Sukses

Beauty

Kelebihan Serta Kekurangan Cleansing Oil dan Cleansing Balm

Fimela.com, Jakarta Cleansing oil dan cleansing balm adalah dua jenis pembersih yang umum digunakan sebagai first cleanser dalam tahapan double cleansing. Pada dasarnya, kedua jenis pembersih wajah ini memiliki fungsi yang serupa, yaitu untuk mengangkat makeup, sebum, debu, serta sisa skin care yang melekat pada kulit. Nggak cuma itu, cleansing oil dan cleansing balm pun sama-sama bersifat oil-based. Lantas, sebenarnya mana yang lebih baik di antara keduanya? Yuk, simak kelebihan dan kekurangannya di artikel ini!

Cleansing Oil

Cleansing oil merupakan pembersih wajah oil-based yang memiliki tekstur cair layaknya minyak. Jenis produk ini umumnya dikemas dalam botol pump, sehingga mudah untuk ditakar dan cenderung lebih higienis dalam pemakaiannya. Namun, karena teksturnya yang cair ini, cleansing oil memberikan kesan berantakan saat dipakai. Terlebih lagi jika kamu berusaha membersihkan heavy makeup dan membutuhkan cleansing oil dalam jumlah yang banyak.

Cleansing oil hadir dalam konsistensi yang cukup beragam, mulai dari yang sangat cair hingga yang kental. Saat dibilas, cleansing oil akan teremulsi oleh air dan berubah tekstur menjadi milky, sehingga dapat terangkat tanpa meninggalkan residu. Meski demikian, ada beberapa merek cleansing oil yang membutuhkan bantuan air hangat untuk membilasnya. Selain dapat digunakan sebagai pembersih wajah, cleansing oil juga dapat digunakan sebagai pembersih kuas makeup.

Cleansing Balm

Cleansing balm merupakan pembersih wajah oil-based yang memiliki tekstur semi padat seperti ointment. Produk ini umumnya dikemas dalam tube atau jar yang dilengkapi oleh spatula untuk mengambil produk. Cleansing balm tergolong lebih aman untuk dibawa bepergian karena mudah dipindahkan ke wadah lain, serta tidak rentan tumpah maupun bocor.

Berkat teksturnya yang lebih padat, cleansing balm tergolong lebih nyaman digunakan karena sebanyak apa pun produk yang digunakan, tidak akan menetes maupun mengalir ke tangan. Serupa dengan cleansing oil, cleansing balm juga akan teremulsi oleh air saat dibilas. Namun, ada merek cleansing balm tertentu yang teksturnya thick dan membutuhkan bantuan waslap untuk membersihkannya.

Antara cleansing oil dan cleansing balm, pilih yang mana?

Buatmu yang masih bingung memilih antara cleansing oil dan cleansing balm, saya akan memberikan sedikit pendapat yang didapatkan dari pengalaman pribadi. Saya memiliki jenis kulit kombinasi cenderung berminyak dan merasa sangat cocok dengan kedua jenis pembersih ini. Baik itu cleansing oil maupun cleansing balm, keduanya dapat mengangkat makeup dengan maksimal tanpa meninggalkan residu. Wajah pun jadi jauh lebih bersih saat menggunakan pembersih oil-based dibandingkan saat hanya menggunakan micellar water atau makeup remover.

Saya sudah menjadi pengguna cleansing oil sejak tiga tahun yang lalu. Beberapa produk yang jadi andalan saya, antara lain Biore Cleansing Oil, Kose Softymo Speedy Cleansing Oil, dan Kiehl's Midnight Recovery Botanical Cleansing Oil (best cleansing oil ever!). Menariknya, dua bulan terakhir saya baru saja dibuat jatuh cinta oleh cleansing balm setelah mencoba Clean it Zero Cleansing Balm dari Banila Co. varian Original. Awalnya saya enggan menggunakan cleansing balm karena takut menyebabkan breakout. Namun, cleansing balm ini teksturnya lembut dan gampang banget dibilas, sehingga tidak meninggalkan residu apa pun. Nggak cuma itu, cleansing balm juga enak banget buat membersihkan makeup mata karena teksturnya tidak mudah masuk ke mata.

Overall, cleansing oil dan cleansing balm dapat digunakan oleh jenis kulit apa pun. kamu hanya tinggal memilih tekstur mana yang lebih disukai, minyak atau balm? Pokoknya, sekali kamu menemukan produk yang pas, pasti tidak akan bisa lepas dari dua produk ini, deh!

#GrowFearLess with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
Tips Merawat Kulit di Tengah Kabut Asap Menurut Ahli
Artikel Selanjutnya
7 Pilihan Sunscreen SPF 50 dengan Harga di Bawah Rp200.000