Sukses

Fashion

Who’s Who: Jenny Packham, Desainer Favorit Kate Middleton

Next

Jenny Packham

Pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton beberapa tahun lalu membuat nama Sarah Burton jadi lebih akrab di banyak telinga. Gaun-gaun pernikahan yang merupakan tiruan dari gaun yang dikenakan Kate Middleton laris di pasaran. Gaun itu bak jadi salah satu pencapaian karier tertinggi, selama Sarah merancang untuk Alexander McQueen. Itulah pertama kalinya dunia mengenal istilah Kate effect.

Kini, nasib serupa dialami Jenny Packham. Untuk kemunculan pertama kali di publik setelah melahirkan, sambil memperkenalkan bayinya, Kate mengenakan sebuah custom-made dress dari Jenny Packham. A sheath dress berwarna baby blue dengan taburan polkadot putih, slim belt serta Empire waist yang lembut. Banyak yang menganggap itu melengkapi lingkaran kelahiran di kerajaan Inggris.

Berpuluh tahun lalu, saat William pertama kali diperkenalkan ke publik, Putri Diana juga mengenakan gaun bermotif polkadot (beda warna saja). Dan di hari kemunculan Kate yang pertama itu, situs resmi Jenny Packham sempat tidak aktif karena traffic yang melonjak. Kate effect nampaknya membuat orang menyerbu situs dan ingin mendapatkan baju yang sama. Sayangnya, baju itu tidak dibuat lagi. Alias memang hanya dibuat untuk Kate seorang.

Next

 

Kate Middleton royal baby dress

Selain Alexander McQueen, Jenny Packham mungkin adalah desainer kedua yang jadi favorit Kate. Ia beberapa kali terlihat mengenakan rancangan desainer yang terkenal dengan koleksi bridal dan evening dress-nya itu.

Kemunculan Kate di Royal Albert Hall untuk sebuah konser mengenakan gaun dari desainer itu bahkan menjadi tampilan terpilih, yang membuat Kate menjadi sosok berbusana terbaik di dunia menurut Vanity Fair tahun lalu (tahun ini Kate ‘hanya’ berada di posisi dua). Kate barangkali adalah muse paling terkenal untuk Jenny dan labelnya. Kate sering sekali terlihat mengenakan daywear sampai gaun glamornya di banyak kesempatan.

Dunia nampaknya baru menyadari eksistensi Jenny setelah kelahiran Pangeran George Alexander. Tapi kiprah desainer yang baru merayakan 25 tahun kariernya itu sebenarnya sudahlah sangat panjang. And quite an impressive list, too. Read on.

Desainer yang rancangannya sudah dipakai banyak selebriti Hollywood itu, di antaranya Keira Knightley, Beyonce, Cameron Diaz, Jennifer Anniston, Angelina Jolie,  sampai Rihanna, adalah lulusan dari Central St Martins College of Art yang prestisius. Lulus dari kampus bergengsi itu Jenny memulai label dengan namanya sendiri di tahun 1988. Mulai tahun 2003, Jenny menjadi penghuni reguler daftar fashion week mulai Milan sampai New York. Di New York sendiri, koleksinya muncul di setiap season.

Next

 

Kate Middleton in Jenny Packham

Ia kemudian bergabung dengan Debenhams di tahun 2012 lalu, meluncurkan koleksi high street pertamanya. Koleksi yang terdiri atas pakaian perempuan dan anak-anak. Melengkapi rancangannya yang sebelumnya juga sudah ditambah dengan lingerie, bridal, aksesori, serta ready-to-wear.

Jenny berteman dekat dengan stylist serial Sex and The City, Patricia Field. Jenny membantu Patricia menyiapkan wardrobe untuk karakter Samantha di serial itu (termasuk untuk 2 film  layar lebarnya). Kedekatan keduanya, membuat Patricia menjadi stylist untuk show label Jenny Packham, koleksi autumn/winter 2007-2008 di Milan.

 

 

Track record Jenny untuk mendandani bintang-bintang di layar film tidak hanya di situ. Desainnya bisa terlihat di serial Gossip Girl, The Devil Wears Prada, Casino Royale, Die Another Day (keduanya film James Bond), sampai Emma Watson di Harry Potter. Membuatnya menjadi desainer yang mendapat pengakuan secara stylistic baik itu di layar televisi sampai film-film sekelas penghargaan Oscar.

Desain Jenny selalu lekat dengan styling tradisional, bertemu print kontemporer dan kombinasi warna terang. Sesuatu yang ia pertahankan dari tahun ke tahun. Bahkan pada koleksi-koleksinya yang harganya cukup terjangkau. Kesukaan Jenny pada material yang mewah dan warna terang mengingkatkan pada Christian Lacroix serta vintage Dior.

Kesuksesan labelnya di Amerika dikarenakan ia mampu melihat kebutuhan pasar. Yang mana kebutuhan akan evening wear dan koleksi bridal yang tinggi belum cukup terpenuhi di segmen menengah. Di sebuah wawancara, Jenny mengaku labelnya mampu bertahan sampai usia perak karena mereka memilih fokus pada niche design. Sesuatu yang tidak atau jarang dibuat orang atau desainer lainnya. Belum lagi label ‘Desire’ miliknya, yang sudah mendandani ribuan pengantin-pengantin di seluruh dunia setiap tahun. Koleksi bridal yang fokus pada cutting, detail, bentuk, dan glamor meski tidak terlihat extravagant. Gaun-gaun pengantin yang cukup ‘sederhana’ namun mampu meningkatkan penampilan si pemakai. Ia suka membuat gaun pengantin karena hal itu memberinya tempat di sejarah hidup seseorang, cerita Jenny untuk The Telegraph. Sweet, isn’t it?

Dari sekian banyak selebriti yang sudah mengenakan rancangannya, ternyata Jenny masih berambisi untuk mendandani satu aktris papan atas. Cate Blanchett. Dan itu belum kesampaian.

Loading
Artikel Selanjutnya
Manisnya Floral Dress Kate Middleton
Artikel Selanjutnya
Fimela Fest 2019: Kate Middleton Ternyata Pernah Jadi Korban Beauty Bullying Ketika Remaja