KAPANLAGI NETWORK
MORE

Fashion Show Bhinneka Tunggal Ika, Bentuk Solidaritas Bangsa

Selasa, 29 November 2016 13:40 Oleh: Monica Dian

Unity Indonesia, acara untuk menyuarakan semangat Bhinneka Tunggal Ika oleh musisi, selebriti, dan desainer fashion tanah air. Didukung pula oleh Indonesia Fashion Chamber (IFC).

Semboyan Indonesia Bhinneka Tunggal Ika tak hanya berlaku pada lingkup sosial saja, tapi juga ranah fashion. Perbedaan pada setiap elemen kehidupan sejatinya merupakan modal untuk menyatukan ikatan persaudaraan yang lebih kuat. Dan untuk mengingatkan kembali cita-cita luhur ini, yang diakui semakin lama semakin mengikis, maka organisasi desainer fashion non-profit Indonesia Fashion Chamber (IFC) menggelar acara Unity Indonesia.

Bertempat di Main Atrium Senayan City, acara yang berlangsung pada 22 – 27 November 2016 ini meliputi talk & discussion, fashion show, photo exhibition oleh Tompi, dan Panggung Solidaritas for Bhinneka Tunggal Ika, dimana para musisi, MC, dan teman-teman dari beragam profesi lain menyuarakan dukungan mereka bagi persatuan bangsa.

IFC sendiri mendukung kegiatan ini dengan menampilkan karya desainer, yaitu Phangsanny dari IFC Chapter Jakarta, Gregorius Vici dari IFC Chapter Semarang, dan Priska Henata dari IFC Chapter Surabaya. Sepuluh desain gaun pengantin elegan dalam bentuk kebaya dan internasional yang didominasi dengan detail lace dan tulle dipamerkan oleh Phangsanny. Sedangkan Gregorius Vici yang fokus pada busana cocktail, gaun malam, dan ready to wear kali itu berekspresi dengan batik tulis untuk mengisahkan kekayaan Indonesia. Lain halnya dengan Priska Henata yang memilih glacier Irlandia sebagai inspirasinya, dengan menambahkan detail drapery seperti gunung es pada koleksi bridalnya yang berwarna dingin.

Koleksi yang beragam dari tiga desainer tersebut, bahkan perbedaan dari segi latar belakang budaya dan pendidikan sang desainer pun membuktikan bahwa perbedaan justru membuat Indonesia semakin kaya. Jadi seharusnya tak ada perpecahan, yang sayangnya sering kita temui pada masyarakat. Saling dukung, saling menghargai, dan saling memahami, itulah yang membuat slogan “berbeda-beda namun satu jua” tetap mengakar kuat di setiap mental individu kita.

Komentar Anda
Keep going