan reaksi negatif atau iritasi pada kulit. Hindari mengeksfoliasi wajah menggunakan produk yang mengandung scrub ataupun menggunakan cleansing brush, karena bisa merusak kulit serta membuat kulit iritasi. Gunakan produk yang bisa mengeksfoliasi kulit dengan lembut dan mengandung lactic acid. Kandungan lactid acid yang terdapat dalam produk eksfoliasi tidak hanya akan membersihkan kulit sensitifmu dengan lembut dan maksimal, tetapi juga dapat menghidrasi serta menjaga kelembapan kulit. Lakukan eksfoliasi satu minggu sekali dan pastikan mengaplikasikan pelembap setelah eksfoliasi.

Baca Juga: Ini 5 Tanda yang Muncul di Kulit kamu Akibat Eksfoliasi Berlebihan

Jenis kulit lainnya

Kulit Berminyak

Nah, bagi pemilik kulit berminyak, meski tidak ada aturan pasti tentang berapa kali baiknya mengeksfoliasi, tetapi beberapa dermatolog menyarankan untuk melakukan eksfoliasi sebanyak 2-3 kali seminggu. Tentunya angka ini akan berbeda di tiap orang. Mengingat jenis kulit berminya juga memiliki jenis berbeda seperti berminyak dan rentan berjerawat, kulit berminyak dan kulit normal cenderung berminyak. Selain itu aktivitas harian kamu juga turut memberi pengaruh pada kapan waktu yang tepat untuk melakukan eksfoliasi, seperti apakah kamu banyak menghabiskan waktu di ruangan dengan kondisi berminyak, seperti dapur restoran, atau di tempat yang cenderung kering? Untuk mendapat spesifikasi berapa sering kamu melakukan ekfoliasi, tentu perlu menanyakan pada ahlinya untuk mendapatkan perawatan yang sesuai.

Proses eksfoliasi sendiri sangat dibutuhkan oleh pemilik kulit berminyak, pasalnya produksi minyak berlebih yang tidak dibersihkan dengan maksimal bisa menumpuk dan menyumbat pori-pori, yang kemudian akan memicu timbulnya jerawat dan juga komedo. Untuk bisa mengeksfoliasi kulit berminyak dengan maksimal, kamu bisa menggunakan produk yang memiliki kandungan salicylic acid.

Kulit berminyak juga lebih cenderung toleran terhadap proses eksfoliasi selain tipe kulit yang lain. Namun, perlu hati-hati dan memastikan tidak terlalu sering dan berlebihan dalam melakukan eksfoliasi karena akan memicu timbulnya beragam efek negatif pada kulitmu.

Kulit Kering

Kondisi kulit yang cenderung kering harus secara rutin dieksfoliasi supaya tidak ada penumpukan kotoran serta sel kulit mati di permukaan kulit yang dapat menghambat proses penyerapan produk skin care yang sedang digunakan seperti serum, essence atau pelembap. Tak hanya itu, kulit kering yang jarang dieksfoliasi akan bertambah kering dan menjadi kusam. Karenanya, kamu perlu memastikan menggunakan produk dan cara yang tepat agar hasilnya maksimal. Hindari produk dengan kandungan retinoids atau benzoyl peroxide karena akan membuat kulit semakin kering. Sama seperti kulit sensitif, pemilik kulit kering juga perlu menggunakan produk yang dapat mengeksfoliasi dengan lembut seperti kandungan glycolic acid atau lactic acid. Tak perlu berlebihan dalam melakukan eksfoliasi karena kebiasaan tersebut justru akan membawa efek buruk untuk kulitmu.

Baca Juga: 5 Kunci Melakukan Eksfoliasi Wajah Tanpa Merusak Kulit

Kulit Kombinasi

Kadang mungkin merasa serba salah ketika harus melakukan eksfoliasi pada kulit kombinasi. Alasannya adalah karena kulit kombinasi cenderung bisa berubah-ubah yakni bisa sangat kering atau berminyak di area tertentu. Tak perlu bingung, karena Sahabat Fimela bisa mengombinasikan dua produk yang berbeda untuk wajah. Gunakan produk yang lembut untuk mengeksfoliasi area kulit yang kering, lalu gunakan produk dengan kandungan yang lebih kuat untuk mengeksfoliasi area kulit yang berminyak, khususnya di area t-zone. Kulit kombinasi masih dapat menerima produk eksfoliasi yang mengandung glycolic acid atau salicylic acidkhususnya untuk mengeksfoliasi area kulit yang cenderung berminyak. Selain itu kamu juga bisa menggunakan produk yang mengandung scrub untuk memaksimalkan hasilnya dalam mengangkat sel kulit mati dan mengatasi minyak berlebih.

Baca Juga: Over Eksfoliasi? Lakukan 4 Langkah Ini Untuk Mengobati Kulitmu!

Perawatan kulit berjerawat

Kulit Berjerawat

Pemilik tipe kulit acne-prone perlu memerhatikan beberapa hal dalam melakukan eksfoliasi supaya tidak membuat kondisi kulit yang sedang berjerawat tidak menjadi semakin parah. Selain memilih produk eksfoliasi kimia (chemical exfoliation) dengan kombinasi kandungan glycolic acid, lactic acid atau salicylic acid, pastikan kamu tidak menggunakan physical eksfoliator dengan scrub karena akan membuat jerawat menjadi semakin parah. Selain itu, kamu bisa menggunakan produk yang juga mampu membantu menghilangkan bekas jerawat. Lakukan eksfoliasi dengan hati-hati, serta hindari penggunaan alat eksfoliasi reusable karena bisa menjadi sarang bakteri yang dapat memicu timbulnya jerawat baru.

Baca Juga: Bingung Memilih Eksfoliator? Ini Dia Jenis Eksfoliator yang Cocok untuk Jenis Kulitmu

Loading
Artikel Selanjutnya
5 Tips Membersihkan Rumah Usai Banjir Jakarta Surut
Artikel Selanjutnya
Pop Shop BT21 di Jakarta Terbesar Se-Asia Tenggara, Yuk Intip