Sukses

Fashion

Ingin Jadi Fashion Editor? Simak Kisah Sukses Perempuan Ini

eva chen, fashion editor, anna wintour

Jakarta Dalam seri artikel "Yes, You Can Make It in Fashion" yang diterbitkan oleh HuffPost Style online, Eva Chen berbagi mengenai perjalanan kariernya sejak awal sampai sekarang duduk sebagai Editor in Chief untuk majalah Lucky. Kabarnya, penempatan Eva Chen di Lucky dipilih langsung oleh Anna Wintour.

Eva selalu mengetahui bahwa ia ingin menulis, tapi ia justru memulai semuanya dari sekolah kedokteran. Bahkan, ia sempat menjalani karier sebagai pengacara. Bagaimana ia bisa terjun di dunia fashion, khususnya penerbitan?

Seseorang nggak begitu perlu sekolah di jurusan fashion untuk bisa jadi fashion editor, cerita Eva pada Huffington Post. Semua diawali dengan proses magang yang dijalani Eva saat ia kelelahan menjalani kuliah kedokterannya. Ia memutuskan untuk mengambil libur musim panasnya dan mengirim surat lamaran magang ke banyak tempat (agensi iklan, production house, termasuk MTV). Ia kemudian diterima di majalah Harper�s Bazaar.

Setelah magang itu berakhir, Eva sempat bekerja beberapa hari di sebuah firma hukum. Dan segera menyadari bahwa ia nggak cocok di sana. Eva tahu betul bahwa ia senang menulis. Dan akhirnya kembali ke dunia yang ia rasa lebih cocok untuknya. Tentu, Eva bisa sampai di posisi seperti sekarang setelah melewati 10 tahun menjadi editor dan banyak membaca serta menulis.

Pengalaman, menurut Eva, adalah cara terbaik untuk bisa menemukan sudut pandang yang matang saat kita harus menulis atau diminta berpendapat tentang sesuatu. Dalam hal ini, pengalaman maksudnya adalah banyak membaca dan menulis. Sepuluh tahun menulis dan melakukan text editing dirasakan Eva telah membentuk siapa dirinya sekarang, dan ia mampu menyuarakan pendapatnya, juga karena hal itu (Eva tercatat pernah bekerja untuk Teen Vogue selama 7 tahun. Sempat pula menjadi assistant beauty editor di Elle).

Meski mengawali karier editor-nya di bidang kecantikan, dunia Eva sebagai editor selalu bersinggungan dengan bidang fashion itu. Saat di Elle, Eva pernah membantu pemotretan sebagai stylist. So, fashion just comes naturally for her. Dan sebenarnya untuk siapapun yang bekerja di majalah.

Belajar dari pengalaman Eva, tentu masing-masing dari kita bisa bercermin. Bila kamu sedang membaca artikel ini sekarang, dan menyukai fashion serta gemar menulis, mungkin kamu adalah seorang fashion editor di masa datang. Mungkin kita akan saling menyapa beberapa tahun lagi.

*Seperti yang dikisahkan Eva Chen pada Huffington Post Style Online

Loading