Sukses

Beauty

Ketahui Alasan Kulit Menjadi Sangat Kering

Fimela.com, Jakarta Bagi kamu yang memiliki jenis kulit kering, mungkin sering mengeluhkan masalah kulit gatal, pecah-pecah, dan mudah terkelupas. Kondisi ini dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja. Meskipun tidak berbahaya, masalah kulit yang satu ini tetap saja mengganggu penampilan.

Penting bagi kamu untuk mengetahui apa yang menyebabkan kulit menjadi sangat kering. Bisa jadi hal itu dikarenakan oleh kebiasaanmu sendiri. Melansir dari self.com, berikut para ahli dermatologi mengungkap tentang penyebab kulit kering dan solusi untuk meredakannya agar tidak semakin parah.

Over-cleansing

Over-cleansing adalah alasan nomor satu mengapa kulit menjadi super kering. "Kulit memiliki penghalang alami, yang terdiri dari minyak, air, dan pelembab alami. Ketika kita mencuci kulit dengan pembersih atau sabun, itu dapat menghilangkan semua hydrator kulit yang baik," jelas Lily Talakoub, M.D., dokter kulit di McLean Dermatology and Skincare Center.

Inilah sebabnya mengapa ia merekomendasikan pembersih berbahan dasar minyak kepada pasiennya yang berurusan dengan serangan kulit kering dan merekomendasikan agar mereka hanya mencuci muka pada malam hari sebelum tidur.

Menggunakan air terlalu panas

Tahukah kamu bahwa mandi atau mencuci wajah dengan air panas dapat merusak penghalang alami? "Paparan berlebihan terhadap air panas dapat mengupas kulit dari minyak esensial yang menyebabkan iritasi dan peradangan. Air di pancuranmu harusnya sesuai dengan suhu kolam air panas, yakni kira-kira 84 derajat F," ujar Joshua Zeichner, M.D., direktur penelitian kosmetik dan klinis dalam dermatologi di Mount Sinai Medical Center. Dia juga merekomendasikan agar mandi maksimal 10 menit dan menepuk-nepuk kulit daripada menggosoknya untuk menghindari pengupasan kulit yang berlebihan.

Menggunakan pembersih yang mengganggu pH alami kulit

Secara alami, kulit kita sedikit asam. Keasaman ini adalah salah satu cara kulit kita dilindungi dari bakteri dan penyerang lingkungan lainnya. Sabun batangan memiliki pH basa yang dapat mengganggu lapisan kulit luar. Zeichner mengatakan, lebih baik menggunakan pembersih yang menyeimbangkan pH agar sesuai dengan pH kulit yang sedikit asam. Pilihan lain adalah menemukan pembersih dengan surfaktan yang secara efektif menghilangkan kotoran tanpa merusak lapisan kulit luar. Zeichner merekomendasikan Neutrogena Ultra Gentle Foaming Cleanser yang mengandung polimer yang dapat mencegah bahan pembersih tidak menembus ke dalam dan mengiritasi kulit.

Eksfoliasi berlebihan

Eksfoliasi adalah langkah penting dalam rutinitas perawatan kulit tetapi bisa saja kamu melakukannya secara berlebihan. Para ahli merekomendasikan untuk mengeksfoliasi kulit maksimal dua kali seminggu dan bahkan lebih sedikit dari itu untuk yang memiliki kulit kering. "Jika kamu melakukan eksfoliasi, penting untuk mengisi kembali minyak dan kelembaban yang hilang dari kulit," ujar Talakoub. Pilih pelembab yang lebih banyak mengandung minyak daripada air seperti Drunk Elephant Virgin Marula Luxury Facial Oil. Kamu bisa mengaplikasikannya tepat di atas pelembab harian untuk membantu menyegel hidrasi.

Kurang minum

Mungkin terdengar sederhana tetapi kurang minum ternyata dapat membuat kulit kering karena dengan minum yang cukup kamu akan mendapatkan air yang diperlukan agar tetap terhidrasi. "Hidrasi yang tepat dengan air penting untuk menjaga cairan bergerak secara efisien melalui kapiler. Kamu akan lebih mudah mengalami dehidrasi ketika tidak menjadikan minum sebagai prioritas atau ketika cuaca di luar dingin dan air menguap lebih cepat," ujar Engelman.

#ChangeMaker

Penulis: Rafinda Eki Puspitasari

Loading
Artikel Selanjutnya
Langkah Perawatan Kulit yang Tepat Sebelum Menggunakan Makeup
Artikel Selanjutnya
5 Kesalahan yang Membuat Rambut Jadi Lebih Berminyak