Sukses

Beauty

4 Cara Menghilangkan Jamur Kulit Secara Alami dengan Bumbu Dapur

Fimela.com, Jakarta Suhu lembap di area lipatan tubuh membuat produksi keringat menjadi lebih banyak. Banjiran keringat yang tidak dikeringkan, berpotensi tumbuh jamur di area kulit tersebut.

Pertumbuhan jamur yang semakin besar akan menimbulkan rasa gatal yang mengganggu aktivitas. Ditandai dengan bercak putih atau ruam pada kulit. Oleh sebab itu, kamu harus tetap menjaga kondisi kulit agar tetap kering.

Namun jika sudah terlanjur tumbuh jamur, bisa diatasi secara alami menggunakan bumbu dapur. Bumbu dapur apa saja yang bisa digunakan untuk mengatasi jamur?

1. Kunyit

Dikenal sebagai obat antiperadangan, kunyit memiliki kandungan yang disebut kurkumin yang memiliki sifat antimikroba. Penggunaan kunyit secara rutin dapat mengatasi jamur pada bagian tertentu. Kamu hanya perlu menghaluskan kunyit lalu campurkan sedikit dengan air dan atau minyak kelapa. Oleskan pada bagian kulit yang terinfeksi jamur dan diamkan beberapa menit.

2. Minyak kelapa

Dengan sejumlah zat yang dikandungnya, minyak kelapa dapat membantu menyembuhkan infeksi kulit. Kamu hanya cukup mengoleskan minyak kelapa pada area yang terkena jamur sebanyak tiga kali sehari.

3. Bawang putih

Secara efektif bawang putih bisa melawan jamur dan bakteri lain yang menyerang kulit. Potong bawang putih lalu oleskan pada kulit yang terinfeksi jamur. Kamu juga bisa menghaluskan sedikit bawang putih lalu campurkan dengan minyak zaitun. Biarkan selama dua jam sebelum dibilas hingga bersih.

4. Cuka sari apel

Sifat antijamur cuka sari apel dapat membantu mengobati gatal dan kering pada kulit berjamur. Kandungan cuka sari apel mengatur pertumbuhan ragi dengan menetralisir pH. Oleskan cuka sari apel di area yang terinfeksi menggunakan kapas. Ulangi proses hingga tiga kali sehari. Bilas setelah 15 menit.

Simak video berikut ini

#changemaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
4 Cara Mengatasi Milia dengan Secara Alami
Artikel Selanjutnya
Tips Kecantikan Mengatasi Masalah Dehidrasi pada Kulit di Masa Pandemi