Sukses

Fashion

Tiap Helai Punya Cerita, Motif Batik Pun Bisa Terinspirasi dari Patah Hati

Jakarta Erica Lisani (designer TIK Prive) & Iwet Ramadhan (founder TIK Prive)

TIK Prive adalah brand yang fokus secara kontemporer dalam mengolah batik. Namun, kemunculan brand ini sendiri secara heroik berasal dari kesadaran Iwet tentang tipisnya kesadaran masyarakat Indonesia tentang batik itu sendiri. Ingin membangkitkan kesadaran orang banyak tentang warisan budaya satu ini, Iwet menggunakan platform fashion untuk berkampanye.

Iwet secara gamblang mengaku bahwa tiap kreasi motif batik yang ia dan timnya ciptakan berasal dari masalah pribadi. Patah hati, cinta yang dalam, dan semua kegalauan yang diolah secara produktif menjadi sebuah karya. Cukup serius, Iwet dan labelnya bekerjasama dengan para pengrajin batik di daerah untuk menciptakan karya-karya batik yang penuh cerita di baliknya.

TIK Prive berawal dari TIK Shirt yang muncul beberapa tahun lalu. Transformasi ini menghasilkan target pasar yang semakin spesifik. Tipe konsumen yang diprediksi sebagai orang Indonesia yang modern, penuh tanggung jawab akan warisan budaya Negerinya sendiri. Cukup berat? mungkin. Tapi, melihat perjalanan pengolahan batik yang sangat rumit - bahkan terpengaruh oleh cuaca, sudah sepantasnya kita menjaga dan melestarikannya.

Mengolah batik, tidak sama seperti mengolah kain lain untuk diubah menjadi pakaian. Proses penciptaan kain, dan motif - menurut Iwet - sebanding dengan menciptakan karya seni. Bahkan, kadar matahari yang berbeda mampu menciptakan kedalaman warna yang bervariasi. Siapa sangka. Simak cerita Iwet Ramadhan selengkapnya tentang brand yang ia bangun tersebut di video eksklusif ini.

Fotografi: Windy Sucipto | Makeup & Hairdo: Bimo | Model: Maggie (Grande)