Sukses

Fashion

FASHION INSIDER: Farah Khan, Diva Dunia Retail Asia Tenggara

Next

fk1

Di Indonesia, banyak sekali desainer yang ‘menetas’ di usia muda. Seakan menjadi fashion designer melebihi profesi dan tanggung jawab sejati, tapi prestise yang mengikutinya lebih penting lagi. Bahkan, setahun dua tahun lulus sekolah desain sudah berani membuat label sendiri. Like, everyone here is competing in making and having the status as fashion designer.

In contrast to that, di semenanjung Malaysia, seorang Farah Khan justru menyandang ‘gelar’ sebagai Creative Director sebuah fashion label terkenal, puluhan tahun setelah sebelumnya malang melintang di dunia retail. Dengan pengalaman di dunia fashion selama 27 tahun, apa yang sudah dilakukan Farah Khan seakan bergema kembali padanya. She is having a life as a business visionary, style icon, hingga akhirnya tahun 2003 lahirlah fashion brand dengan namanya sendiri. Sebuah ‘beban baru’ yang sangat ia nikmati.

Membuka store pertama di Jakarta, tepatnya di Plaza Indonesia, kami berkesempatan untuk berbincang sejenak dengan style icon dan fashion designer yang sangat passionate tentang apa yang ia kerjakan dalam hidupnya. Perempuan yang bergeral Dato’ ini adalah nama yang powerful di Malaysia. Ia adalah President untuk The Melium Group. Sebuah retail company terkemuka yang sudah membawa banyak luxury brand terkenal di Malaysia.

Label FARAH KHAN sendiri sudah membuka toko pertama mereka di Indonesia pada tahun 2011 lalu, surprisingly, justru di Bali. Tahun 2012 lalu, label ini kembali membuka 2 standalone stores di kawasan Beachwalk mall, Kuta-Bali. So, what eventually, brought her to Jakarta?

fkshow2

“Saya juga heran kenapa tidak dari awal kami hadir di Jakarta,” jelas perempuan yang namanya semakin bergaung dalam level internasional itu. Beberapa jam sebelum bertemu dengan kami, seseorang dari Monaco menghubunginya untuk bergabung dalam proyek fashion show untuk event Grand Prix Ball courtesy of Prince Albert. “It’s amazing how the people I have never known before, never knew of, make contact with me, with the label,” ujarnya dengan raut terkesan. “Indonesia adalah bagian hidup saya. Some of my in-laws are Indonesia, Ibu saya sering sekali memasak makanan Indonesia, saya juga punya rumah liburan di Bali,” lanjutnya.”Literally, Indonesia is a part of my life…”

Menurut Farah, Jakarta adalah market yang begitu sophisticated. “Perempuan-perempuan di Jakarta sangat membawa global attitude dalam hidupnya. They love to dress up. One minute I can see them in Los Angeles, other minute they flew to Milan. Kota ini adalah tempat yang tepat untuk membuka store kami.” Melihat demografi perempuan di Jakarta, Farah yakin bahwa kesempatan-kesempatan untuk mengenakan kreasi-kreasinya tidak hanya terbatas di karpet merah. “I know that women here love to dress up for dinner, hanya sebagian orang yang harus berdandan ke red carpet, kan.  You can wear the dresses for dinner, too.”

Farah mengatakan bahwa awalnya ia hanya ingin group retail mereka memiliki in house Fashion Brand. Dia tidak pernah menyangka bahwa label itu justru akan menggunakan namanya. “We want women to have this beautiful embellishment dresses that become staple pieces in their wardrobe,” jelasnya. Dengan nama yang terdengar begitu internasional, Dato’s Farah Khan akhirnya menyetujui namanya digunakan sebagai brand. Which was a very good decision.

Next

 

Melihat dari dekat deretan gaun Farah Khan, susah membayangkan bahwa seorang perempuan akan bisa mengenakannya dengan nyaman. Deretan manik, payet, sampai detail lain yang membutuhkan riset hingga dua tahun agar bisa tersusun dengan rapi hingga jadi gaun yang menakjubkan. But actually it is. Lapisan dalam yang begitu nyaman, nggak akan membuat risih. “Bila ingin mencuci gaun kami nggak perlu dikucek, taruh saja di air yang mengalir dan biarkan kering,” tambah Farah. Tidak dirancang mudah kusut, menurut Farah gaun-gaun FARAH KHAN cukup digulung di dalam tas saat ingin traveling. “Sejak awal kami ingin membuat clothing yang tidak hanya jadi trend di satu season saja.”

showfk

Farah menambahkan bahwa perjalanan dirinya dari mengatur sebuah retail group menjadi pemilik sebuah fashion brand adalah evolusi bisnis. “It’s only a matter of time.” Dunia brand adalah bisnis global di mana semua orang ingin menjadi bagian di dalamnya.

Farah yang awalnya tinggal di Singapura dan sudah memiliki sebuah butik di kawasan Orchard Road yang terkenal, meninggalkan semuanya dan mengikuti suaminya ke Malaysia. Di Malaysia, Farah memulai Le Salon  dengan konsep yang hampir mirip dengan tokonya di Singapura. Farah, dan toko itu, menyediakan brand-brand yang saat itu jarang tersedia bagi para pembeli tanpa harus ke luar negeri.

