Sukses

Beauty

Penyebab Ketiak Mengalami Breakout Saat Menggunakan Deodoran Berbahan Alami

ringkasan

  • Periksa Label pada Deodoran Naturalmu
  • Menggunakan Deodoran di Saat yang Kurang Tepat
  • Mengatasi Ketiak Iritasi Akibat Deodoran Berbahan Natural

Fimela.com, Jakarta Tren untuk beralih ke produk-produk berbahan alami tampaknya mulai banyak diadopsi mengingat produk dengan label natural memiliki beberapa keunggulan. Seperti tidak merusak lingkungan dalam proses pembuatan, serta produk berbahan alami dan organik cenderung tidak menimbulkan iritasi saat digunakan.

Konsistensi tren natural dan organik ini membuat semakin banyak brand yang merambah produk berbahan alami tak terkecuali untuk deodoran. Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan terutama bagi kamu yang mulai beralih pada deodoran berbahan alami. Tak jarang mereka yang mulai mengganti produk deodoran berbahan natural akan mengalami ruam di area ketiak. Meski terjadi karena perubahan kulit yang tengah beradaptasi dengan produk baru, tetapi kamu tetap perlu memberikan perhatian pada masalah ini. Terlebih jika kemudian timbul jerawat dan jerawat batu (jerawat sistik) di kulit ketiak kamu setelah mulai menggunakan deodoran natural. Lalu apa yang menjadi penyebab kulit ketiak mengalami breakout?

Periksa Label pada Deodoran Naturalmu

Meski memiliki klaim natural, kamu tetap harus memeriksa label bahan pada deodoran yang digunakan. Deodoran natural dan organik memang tidak menggunakan bahan-bahan kimia seperti layaknya deodoran non natural, tapi bukan berarti tidak ada bahan yang dapat membuat kulitmu iritasi. Bisa saja kulit ketiakmu memiliki alergi pada bahan alami yang menjadi komposisi deodoran tersebut.

Selain itu, beberapa deodoran natural juga cenderung mengandung baking soda dan minyak kelapa dalam komposisinya yang meski mengandung antioksidan, tapi masuk dalam golongan kandungan yang tinggi kadar alkalinenya. Sementara minyak kelapa memiliki potensi menyumbat pori-pori. Kadar alkaline yang tinggi pada baking soda dapat mengganggu keseimbangan level pH jika digunakan terlalu banyak. Minyak kelapa di lain sisi, jika digunakan secara topikal memiliki potensi untuk menutupi pori-pori tempat folikel rambut berdiam. Padahal ketiak adalah salah satu area yang memiliki konsentrasi folikel rambut yang tinggi.

Menggunakan Deodoran di Saat yang Kurang Tepat

Jika kamu memiliki kebiasaan langsung menggunakan deodoran berbahan alami setelah mencukur bulu ketiak atau sebelum tidur, sebaiknya segera hentikan kebiasaan ini. Kondisi ketiak yang baru saja dicukur menjadi sensitif, karena tidak ada filter yang melindungi pori-pori kulit ketiak sehingga bahan-bahan yang diaplikasikan secara topikal pada kulit akan langsung masuk ke dalam pori-pori. Jika terdapat bakteri, maka iritasi yang menimbulkan jerawat dan jerawat batu lebih mudah muncul. Tidur dengan menggunakan deodoran juga bukanlah hal yang baik, karena tumpukan bahan dari deodoran dapat membawa permasalahan pada kulit ketiakmu.

Mengatasi Ketiak Iritasi Akibat Deodoran Berbahan Natural

Jika area ketiak mengalami rasa tidak nyaman setelah menggunakan deodoran natural kamu bisa melakukan berbagai cara untuk mengatasinya. Salah satunya dengan menggunakan argan oil yang memiliki fungsi menenangkan dan menyembuhkan area ketiak yang sensitif. Sahabat Fimela bisa menuangkan argan oil ke tangan lalu pijat lembut di area ketiak.Selain itu jika khawatir kulit mengalami iritasi saat menggunakan deodoran berbahan natural, sebaiknya pilih deodoran natural yang punya komposisi aman dengan tidak memasukkan kandungan baking soda, maupun coconut oil.

Jika kondisi kulit ketiak semakin menimbulkan rasa tidak nyaman, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter ahli untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Baca juga: 4 Alasan Mengapa kamu Harus Mencoba Produk Kecantikan Organik Dari Sekarang

#GrowFearLess with Fimela

Loading
Artikel Selanjutnya
Tips agar Wangi Parfum Bertahan Lama
Artikel Selanjutnya
Manfaat Lemongrass bagi Kesehatan Kulit yang Perlu Diketahui