Sukses

Fashion

WHO'S WHO: Isabel Marant, Desainer Fashion Paling Laris Ditiru!

Next

Isabel Marant

Nampaknya, merasa kesusahan menemukan pakaian yang cocok untuk dikenakan lalu membuat pakaian sendiri adalah awal mula sebagian orang terjun ke dunia fashion. Itu pula yang terjadi pada Isabel Marant. Di tahun 1982, saat ia meminta mesin jahit pada Ayahnya yang seorang fotografer. Dengan mesin jahit itu, Isabel membuat baju-bajunya sendiri. Baju-baju yang kemudian juga diminati teman-temannya dan menjadi penghasilan bagi Isabel muda.

Kenangan-kenangan perjalanan saat masih anak-anak tentu istimewa bagi semua orang. Memori-memori masa kecil yang begitu kuat, biasanya melekat hingga dewasa. Kenangan-kenangan Isabel kecil saat melakukan perjalanan ke Afrika, Asia, India sampai kepulauan Karibia berpengaruh kuat pada rancangan-rancangannya kemudian.

Di usia 19 tahun, saat penghasilannya menjual baju-baju buatan sendiri ternyata sangat lumayan, Isabel meninggalkan keinginannya untuk belajar ilmu ekonomi. Ia malah masuk sekolah fashion bergengsi Bercot di Paris di tahun 1985. Di tahun 1989, Isabel meluncurkan koleksi aksesori pertamanya. Setelah sebelumnya sempat magang pada desainern Prancis kawakan Michael Klein dan membantu sebagai asisten di proyek-proyek yang melibatkan brand-brand seperti Yohji Yamamoto dan Chloe.

Tumbuh sebagai perempuan yang tomboy, rancangan Isabel pun menunjukkan kiblat ke arah itu. Koleksi-koleksinya kemudian digemari perempuan-perempuan muda yang senang dressing up, tapi tidak mau terlihat terlalu rapi. Pengamatan yang kuat akan peluang bisnis membuatnya menemukan celah di antara keinginan para perempuan muda Paris yang mengikuti fashion trend, tapi memiliki budget yang terbatas. Pakaian-pakaian Isabel tidak pernah menyombongkan diri lewat warna-warna terang, sering malah muncul dengan efek washed yang muram. Jarang pula terlihat terlalu sleek dan rapi, malah beberapa muncul dengan detail kerut dan nampak sudah lama dipakai. Kebiasaan Isabel untuk merombak basic items tetap mengekspresikan feminitas yang kuat dan menunjukkan estetika fashion khas Paris.

Next

 

Isabel Marant

Isabel tidak main-main dalam melakukan ekspansi fashion business. Setelah mendirikan label sendiri di tahun 1994, Isabel membuat label I*M yang kemudian didistribusikan di Jepang (1998). Ia memenangkan Award de la Mode (Designer of The Year) dua tahun setelah merilis label pribadinya. Tahun 1999, ia meluncurkan defusion line-nya Etoile yang fokus kepada jeans dan Tee shirts. Di tahun 2000, koleksi Etoile merambah desain lingerie. Tahun 2004, Isabel meluncurkan koleksi childrenswear. Setahun setelah anak laki-lakinya, Tal, lahir. Tahun 2010, Isabel membuka toko yang pertama di New York, di daerah SoHo.

Tahun 2011 adalah tahun yang penting bagi karier Isabel. Ia meluncurkan wedges - sneaker yang begitu mendunia itu. Bahkan beberapa perempuan menganggap sepatu itu adalah obat bagi kecanduan mereka akan heels, namun menghindari memakai heels yang cenderung nggak nyaman. Meski beberapa brand sudah merilis rancangan yang kurang lebih mirip, tapi wedges - sneaker Isabel lah yang membuat para fashionista terbukakan matanya. Some brands even loosely copied Isabel's super popular wedges - sneakers, Marc Jacobs to Zara.

Dikenakan oleh banyak selebriti dan fashionista (Alexa Chung, Kate Moss dan Siena Miller, di antaranya), tahun ini Isabel mengumumkan kolaborasinya bersama high street label H&M. kolaborasi itu menandakan satu dekade H&M melakukan kolaborasi bersama desainer-desainer papan atas. Kali ini mereka memutuskan untuk menghembuskan napas Prancis di koleksi terbaru, lewat kerjasama bersama Isabel. Rilis media mengatakan koleksi kolaborasi H&M dan Isabel Marant itu akan mencakup aksesori dan clothings. Tidak begitu memperhatikan apa yang kamu pakai, tapi tetap terlihat sexy – estetika Paris yang dipahami betul oleh Isabel dan yang akan ia buat untuk H&M.

Pihak H&M sendiri memuji kemampuan Isabel untuk menghadirkan ethnic detail di tiap rancangannya, gaya yang sangat effortless tapi begitu urban contemporary. Kerjasama ini, menurut Vogue, kemungkinan akan jadi kolaborasi H&M dan guest designer yang paling terkenal.

Loading
Artikel Selanjutnya
Pandangan Baru akan Subjektivitas Menjadi Konsep dari Gucci di Milan Fashion Week
Artikel Selanjutnya
Gaun Bernuansa Biru Mendominasi Emmy Awards 2019