Setelah Le Salon sukses, Farah bekerjasama dengan Melwani Group dari Singapura dan mengembangkan Melium Grup. Brand-brand pertama yang dibawa masuk adalah Aigner, Hugo Boss, Ermenegildo Zegna, Stuart Weitzman, dan Furla. Tentu saja ada beberapa brand yang ternyata kurang mendapat respon bagus untuk pasar setempat. “Kami berjalan seiring waktu,” ujarnya seperti yang kami kutip dari The Edge Malaysia. Bagaimana memilih brand yang akan menjual? “I will go with brands that have integrity and substance. And the product has to be first class.”

“Meyakinkan orang untuk memahami konsep baru yang ditawarkan bukan pekerjaan mudah,” lanjut perempuan yang mengaku bahwa ia masih sering datang ke Jakarta untuk menghadiri pesta-pesta yang diadakan teman-teman dekatnya. Pernyataan yang sangat dimengerti. Mengingat market biasanya mengincar brand yang sudah biasa mereka dengar. Bukan tugas yang mudah bagi siapapun yang sedang membangun brand baru, menurutnya. Apalagi dengan fakta bahwa belahan dunia yang berbeda juga memiliki tuntutan pasar yang juga tidak sama. “It was not an easy journey. Not even customers, but also to my colleagues to have them to understand and respect our own brand.” Bukan jalan yang mudah, untuk siapapun yang sedang membangun brand.

vhfk

Dengan slogan yang super catchy dan provokatif “FARAH KHAN dresses THE coolest girls on the planet.” Somehow, slogan ini benar adanya. “Tadi malam saya melihat salah satu episod Asia’s Next Top Model, dan para kontestan mengenakan baju-baju kami,” jelas Farah. Ia masih tidak mempercayai apa yang ia lihat, tapi itulah bagian dari membangun brand. “In building your own brand there’s always wonderful surprises. Through this you can have so many connections that just come to you.” Kesempatan global yang menakjubkan dan kita bisa mengendalikannya, tegas Farah lagi.  

Not only the girls from Asia’s Next Top Model, tapi deretan selebriti lain yang rasanya susah diraih oleh banyak desainer asal Asia. The lists are growing. Kimora Lee Simmons, Nina Dobrev, Maria Sharapova, Sarah Hyland, Vanessa Hudgens, Paris Hilton sampai Selena Gomez. Percaya nggak bahwa sebagian selebriti itu justru belum pernah ditemui oleh Farah sendiri?

Salah satu selebriti lokal ternyata juga menggemari gaun-gaun Farah Khan. “Saya bertemu Rossa tanpa sengaja di sebuah acara makan malam, kami berkenalan, dan dia jadi histeris saat tahu bahwa saya adalah Farah Khan.” Ternyata, Rossa pernah mengenakan salah satu rancangan label ini untuk pemotretan cover albumnya.

(insert, Vanessa Hudgens wearing Farah Khan dress)

Next

 

fkfoto

“To be in this business you have to have passion. It’s one of the most difficult business in the world. Very tough. If you don’t have passion, you really can’t last,” jelas perempuan yang menghabiskan masa mudanya dengan mempelajari fashion dan ilmu PR. “I live a global life and I get to build my business in places that I love to be at. Ini adalah hidup yang memang saya inginkan.”

Pernahkah dia merasa lelah selama 27 tahun terakhir membangun bisnis ini?

Farah mengaku bahwa ada hari-hari di mana ia merasa begitu lelah. Namun, tidur malam yang cukup maka hari berikutnya ia selalu siap untuk tantangan yang baru. “It is a life that whilst it has difficulties and challenges, but it’s an addiction. Fashion is addiction. I am lucky it’s fashion, not something else,” kisah perempuan yang ramah ini sambil tertawa.

“Tentu saja desain kami tidak akan memuaskan pelanggan setiap saat, but we know our dresses are collectible items,” jelas Creative Director label FARAH KHAN ini. Ia lah yang menentukan look, theme, detail and the very last decisions. Tapi tentunya, ia dibantu oleh tim desainer muda yang mewujudkan apa yang ia inginkan.

Susah dipercaya bahwa kami hanya menghabiskan waktu 30 menit duduk bersama perempuan yang senang bercerita ini. Begitu banyak yang kami dapatkan, dan tidak sabar untuk bertemu dengannya lagi di lain kesempatan. Melihat pencapaiannya, cintanya pada fashion, mengejar passion definitely is the only way to be in life. Dan satu hal yang kami pelajar juga dari beliau, hargai setiap pertemuan dengan orang baru. Mengembangkan koneksi akan membuka kesempatan-kesempatan baru untuk mengembangkan brand yang sedang kita bangun.

Melium Group fashion show images courtesy of keehuachee.blogspot.com

Loading
Artikel Selanjutnya
FENDI Perkenalkan Tas Baguette 1997 lewat Serial Video The Baguette Walk
Artikel Selanjutnya
Onitsuka Tiger Resmikan Flagship Store Terbesar di Dunia