Sukses

Entertainment

A Good Day To Die Hard: Bruce Willis Belum Terlalu Tua Untuk Aksi Laga

Next

die1

Hollywood memiliki beberapa franchise film laga yang jadi jaminan sesi menonton seru di bioskop. Dari sekian banyak, tentu Transformers, Rambo, Fast and Furious, Mission Impossible, franchise Bourne, dan Die Hard masih jadi yang terfavorit hingga kini. Dalam rentang waktu beberapa tahun selalu ada ‘lanjutan’ dari film-film itu. Karena memang mereka sukses secara komersil, dan karakter-karakter di dalamnya selalu dirindukan.

Setelah 25 tahun, Die Hard masih digemari. Karakter John McClane yang dipopulerkan aktor Bruce Willis menjadi daya tarik sendiri. Belum lagi dengan semua masalah yang selalu mengejarnya (dalam hal ini penjahat-penjahat yang selalu tanpa sengaja berpapas jalan dengannya). He’s a magnet for trouble yet a juicy invitation for a whole lot of action. If you’re talking about John McClane, maka kita berbicara mengenai kekerasan, pertumpahan darah, dan kehancuran di mana-mana.

Sama halnya dengan di film kelima ini. John McClane harus pergi ke Rusia, mengejar anak laki-lakinya yang tertimpa masalah. Masalah sangat serius. Namun juga menyimpan rahasia sendiri. Kedua anak John McClane sejauh ini hanya muncul di film pertama dan kedua, itu 20 tahun lebih yang lalu. Anak perempuan McClane muncul di film keempat. Diperankan aktris Mary Elizabeth Winstead. Di film kelima, giliran anak laki-laki yang muncul. Diperankan oleh Jai Courtney.

Jai yang baru berusia 27 tahun ini adalah ekspor berikutnya dari Australia yang memang terkenal menghasilkan aktor dan aktris papan atas di Hollywood. “A Good Day to Die Hard” sendiri adalah film blockbuster kedua bagi Jai. Sebelumnya ia berbagi peran dengan Tom Cruise di “Jack Reacher.” Dalam sebuah wawancara untuk Huffington Post, Jai mengaku ia sendiri terkejut bisa muncul di kedua film besar itu back to back (karena sebelumnya ia hanya berolah peran di layar televisi).

“A Good Day to Die Hard” adalah sebuah laga klasik sebenarnya. Perjalanan John McClane yang sebenarnya berniat mencari sang anak laki-laki yang dikira hidup tidak benar, berbuntut pengejaran panjang dengan kerusakan di mana-mana. Insting seorang ayah membuat John McClane terbang ke Eropa demi si anak. Hari pertamanya di Rusia disambut dengan ledakan besar di sebuah gedung pengadilan dan akhirnya bertemu dengan John McClane Jr (Jack McClane).

Next

hard1

Manisnya, “A Good Day to Die Hard” bisa jadi kesempatan buat Fimelova yang sedang mencari film bertema ayah dan anak laki-lakinya. Jack diceritakan tidak begitu akur dengan si ayah (karena merasa ditinggal terus menerus semasa kecil). Sehingga, ia tidak pernah memanggil si ayah dengan panggilan sepantasnya, melainkan dengan nama depan saja. Merasa si ayah menghambat pekerjaannya, Jack semakin tidak menyukai John yang di film diceritakan sudah berusia 58 tahun itu. Jack memang tidak pernah memberi tahu apa pekerjaannya pada keluarga.

Buah jatuh tidak jauh dari pohon. Itu yang membuat pertalian Jack dan John sebenarnya tidak terpisahkan, selain fakta bahwa mereka ayah dan anak. John adalah polisi, sementara Jack memilih hidup sebagai agen rahasia untuk biro penyelidik terkenal CIA. Mereka sebenarnya begitu serupa (bagi penggemar sejati Die Hard tentu setuju, bahwa Jai sangat mirip saat Bruce sewaktu muda), tapi dinamika hubungan yang tidak dijaga sebagai sebuah keluarga membuat hubungan keduanya renggang (masih ingat di “Live Free or Die Hard” bagaimana putri John pun mengalami ketidaksukaan yang sama dengan si ayah?).

Pengalaman tidak pernah berbohong. Dengan insting sebagai polisi selama puluhan tahun, John memberikan kontribusi dalam misi sang anak yang sudah hampir gagal. Jack juga harus menerima kenyataan bahwa meski sang ayah sangat blangsakan, ia harus percaya padanya. Misi rahasia yang awalnya jadi tanggung jawab sendiri, akhirnya jadi misi berdua. Liburan John berubah menjadi petualangan berikutnya yang penuh ledakan, skandal politik, kehancuran, dan perempuan cantik yang ternyata berbahaya.

Semakin berbahaya, karena pengejaran Jack sampai ke Chernobyl ternyata berbuntut pada gudang Uranium yang bernilai Miliaran Euro. Itu adalah uang yang sangat banyak. Even the good guy could turn to bad saat berhadapan dengan uang sebanyak itu. Ayah dan anak John dan Jack juga akhirnya harus berhadapan dengan musuh yang juga sama. Politikus dan juga miliuner Rusia yang gila harta tadi. Melihat karakter antagonis berasal dari Rusia sangat klasik. Plot yang selalu muncul di film mana pun yang berbau teroris atau misi rahasia.

Looking for massive destruction on screen? Film ini adalah tempat yang tepat. Bahkan aksi James Bond di “Sky Fall” kurang destruktif bila dibandingkan dengan aksi-aksi laga yang melibatkan puluhan mobil di film ini. Beberapa seri BMW diledakkan tanpa tendeng aling-aling di bagian awal film. Sebuah Ferrari juga jadi korban. Belum lagi puluhan mobil yang dilindas di sequence pengejaran super seru di jalan tol (spoiler!). You don’t want to miss this. Salah satu rentetan kehancuran automotif yang sangat memuaskan, dan membuat kami tidak sabar menunggu “Fast 6.”

This is a fun film. Melihat perjalanan seorang John McClane tidak perlu banyak berpikir. Dia adalah salah satu karakter paling menyenangkan yang pernah diciptakan dalam sejarah layar lebar. He’s an action hero. Kini, ia diikuti si anak laki-laki yang juga sepertinya punya magnet akan hehancuran yang sama. Melihat Jack yang seakan on the right time given the responsibility to continue McClane’s legacy, kami tidak sabar menunggu apakah Die Hard 6 akan jadi dibuat. Rumornya sih akan dibuat. Apakah Bruce Willis kembali beraksi? Sejauh ini Bruce mengatakan ia siap.

dieh

What's On Fimela
Loading