KAPANLAGI NETWORK
MORE

Fashion Week 101: Serba Serbi Fashion Week Disini

Senin, 19 Januari 2015 17:35 Oleh: Stanley Dirgapradja

Fashion week musim Fall - Winter 2015/2016 sudah di depan mata. Sebelum benar-benar dimulai, tahu mengapa event satu ini begitu penting dan meriah?

If you work outside the fashion industry, mungkin tidak akan pernah tahu apa rasanya berada dalam sebuah fashion show. Melihat model berlenggak lenggok memperagakan koleksi terkini dari seorang perancang. Atau duduk di sebelah pesohor yang jadi undangan khusus di show tersebut.  Why a fashion week is so important? Apa yang begitu seru dari ajang satu ini? Is it the labels? The people? Or just the hype of being there?

Fashion Week pertama kali diadakan tahun 1943 (di New York). Berbentuk awal sebagai ‘Press Week' di mana media  (fashion journalist) diundang untuk melihat koleksi desainer-desainer Amerika yang dulu kurang diperdulikan. Pada jamannya majalah fashion di era awal lebih banyak diisi oleh rancangan-rancangan desainer Perancis (termasuk pada majalah Vogue). Acara itu ternyata sukses sehingga kebiasaan itu berlangsung hingga sekarang.

Normally, Fashion Week diadakan setahun dua kali. Tentunya di fashion capitals seperti New York, Paris, London dan Milan. Mengapa Fashion Week diadakan beberapa bulan lebih awal bahkan sebelum ‘Musim' yang bersangkutan sendiri mulai? Karena di saat itulah fashion journalists, buyers, and retailers diberi kesempatan untuk melihat preview koleksi dan melakukan pembelian. Selain Fashion Week di fashion capitals tadi, Fashion Week juga kemudian menyebar di banyak negara di dunia, temasuk Jakarta (yang akan dilaksanakan tidak lama lagi).

Lincoln Center, New York

Koleksi Autumn/Winter untuk perempuan dirilis mulai Februari hingga Maret (dimulai di New York dan disusul negara lain sesuai kesepakatan – biasanya Paris terakhir). Koleksi Spring/Summer untuk perempuan dimulai di New York bulan September dan (biasanya) berakhir di Paris pada bulan Oktober. Koleksi Autumn/Winter untuk laki-laki dimulai di Milan pada bulan Januari. Sementara koleksi Spring/Summer diadakan pada bulan Juni.

Semakin kesini semakin banyak desainer yang merilis koleksi antar waktu. Dengan desain yang lebih ready to wear (komersil) koleksi antar waktu ini biasanya lebih dikenal dengan istilah Resort/Cruise (sebelum Spring/Summer) atau Pre-Fall (sebelum Autumn/Winter).

Beberapa Fashion Week kemudian memiliki genre yang lebih spesifik. Misalnya Miami Fashion Week untuk koleksi swim wear, Pret-a-porter (ready to wear) fashion week, Couture, sampai Bridal Fashion Week.

Sejak tahun 2010, New York Fashion Week diadakan di Lincoln Center di bawah tenda putih besar berukuran raksasa. Dan setelah Februari 2015 ini, Fashion Week tidak akan dilaksanakan di Lincoln Center lagi. Pemerintah New York menganggap tim Fashion Week lumayan banyak merusak lingkungan di lokasi tersebut, dan penduduk setempat menginginkan tempat itu digunakan untuk kepentingan umum.

Sejak tahun 1943 New York Fashion Week telah menjadi sangat besar sehingga menjadi event yang sangat exclusive – invitation only. Tidak perlu bertanya lagi mengapa New York menjadi salah satu pusat shopping terbesar dunia. Mulai dari Bloomingdales, Fifth Avenue, New York has it all.

London juga salah satu fashion capital dan legit fashion week destination yang jadi agenda wajib para fashion editor, buyers and retailers setiap tahunnya. London memiliki Oxford Street, Regent's Street dan King's Road yang penuh dengan label-label kenamaan. Portobello road dan pasar Spitalfield adalah dua titik lain di mana pengunjung bisa menemukan clothing lines yang unik. Jangan lupa bahwa London terkenal dengan warganya yang eksentrik dalam berpakaian.

Why Milan is a legit place to carry out a legit fashion week? Tentunya karena Milan adalah surga belanja di Italia. Milan sendiri adalah kota yang glamor. Paduan gaya klasik tapi cool khas Italia. Piazza Santa Spirito atau kawasan Oltrarnos adalah daerah belanja yang wajib didatangi. Not to mention that Milan is the home to legendary labels such as Ermenegildo Zegna, Giorgio Armani, Dolce & Gabbana, and of course Gucci.

Paris dan fashion bak dua kata yang sebenarnya kembar. Mereka seperti sinonim tak terpisahkan. Paris adalah dame fashion yang selalu menjadi tujuan bagi mereka yang selalu haus akan Parisian sense of fashion. Di mana lagi menikmati fashion week selain di kota paling romantis sedunia ini? It's the most exciting city to enjoy fashion.

Fashion Week menjadi ajang di mana fashion industry bisa memantau trend apa yang sedang banyak dibicarakan dan akan dikenakan (in). Juga trend apa yang sudah ditinggalkan (out). It's kind of interesting to observe the trend. It's the dynamic yang sangat menarik. Menterjemahkan trend bukan soal mudah sehingga selalu menarik melihat apa yang dihadirkan para perancang.

Fashion Week juga menjadi seru dengan deretan tamu yang hadir di front row. Masalah memilih tempat duduk, siapa duduk di sebelah siapa itu juga bukan hal yang mudah. Memerlukan persiapan berbulan-bulan. Belum lagi pada hari H melihat apa yang akan dipakai oleh orang-orang di front row itu. That's another excitement. The parties after each show create another buzz by themselves.

London Collections: Men

Setidaknya dua tahun terakhir, perkembangan menswear yang begitu pesat membuat beberapa kota fashion juga mengagendakan Men's Fashion Week secara reguler. Baru saja usai di London, London Collections: Men, yang beberapa musim terakhir semakin ramai dengan pemerhati menswear. Menyusul Paris dan Milan yang juga melaksanakan Men's Fashion Week mereka. Tentunya untuk fashion brand yang berumah di kota-kota itu.

Some would say that Fashion Week is the longest 20 minutes (for each show) ever, which is arguable. Tapi 20 menit itu pula yang memutar uang jutaan dollar bagi para desainer untuk bisa mempersiapkan koleksi mereka yang berikutnya. Fashion Week adalah perayaan kreativitas berbalut money making yang detailnya susah dimengerti oleh mereka yang ada di luar fashion.

Komentar Anda
Keep going