Sukses

Fashion

Jatuh Cinta Dengan Sepatu Nicholas Kirkwood? Siapkan Uang Banyak

Next

Nicholas Kirkwood

Berkat pihak On Pedder yang menghadirkan Nicholas Kirkwood ke Jakarta dalam rangka pembukaan store mereka yang terbaru setelah renovasi di Plaza Indonesia, kami berkesempatan untuk mengetahui isi kepala dari laki-laki yang sudah banyak membuat perempuan merasa begitu cantik dan sexy mengenakan sepatunya itu. Stiletto satin dengan disco ball mini yang disisipkan di bagian platform atau pumps glossy berbahan PVC dengan squat heel dan detail color blocking hanyalah sebagian kreasi Nicholas yang membuat namesake brand-nya terkenal dalam waktu yang cukup singkat. Editor Vogue Inggris Alexandra Shulman memuji Nicholas dengan mengatakan bahwa ia telah membuat bisnis sepatu yang begitu serius dan berhasil dalam waktu yang cepat. Nggak main-main, juga menjadi salah satu nama paling berpengaruh di antara banyak perancang sepatu.

Next

 

Nicholas Kirkwood

Tentang sepatunya dan pemahamannya akan perempuan

Batasnya adalah dirimu sendiri. Yang penting kamu nyaman memakainya,” jelas Nicholas saat ditanya seberapa batas tinggi hak sepatu untuk perempuan. Tentu saja, semua pemakai heels sangat memperhatikan rasa nyaman saat memilih sepatu. Meski kadang, banyak fashion forward people atau fashionista memilih desain ketimbang rasa nyaman, tapi sepatu Nicholas – dengan semua detail arsitektural dan siluetnya yang fierce – kabarnya tetap nyaman dipakai meski kamu harus beraktivitas dalam rentang waktu cukup panjang (berjam-jam, misalnya).  Lorraine Candy, Editor-in-Chief Elle Inggris bahkan mengaku ia pernah mengejar bis saat mengenakan sepatu Nicholas. Arguable, tapi Nicholas sepertinya memang cukup memahami calon pengguna sepatunya.

Ia membuat koleksi mid-height heels yang sangat diminati perempuan berumur dan ingin tetap terlihat stylish. “Saya ingin sepatu saya appealing untuk perempuan usia berapapun,” jelasnya. Nicholas mengaku, membuat mid-height heels itu adalah salah satu tantangan tersulit bagi perancang sepatu. Hal lain apa yang dilakukannya untuk mencoba memahami susahnya mengenakan heels? Nicholas ternyata pernah mencoba beberapa sepatunya.”Memang, ternyata nggak semudah itu,” celotehnya. Selain itu, sepatu Nicholas juga ternyata sudah mulai memberikan kesempatan bagi para pelanggannya untuk menciptakan made to order shoes. “Saya beberapa kali mendesain sepatu wedding untuk teman-teman saya, dan kami juga menerima custom made order, as long as it's expensive enough...haha! Misalnya terbuat dari kulit eksotis atau dilapisi taburan kristal. Karena hanya akan dibuat sepasang, maka tidak masuk akal kalau yang dibuat hanya sepasang sepatu suede polos misalnya.,” tambah Nicholas lagi.

Next

 

Sepatu-sepatu Nicholas Kirkwood

Tentang ciri khas desain, kompetisi dengan brand lain dan proses kreatif

“Menurut saya bagus sekali setiap brand punya ciri khas dan look masing-masing yang ingin ditonjolkan. Sepatu rancangan saya bukan hanya ingin berkembang sebagai sebuah brand. Saya ingin menghadirkan feel yang otentik. Sesuatu perasaan khas yang dirasakan setiap orang yang memakai sepatu buatan saya,” papar Nicholas. Lalu dengan semua kompetisi itu, inovasi apa yang akan dilakukan Nicholas? Selain mulai merambah koleksi sepatu laki-laki yang baru saja ia luncurkan di awal tahun ini? “Pasti saya akan mempersiapkan kreasi-kreasi baru, semua harus di waktu yang tepat. Dan harus ada kegunaannya juga,” lanjutnya. “Saya terus bereksperimen dengan teknik pembuatan, menemukan bentuk-bentuk baru dan memang ingin menciptakan sesuatu yang memang bisa dipakai. Bukan sesuatu yang baru dan belum pernah ada, namun nilai fungsionalnya nggak ada.”

Karena sekarang kami juga sudah membuat koleksi untuk laki-laki, tidak jarang pendekatan yang digunakan untuk membuat masing-masing koleksi bertemu di titik tengah,” jelas Nicholas tentang proses kreatifnya. “Sepatu laki-laki cenderung mempertahankan bentuk klasik, namun kadang saya juga mencoba terapkan teknik pembuatan sepatu perempuan pada koleksi untuk laki-laki,” tambahnya. Pendekatan teknik juga berubah lagi saat berhadapan dengan proyek kolaborasi. Nicholas sudah bekerjasama dengan brand seperti Fendi dan Rodarte, membuat sepatu bagi runway show mereka. “Proses kreatif dalam sebuah kolaborasi menjadi begitu lama, karena kadang harus membuat sepatu yang nggak akan saya buat (bahkan) untuk koleksi sendiri.”

"Saya merasa sekarang industri kreatif sedang kekurangan inovasi, the feel of discovery. Saya juga masih mengalami aneka masalah saat ingin mewujudkan kreatifitas saya. Seringkali ada desain yang terlalu mahal untuk diproduksi, atau teknologi yang ada belum memungkinkan untuk memproduksi desain tersebut secara masal," cerita Nicholas kemudian.

Next

 

Nicholas Kirkwood

Tentang filosofinya dalam membuat sepatu dan pasar Asia baginya

“Sesuatu yang modern itu nggak harus dingin, kaku tanpa ekspresi,” jelas Nicholas tentang nilai yang ia pegang dalam menciptakan sepatu-sepatunya. Itu juga yang membuat kita paham saat melihat sepatu Nicholas. Kita tahu sepatunya sangat modern, penuh detail, penuh warna dan di saat bersamaan juga sangat feminin. ”Saya ingin membuat sepatu yang kental nilai kekinian, tapi mampu menjadi standar ‘modern’ untuk waktu yang panjang,” sambungnya lagi.

Barangkali modernitas yang juga membawanya ke Jakarta, bertemu dengan perempuan-perempuan Jakarta yang menjadi penggemarnya. Ia adalah idola dalam wujud lain. Bukan penyanyi, bukan aktor, tapi perancang sepatu. “Saya senang bisa datang kemari dan melihat bagaimana tuntutan dan perilaku pasar secara langsung. Asia adalah pasar yang terus menggeliat selama 10 tahun terakhir. Membuat semua orang sadar bahwa ini adalah pasar yang penting. Sepatu buatan saya bukan hanya untuk orang London saja,” candanya menutup bincang-bincang kami sore itu.

Loading
Artikel Selanjutnya
5 Kehebatan Perempuan yang Terbiasa Menjadi Tulang Punggung Keluarga
Artikel Selanjutnya
FENDI Perkenalkan Tas Baguette 1997 lewat Serial Video The Baguette Walk