Sukses

Fashion

Para Desainer Dibalik Lensa, Mario Testino Jadi Desainer Fashion

Next

Karl Lagerfeld

Saat kita melihat fashion campaign yang beredar di majalah, baik itu cetak maupun online, jarang tentu yang memperhatikan bahwa foto-foto itu bisa saja diambil oleh sang desainer sendiri. Memang banyak fotografer fashion di luar sana. Mereka membuat foto-foto untuk promosi dari banyak fashion house terkenal. Tapi dengan kemampuan visualisasi yang tentu tidak kalah dari fotografer fashion sendiri, beberapa desainer pindah ke belakang kamera dan justru berhasil membuat foto-foto promosi yang begitu khas. Foto-foto khas yang begitu identik dengan kekuatan label itu sendiri.

Thierry Mugler dan Karl Lagerfeld adalah beberapa desainer fashion atau creative director yang paling awal memotret sendiri untuk promosi label yang mereka pimpin. Karl memulai sejarahnya menjadi ‘fotografer’ untuk Chanel dan Fendi sejak tahun 1987. Dimulai dengan unik, Karl tidak puas dengan hasil foto dari 3 orang fotografer yang sudah disewa Chanel. Ia pun membuat foto-foto itu sendiri. Sesuai dengan visual yang ia harapkan. Semua itu berlangsung hingga saat ini. Dan foto-foto Karl akhirnya tidak berhenti untuk campaign dari label-label yang ia tangani. Ia juga terkadang diminta untuk membuat foto bagi editorial untuk majalah-majalah terkenal, seperti V atau Harper’s Bazaar. Seakan menjadi desainer fashion terkenal saja kurang cukup.

“Itu menjadi kebiasaan, dan akhirnya menjadi divisi industri tersendiri. Mengambil gambar-gambar itu membuka visi saya. Kebiasaan yang sangat sehat untuk sisi kreatif,” jelas Karl untuk majalah W beberapa waktu lalu.

Next

 

Dolce and Gabbana

‘Kebiasaan’ ini tentu menjamur di antara desainer dan creative director lain. Dolce and Gabbana barangkali menjadi yang paling baru bergabung dengan evolusi ini. Domenico Dolce melakukan debutnya menjadi fotografer fashion untuk promosi koleksi Spring Summer 2013 Dolce and Gabbana tahun lalu (sementara Gabbana menjadi art director untuk pemotretan yang dibintangi oleh Monica Bellucci itu). Keduanya berencana untuk melanjutkan proses kreatif seperti ini. Dengan jasa  fotografer fashion terkenal yang kadang menghabiskan jutaan Dollar, tentu ini jadi penghematan biaya tersendiri. Tapi bagi Dolce, kesempatan untuk memotret sendiri memberikannya momen khusus untuk mengingat kembali cerita-cerita di balik kelahiran pakaian-pakaian yang ia rancang bersama Stefano.”Bukan masalah penghematan uangnya,” Dolce menekankan.

Desainer Reed Krakoff yang juga memotret sendiri foto-foto promosi untuk labelnya mengatakan, ada cara baru memandang fotografi fashion saat yang melakukannya adalah si perancang sendiri.  

Dua desainer lain yang juga terkenal dengan kreasi visual bidikan sendiri tentu adalah Tom Ford dan Hedi Slimane. Tom Ford juga memotret sendiri foto-foto promosi untuk koleksi Spring Summer 2013 labelnya. Kecintaannya pada karya visual dan keinginannya melakukan eksplorasi sinematik, membuatnya sempat menghilang dari dunia fashion untuk membuat A Single Man. Film perdana besutannya yang mendapat nominasi Oscar di tahun 2010. Menuntaskan semua keraguan awal yang memperkirakan bahwa film itu ‘hanya’ akan jadi iklan.

Next

 

Asociacion Mario Testino

Hedi Slimane menjadi salah satu yang paling terkenal di generasinya. Saat mengambil alih posisi Creative Director untuk Saint Laurent, ia benar-benar menerapkan visinya bagi label itu. Hedi memotret semua foto promosi Saint Laurent, baik itu yang menampilkan model maupun beberapa musisi yang mendominasi campaign foto hitam putih buatannya. Hedi di titik ini adalah satu-satunya desainer yang melakukan cross over di berbagai genre seni dan membuat namanya semakin terkenal. Meski personality-nya tidak begitu disukai para kritikus, tapi harus diakui Hedi mampu membawa Saint Laurent ke level artistik yang lebih sleek dan sophisticated. Partially, karena foto-foto yang ia buat. Situs Saint Laurent bahkan secara teratur menampilkan foto-foto buatan Hedi.

On the side note, fotografer fashion terkenal Mario Testino baru saja bekerjasama dengan seorang desainer bernama Vicky Beamon. Mario yang sudah memotret Kate Moss puluhan kali itu – ratusan barangkali – merilis capsule collection yang terinspirasi dari budaya Peru (Negara asal Mario). Meski kreasi itu lebih pada promosi budaya yang sifatnya non-profit, Mate aka Asociacion Mario Testino (nama koleksi itu) menampilkan fashion item dengan print yang sangat kuat. Print yang berasal dari foto-foto buatan Mario sendiri. Koleksi itu menampilkan kaftan, tee shirt, tas, sampai kalung. Koleksi itu kini tersedia di Net-A-Porter.

Desainer dan fotografer tentu mempunyai jangkauan visual masing-masing yang menjadi ciri khas mereka. Semua orang bisa menjadi fotografer fashion atau desainer fashion, tapi melihat masing-masing bakat itu melakukan cross over ke bidang yang sebenarnya tidak pernah mereka sentuh tentu membuktikan kapasitas kreatif tersendiri. Belum ada profesi yang terancam, karena bagaimanapun ini hanya masalah interpretasi kreatif yang ingin diwujudkan. Beauty is indeed, in the eye of the beholder.

;
Loading