BEAUTY & HEALTH

Riset: Gemar Makeup Bantu Atasi Stress dan Depresi, Setuju?

By Monica Dian   -   15 Maret 2017

Bagi perempuan, mengatasi stress dan depresi bisa dilakukan hanya dengan duduk di depan cermin, yakni dengan berdandan dan melakukan rutinitas kecantikan harian.

Masih ingat dengan sosok beauty YouTuber Talia Castellano yang meninggal karena kanker? Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, remaja 13 tahun ini sempat jadi perbincangan karena saat ia divonis menderita kanker (dengan kepalanya yang botak), ia masih aktif beraksi di depan kamera membagikan tutorial makeup. Membuktikan bahwa meski tengah berada dalam kondisi kritis yang buat frustasi dan depresi, makeup jadi semacam ‘obat’ yang menghibur.  

Berdasarkan sebuah penelitian, makeup dan dunia kecantikan dapat membantu perempuan mengatasi stress, depresi, insecurity, dan masalah mental lainnya. Rutinitas kecantikan yang sejatinya tak terpisahkan dari kaum hawa nyatanya memiliki fungsi kognitif terapi bagi otak yang ‘tegang’. Berikut paparan alasannya.

1. Bagi penderita depresi, pergi keluar dan bertemu dengan banyak orang bisa menjadi ‘ancaman’. Dengan melakukan persiapan, seperti mandi memakai produk favoritnya dan berdandan untuk mempercantik diri, mereka akan merasa lebih bersemangat dan percaya diri memulai hari.

2. Bagaimanapun, rutinitas kecantikan membuat penderita depresi jadi menyadari kembali keistimewaan dirinya. Perawatan diri biasanya sering dihiraukan ketika seseorang dilanda frustasi. Dengan memanjakan tubuh dan bermain dengan warna-warna makeup, orang tersebut seperti kembali menemukan harapan.

3. Proses perawatan diri dan berdandan akan mendominasi isi otak sehingga penderita depresi dapat lupa sejenak dengan permasalahan yang menghantui pikirannya.

4. Saat berdandan, kita ingin hasil yang sempurna. Misal, base makeup yang flawless serta menyesuaikan warna lipstik dengan warna outfit. Keinginan tampil sempurna secara fisik seperti ini memberi kita tujuan – yang biasanya ditampik ketika kita mengalami stress karena cenderung ingin mengabaikan segala hal.

5. Ritual kecantikan yang dilakukan berulang-ulang membuat kita ‘penasaran’ akan hasil yang didapat. Misal, ketika kita mencoba produk skincare tertentu. Kita akan bersemangat memakainya untuk melihat hasilnya pada wajah. Ritual kecantikan yang berulang inilah yang membuat penderita depresi tak ingin menyerah dengan tubuhnya.  

Melihat fakta ini, semakin terasa masuk akal mengapa banyak perempuan yang menerjunkan dirinya sebagai beauty enthusiast dan beauty creator di media sosial. Karena dunia kecantikan membantu kita para perempuan atasi stress dan depresi. Tentu, makeup meningkatkan penampilan, tapi poin paling penting sebenarnya adalah perasaan bahagia saat ber-makeup kini menjadi sumber bahagia semakin banyak perempuan. Makeup is fun and entertaining.

What do you think?

Write Your Comment

Articles you might be interested in

You don't want to Miss

Sering alami masalah kesehatan atau berat badan yang bertambah? Mungkin karena kebiasaan mengonsumsi gula yang berlebih.
Perempuan akan suka diberi hadiah Valentine yang ini.