Sukses

Fashion

Trend Fashion Cantik dan Grunge dari Simone Rocha

Next

Simone Rocha

Kemenangan desainer fashion kelahiran Irlandia ini sebagai Emerging Womenswear  Designer di British Fashion Awards lalu, seakan menggenapkan popularitasnya yang makin bersinar dalam waktu yang singkat sejak membuat label pribadi atas namanya. Perempuan muda yang rancangan dan labelnya semakin banyak dibicarakan orang-orang.

Lulusan Central Saint Martins ini menampilkan siluet klasik dalam rancangan-rancangannya, cenderung nampak lugu, namun dengan detail mengejutkan yang membuat orang-orang terkesima. Bahkan belum berusia 30 tahun, desainer muda ini sudah menjadi salah satu agenda wajib London Fashion Week selama 4 musim terakhir. Meski banyak yang menghubungkan kesuksesannya yang begitu cepat dengan sang Ayah, justru ia mengembangkan brand pribadinya itu dengan bantuan sang Ibu – nama beliau Odette - (Ibu yang memberinya banyak inspirasi dalam hal seni – termasuk pertama kali memberi Simone buku fotografi Terry Richardson).

Estetika klasik yang dipadukan dengan kepribadiannya yang muda, lalu diramu lagi dengan kecintaan dan rasa hormatnya pada pengaruh budaya yang mengalir dalam darahnya (China dan Irlandia), kurang lebih menentukan koleksi-koleksi desainer yang sudah berhasil memiliki tempat di Dover Street Market yang prestisius di London. Mengaku bahwa desainnya ditujukan pada perempuan manapun yang menyukai keindahan dan feminitas, Simone gemar menunjukkan sisi lain dari pribadinya yang menyukai hal-hal bernapaskan pemberontakan. Begitu lembut tapi punya sentuhan grunge. Bayangkan saja itu.

Next

Simone Rocha

“Saya selalu memadukan material-material klasik dengan sesuatu yang baru, bermain dan memanipulasi bahan, menunjukkan sisi lain garmen yang mungkin sebelumnya tidak diperhatikan,” jelas Simone untuk sebuah wawancara di portal thegatheringireland.com. Seperti saat ia menggunakan bordiran khas Inggris (broderie anglaise) yang begitu vintage untuk koleksi-koleksinya.

Lulus dari jurusan fine art sudah pasti memberi pengaruh kuat pada kebanyakan rancangannya. Sering menyebut seniman Louise Bourgeois sebagai inspirasinya, dari situ pula Simone memiliki ide untuk menggunakan material lace di koleksi spring summer 2012-nya. Lace kemudian semakin sering terlihat dalam koleksi-koleksinya (disusul leather). “Lace adalah bahan yang sangat tradisional sebenarnya, setidaknya untuk saya. Saya ingin menjadikannya modern. Menggabungkannya dengan tulle, di tee shirt, lalu menghadirkannya lagi di rok, gaun-gaun dengan PVC,” paparan yang cukup menjelaskan betapa eksentriknya rancangan-rancangannya.

Penggemar Balenciaga dan pemuja Nicolas Ghesquiere ini selalu menarik inspirasi dari sekelilingnya. Saat sedang dalam proses kreatif untuk menciptakan koleksi baru, ujarnya di sebuah wawancara, ia tidak perlu melihat jauh. Sang Ibu (yang kabarnya punya personal style seru), sampai stylist dan asisten-asistennya  di workshop adalah figur-figur yang selalu ia bayangkan sebagai tipe perempuan yang akan memakai baju-baju yang ia buat.

Next

Simone Rocha

Melihat apa yang sudah Simone lakukan di kariernya yang masih begitu muda sebagai desainer fashion, kenyataannya pekerjaan satu itu adalah full time job yang sangat menuntut bakat tersendiri. Terlihat begitu mudah dan effortless dari luarnya, tapi sebenarnya begitu rumit.  Begitulah  kami melihat rancangan-rancangannya.  Termasuk salah satu signature piece-nya, yaitu brogue shoes dengan sol berbahan perspex transparan, yang dengan cepat menjadi incaran para fashionista. Cantik, tapi di saat yang sama juga sophisticated.

Meski memiliki nama belakang yang begitu berpengaruh dari sang Ayah, sebenarnya beliau hanya berpengaruh di tingkatan memberinya bakat untuk memulai minat yang dalam pada desain fashion itu sendiri. Simone sudah mulai serius membuat rajutan sejak umur 14 tahun. Di usia 16 tahun ia sudah membantu ayahnya mempersiapkan show, bahkan membuat pola dari rancangan-rancangannya.

Dan sebenarnya memang, proses kreatif Simone tidak pernah lepas dari keluarganya dan apapun yang bernuansa ‘kenangan.’ Koleksi spring summer 2014-nya terinspirasi dari salah satu gaun yang dikenakan tamu di pernikahan sepupunya di Irlandia. Koleksi Autum Winter’13-nya terinspirasi dari sang nenek yang tinggal di Hong Kong dan tidak bisa berbahasa Inggris sama sekali. Adik laki-lakinya adalah seorang DJ dan produser musik yang selalu menyediakan musik untuk tiap runway show-nya.  Musik-musik yang selalu membangkitkan kenangan akan Irlandia. Nepotisme yang tidak buruk.

Loading