Sukses

Fashion

Fashion Designer Sapto Djojokartiko Pilih Perempuan Cantik dan Berkarakter

sapto djojokartiko, fashion designer

Jakarta Laki-laki kelahiran Solo ini beruntung memiliki nama yang kemudian identik dengan karya-karyanya sebagai fashion designer. Ia juga beruntung memiliki karier yang terus dengan dinamis berkelanjutan, dengan cetak biru yang jelas. Cetak biru yang sudah dipahami penggemar karya-karyanya. Bagi Sapto, begitu ia biasa dipanggil, tantangan tak pernah berhenti muncul.

�Semua fashion designer pasti tahu betapa sulitnya untuk membuat koleksi ready to wear yang berhasil, diterima, atau setidaknya sejalan dengan �sistem� yang ada,� papar laki-laki lulusan ESMOD ini. Sistem yang dimaksud adalah segala tuntutan pasar, distribusi, sampai usaha untuk meyakinkan konsumen tentang kualitas produk (baju yang ia buat). Itu respon Sapto, saat kami berbicara tentang tantangan yang ia hadapi sekarang.

�Ready to wear adalah koleksi yang dibuat dengan sistem, ada penghitungan matematisnya. Koleksi-koleksi yang butuh waktu panjang untuk dipahami. Bertahan dua musim saja nggak cukup untuk mendapatkan konsumen yang setia. It�s very tricky,� cerita Sapto lagi.  Sapto menambahkan, dengan tipe bisnis yang sama, saat international buyers berhadapan dengan brand dari Thailand atau Indonesia, mereka pasti akan memilih yang pertama. �Mereka lebih inovatif dan itu jadi tantangan buat kita di sini. Standar kesuksesan kita harus terus dinaikkan. Apalagi, menjelang Pasar Bebas Asean 2015,� tambahnya lagi.

sapto djojokartiko, fashion designer

Kata �sukses� atau �pencapaian�, bagi seorang Sapto adalah sebuah kata yang dinamis, bukan suatu titik akhir. �Banyak yang mengapresiasi baik rancangan-rancangan saya, tapi kalau yang beli sedikit kan, apalah gunanya apresiasi itu.� Diapresiasi dengan baik dan orang bisa membeli baju rancangannya tanpa pikir panjang, itu kurang lebih jadi definisi sukses menurutnya.

Saat ini, Sapto sedang menyiapkan koleksi Spring 2015 yang ia tunjukkan sedikit lewat sebuah blue print berupa ratusan halaman penuh detail teknis. Bukan sekadar mood board yang dipindahkan ke buku, tapi sudah termasuk sketsa, tipe model yang sesuai untuk koleksi ini, sampai penghitungan secara keuangan dari tiap baju yang dibuat. Kurang lebih seperti buku panduan yang membahas koleksi terbaru Sapto dengan sangat teknik juga terperinci. Langkah yang mulai ia lakukan setelah mengikuti beberapa workshop. �Saat kita bertemu dengan buyers dari luar, mekanisme seperti ini akan sangat membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.� Di sinilah terlihat seorang fashion designer akhirnya juga berperan sebagai pengusaha.

�Tuntutan pasar itu berbeda-beda. Nggak jarang, kita harus menekan hasrat untuk membuat sesuatu yang benar-benar bagus karena membuat yang berkualitas tinggi sekalipun tapi nggak ada yang beli juga pointless,� jelas Sapto. Karena itu, intepretasi ide untuk menjadi produk yang menjual adalah proses penting. Kini, dengan positioning karier yang sudah mantap, Sapto memiliki tim pendukung yang menemaninya brainstorming. Untuk menemukan titik tengah kreativitas dan sisi bisnis.

sapto djojokartiko, fashion designer

Sapto mengaku mengidolakan mendiang Alexander McQueen dalam urusan intepretasi ide. Buatnya, teknik bisa dipelajari. Kemampuan menerjemahkan sebuah ide, inspirasi menjadi sebuah koleksi yang unik justru yang lebih utama. �Memahami cara interpretasi ide bisa mencegah seorang fashion designer membuat karya yang mirip dengan orang lain,� lanjut Sapto.

Tentu Sapto melewati jalan yang begitu panjang, hingga akhirnya bisa di titik seperti sekarang. Dari Solo ia hijrah ke Jakarta untuk �mencari tahu� bagaimana caranya membuat pakaian. Saat ia sadar bahwa sekolah fashion saja tidak cukup, Sapto mulai bekerja untuk beberapa fashion designer lain. Mencari ilmu. Membuat show bersama beberapa pusat perbelanjaan, produk tertentu, sampai membuat show ekstravaganza di cafe-cafe yang terkenal masa itu.

Sudah 7 tahun sejak label pribadi Sapto Djojokartiko berdiri dan jadi bagian industri ini di Tanah Air. Ia sudah mendandani begitu banyak perempuan terkenal. Di antaranya Dian Sastro yang gemar memakai gaun rancangannya. �Dian adalah teman dekat, yang sejak awal mendukung saya untuk memulai label pribadi ini,� cerita Sapto. Termasuk memperkenalkan Sapto pada teman-teman yang kemudian jadi client. 

Sapto juga sudah bekerjasama dengan penyanyi super stylish Andien, bahkan jauh saat penyanyi mungil itu masih �mengadu nasib� di kompetisi bakat Asia Bagus di tahun 90-an (Sapto yang membuat gaun untuk Andien di Asia Bagus).  �Saya suka perempuan yang cantik, pintar, berkarakter, dan bisa mengenakan baju saya sesuai tuntutan baju itu. Kalau dia terkenal, itu hanya bonus,� tutup Sapto.

    

Loading
Artikel Selanjutnya
Menyambut Akhir Tahun dengan Koleksi Manis dari Sapto Djojokartiko
Artikel Selanjutnya
Bukan Gaya, Andien Prioritaskan Kenyamanan untuk Pakaian Anak