Sukses

Entertainment

Eksklusif, Rahasia Sukses dan Fabulous Kimora Lee Simmons

Next

Kimora Lee Simmons

Kehadiran Kimora di Indonesia nampak murni untuk jalan-jalan. Kami menemui sosok yang pernah menjadi model termuda untuk Chanel itu (12 tahun saat ia bergaya untuk Karl Lagerfeld), setelah ia ternyata sempat berbelanja batik di Plaza Indonesia dan Bin House terlebih dahulu. Kimora mengenakan kerudung dan kain, yang berasal dari batik yang baru ia beli. Bentuk penghargaan yang ia tunjukkan pada negara yang sedang ia kunjungi, karena ia tahu sebagian besar Indonesia sedang berpuasa. Geli sendiri saat ia sering sekali mengucapkan “Ramadhan Karim.”

 

Kimora dan etika bisnisnya

Sebagai perempuan, sukses dengan semua bisnis yang pernah ia jalankan sampai sekarang, tentu kami penasaran apa nilai-nilai yang dipegang Kimora dalam menjalankan bisnisnya. Fyi, sekarang Kimora menjalankan justfab.com, sebuah destinasi belanja yang menyediakan fashion bagi semua kalangan. “Saat menjalankan bisnis, perempuan memerlukan ambisi, determinasi, kepercayaan diri. Tapi juga mampu menyeimbangkan semua keanggunan yang mereka miliki dengan tetap pintar dan serius dalam menjalankan bisnis. Masalahnya, menyeimbangan itu semua memang sulit. Saat kita terlalu independen, kita disebut ambisius atau terlalu banyak mau. Tapi saat kita ingin selalu terlihat anggun, kita malah dicap bodoh,” papar Kimora bercerita kepada kami. “Bahkan untuk bersekolah saja, kadang bagi perempuan juga masih dipersulit. Saya pernah menyaksikannya sendiri. Bagaimana mereka bisa mengejar cita-cita?” tambah Kimora.

“Perempuan ingin selalu terlihat feminin, cantik tapi juga ingin dihormati, dihargai. Semua harus diseimbangkan,” lanjut Kimora. “Dunia ini masih sangat man-driven, untuk menjadi atasan bagi perempuan di jaman sekarang masih banyak tantangannya. Saya pernah berbicara dengan Bill Clinton, sampai Bill Gates dan kami percaya bahwa kepemimpinan perempuan punya keunikan dan keunggulannya sendiri,” papar Kimora, yang membuat kami cukup tercengang. She’s not all about fashion, ternyata.

“Saya selalu dikelilingi laki-laki hebat, saya belajar banyak dari mereka. Begitulah harusnya perempuan mengembangkan diri mereka. Kelilingi dirimu dengan orang-orang bermanfaat, percaya akan nilai-nilai positif, itu akan menular,” pesan Kimora.

Next

 

Kimora Lee Simmons

Kimora dan keluarganya

“Saya lebih merasa sebagai pengusaha, sebenarnya,” cerita Kimora lagi. Ia mengaku bahkan saat hamil ia tetap giat bekerja. Dengan semua perhatian yang ia dapatkan, Kimora bercerita bahwa seluruh dunia pasti pernah melihat dia dalam keadaan sangat kurus, sangat gemuk, hamil besar dan masih harus tetap melakukan banyak hal. “Itulah kelebihan perempuan, yang tidak akan bisa dipahami laki-laki. Sebagian laki-laki bahkan nggak tahu keadaan anaknya sendiri, kalau istrinya nggak laporan, iya kan?,” Well, kami setuju.

“Beberapa keluarga unik, perempuan menjadi Ibu, penghasil nafkah utama sekaligus. Dengan semua bisnis yang saya jalankan, anak-anak yang harus diurus, saya beruntung saya melakukan hal yang saya senangi, yaitu fashion. Itu kunci yang membuat semuanya terasa lebih mudah. Do your passion,” cerita Kimora lagi.

 

 

 

 

 

Next

Kimora Lee Simmons

 

Kimora dan fashion

Berasal dari dunia high fashion, saat ini Kimora menjalankan bisnis fashion yang justru tidak begitu ekslusif. Sangat terjangkau, malahan. “Dengan semua pengalaman saya di dunia high fashion, saya belajar. Fashion itu sebenarnya berputar di tema padu padan high fashion and its counterpart. Bahkan di Indonesia, saya bisa melihat perempuan mengenakan batik sambil membawa tas Hermes-nya. Fashion harusnya berlaku untuk semua kalangan,” jelas Kimora. Dengan fashion yang tidak mahal sekalipun, seseorang harus tetap terlihat menarik , menurut Kimora.

Contohnya sudah terpampang di depan kami sendiri sebenarnya. Kimora saat itu sedang mengenakan jeans, heels dari Valentino, dan kerudung batik berbahan lace dengan detail bordiran yang setema dengan atasan hitamnya. “Fashion itu harusnya terjangkau untuk semua orang, nggak eksklusif. Perasaan mewah itu sebenarnya lebih pada pembawaan, bukan didasarkan atas barang-barang mahal yang dibeli, mungkin, dengan semua uang yang dimiliki,” papar Kimora.

“Dengan background saya yang cukup campur aduk, dulu saya merasa rendah diri karena tidak banyak yang berpenampilan seperti saya di Amerika. Di Paris tidak ada orang yang seperti saya. Hanya saya. Kini, memiliki kemampuan untuk menunjukkan perbedaan dan kecantikan yang unik, itu selalu saya lakukan. Di Indonesia banyak yang seperti saya. Karena itulah, penting bagi saya menjadi bagian yang membuat fashion itu bisa diraih semua orang. Majalah harus bisa menampilkan semua jenis perempuan di halaman mereka.”

Jadi, bagaimanakah seorang perempuan bisa merasa fabulous tentang dirinya sendiri? “Jadilah terkenal dengan melakukan semuanya dalam martabat, rasa hormat, sukses dengan bisnis yang kamu jalani. Jangan rendahkan nilai yang kamu percaya hanya untuk meraih popularitas. It’s a state of mind. Jangan rendahkan diri sendiri dan jangan berikan orang lain kesempatan untuk merendahkanmu. That’s how you become fabulous,” tutup Kimora, mengakhiri perbincangan kami yang singkat.

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Koleksi Imlek Sebastian Gunawan Menyatukan Masa Lampau dan Modern Dalam Sebuah Pakaian
Artikel Selanjutnya
6 Tas Mewah Prilly Latuconsina Lengkapi Penampilannya di Amerika Serikat, Cek Harganya