Sukses

Beauty

Tak Disadari Kebiasaan Ini Dapat Merusak Keindahan Kuku

ringkasan

  • Kebiasaan mengikis cat kuku dengan tangan
  • Menggunakan kuku untuk melakukan pekerjaan sulit
  • Tidak menggunakan kuteks lapisan dasar

Fimela.com, Jakarta Menjaga kesehatan kuku bukan hanya bermanfaat bagi estetika semata, tetapi juga untuk kesehatan tubuh secara umum. Sebagai salah satu organ terkecil, kuku bisa menjadi fokus utama kala baru saja menerima treatment dan diwarnai. Namun tak jarang pula kuku menjadi bagian yang terabaikan karena kebiasaan-kebiasaan buruk yang tidak segera dihentikan. Tanpa disadari kegiatan sehari-hari yang dilakukan dapat menjadi penyebab kerusakan kuku. Jika itu sudah terjadi maka akan sulit untuk kembali memperbaiki keadaan kuku ke kondisi semula. Karena itu ada baiknya kamu menyimak kebiasaan-kebiasaan buruk berikut, agar bisa dihindari.

Kebiasaan mengikis cat kuku dengan tangan

Kebiasaan ini memang terlihat remeh, namun sebenarnya mengikis cat kuku dengan tangan berpotensi merusak kuku dengan tahap kerusakan yang cukup buruk. Saat mengikis cat kuku, Sahabat Fimela tak hanya menghilangkan kuteks namun juga lapisan teratas kuku. Lapisan teratas kuku ini terdiri dari kumpulan sel bernama onychocytes yang saling merekatkan diri dan membentuk satu lapis pelindung layaknya kulit ikan. Jika lapisan ini hilang, kuku akan menjadi lebih lemah dan mudah retak.

Menggunakan kuku untuk melakukan pekerjaan sulit

Dengan karakternya yang tidak sekuat organ lain, kuku tidak dimaksudkan untuk melakukan aktivitas yang memiliki risiko merusak bagian kuku, seperti membuka kaleng soda, tutup botol, atau menarik ritsleting. Kamu tak pernah tahu kapan kuku akan bengkok atau patah saat berusaha melakukan aktivitas berat. Tentunya dirimu tak mau memiliki kuku yang luka, bukan?

Menggigiti kuku

Menggigit kuku merupakan kebiasaan paling buruk namun paling sering ditemui. Potensi perpindahan bakteri dari kuku ke mulut sangatlah tinggi jika tidak segera menghentikan kebiasaan ini. Selain itu, bagian kuku dapat berdarah dan kuman bisa mudah masuk ke dalam sela-sela kuku untuk menyebabkan infeksi pada kuku.

Baca juga: Bisa Berbahaya, Yuk Kurangi Kebiasaan Menggigit Kuku dengan Cara Ini!

Tidak menggunakan kuteks lapisan dasar

Menggunakan base coat atau kuteks lapisan dasar sebelum mengaplikasikan cat kuku merupakan tahapan paling penting saat berkreasi dengan nail art. Hal ini karena kuteks base coat merupakan tameng pertama bagi kuku dari berbagai zat kimia yang terkandung di dalam kuteks. Tanpa base coat, kuteks dapat meninggalkan warna di lapisan kuku bahkan setelah dibersihkan. Selain itu, base coat juga berguna untuk menjaga kuku dari kehilangan kelembapan alaminya.

Kerap memakai akrilik dan gel untuk nail art

Menggunakan nail art memang bisa memberikan efek berbeda pada tampilan tangan. Hasil akhirnya pun akan membuat jari-jarimu terlihat semakin cantik. Namun efek dari menggunakan gel dan akrilik yang terlalu sering digunakan saat melakukan nail art terbilang kurang baik. Untuk mengaplikasikan kedua bahan tersebut, petugas yang akan menghias kuku kamu harus mengkilapkan kuku berkali-kali dengan buff. Teknik ini akan menipiskan kuku dan membuatnya rapuh.

Memotong kutikula

Untuk mendapatkan hasil nail art yang optimal seringkali harus membersihkan kutikula. Hal ini memang dapat menambah nilai estetika, tetapi sayangnya berdampak buruk pada kesehatan kuku. Tak mau kan kalau kukumu terlihat seperti keripik kentang? Alih-alih menghilangkannya, Sahabat Fimela dapat merawat kutikula dengan mengaplikasikan minyak kutikula untuk mengembalikan kelembutannya. Hal ini penting untuk dilakukan karena kutikula merupakan pelindung kuku dari jamur dan bakteri.

Baca juga: Beragam Manfaat Minyak Buah Baobab bagi Kecantikan Kulit, Kuku, dan Rambut

Simak Video di Bawah Ini

#GrowFearless with Fimela

Loading
Artikel Selanjutnya
Tips Merawat Kulit di Tengah Kabut Asap Menurut Ahli
Artikel Selanjutnya
7 Pilihan Sunscreen SPF 50 dengan Harga di Bawah Rp200.000