KAPANLAGI NETWORK
MORE

Fashion Show: Beginilah Gaya Noni-Noni Belanda Berpesta Kebun di Era Modern

Jumat, 10 April 2015 16:30 Oleh: Stanley Dirgapradja

Untuk Senayan City Fashion Nation 2015, Mel Ahyar mengambil inspirasi dari era kolonial, persisnya sebuah acara kumpul-kumpul noni Belanda di taman bunga.

Mewakili Indonesia sebagai salah satu pembuka edisi ke-sembilan acara Fashion Nation 2015, yang diadakan oleh Senayan City, fashion designer kebanggaan Indonesia, Mel Ahyar mundur cukup jauh untuk menemukan inspirasinya. Era kolonial, sebelum Indonesia mendapatkan kemerdekaannya.

Dengan tema “Chintz” yang merupakan bahan dengan dekorasi tehnik cap dari India, Mel Ahyar merekonstruksi acara kumpul-kumpul sore noni-noni Belanda jaman kolonial, menjadi sebuah fashion show yang sophisticated.

Bekerjasama dengan ilustrator Ammy Tawaqal, gaun-gaun pastel Mel Ahyar berhiaskan bunga-bunga, burung-burung, kupu-kupu, dan detail lainya. Hiasan-hiasan ini berakulturasi dengan motif batik era itu, dan dikenal dengan istilah “Chintz” tadi, Fimelova. Hasil akulturasi yang secara lokal dikenal dengan istilah batik Belanda. Hasil akulturasi yang dilatar belakangi cerita, kala itu perempuan-perempuan Belanda terpaksa memakai batik karena bahan-bahan pakaian mereka yang diimpor menjadi berkurang drastis.

Kolaborasi Mel Ahyar dan Ammy Tawaqal menghasilkan koleksi fall winter 2015 yang dihiasi dekorasi cetak serta aplikasi 3 dimensi buatan tangan. Bahan silk duchess dan jacquard mendominasi koleksi ini. Tak heran bila melihat semua struktur, kilau, dan volume yang muncul di runway. Lace yang lembut menjadi antitesis di antara semua material lain. Plus, perhatikan sneakers yang lucu dengan hiasan-hiasan supercute di permukaannya itu.

Photo: Jill Hendrawan

Komentar Anda
Keep going