Sukses

Fashion

Balmain, Fashion Brand Legendaris dengan Kemewahan ala Prancis

balmain 1
balmain, fall winter 2014, fashion week, runway
Label Balmain didirikan oleh Pierre Balmain di Paris, pada tahun 1945, setelah perang berakhir di Eropa. Koleksi pertama atelier Balmain era itu memiliki siluet ‘new look’ yang mengingatkan kita pada Dior. Nggak heran karena Pierre Balmain berteman dengan Christian Dior di awal karier keduanya. Keduanya hampir memutuskan untuk bekerjasama. Meski akhirnya memutuskan bahwa mereka tidak sejalan.
 
Setelah Perang Dunia II, nama besar Balmain mulai menjelajah Eropa sampai ke Amerika. Ia pun mulai mendandani  banyak bintang-bintang terkenal masa itu. Ketersediaan bahan, setelah masa perang di mana semua dijatah – termasuk kain untuk membuat pakaian – membuat banyak desainer kala itu akhirnya membuat gaun-gaun yang begitu glamor. Balmain fashion house pelan-pelan menentukan posisinya mulai saat itu. Termasuk menjadi salah satu yang pertama mengawali populernya haute couture di Eropa. Pierre Balmain percaya bahwa gaun-gaun haute couture harus dibuat dengan sangat terperinci, memiliki mood yang santai namun sangat elegan, tetap mewah meski sudah dipakai selama bertahun-tahun.
 
Balmain masuk dataran Amerika tahun 1951 dan kemudian ternyata sempat bekerja sama dengan Singapore Airlines untuk merancang seragam para pramugari yang terinspirasi dari kain sarung dan kebaya Indonesia. Era 60-an hingga 80-an menjadi tahun-tahun yang sibuk bagi Balmain. Ia bekerja di belakang layar untuk mempersiapkan kostum para bintang di pementasan broadway dan film-film Hollywood.
Balmain, eddie campbell, spring 2014
balmain 2
 
Setelah kematian Pierre Balmain di tahun 1982, fashion house itu diteruskan oleh tangan kanannya Erik Mortensen. Di tangan Erik, rumah mode ini berkembang pesat. Setelah itu, Balmain mengalami pasang surut dan hampir benar-benar tenggelam, sampai akhirnya Oscar De La Renta bergabung menjadi head designer. Bergabungnya De La Renta benar-benar jodoh sepadan untuk Balmain. Oscar berhasil membawa kembali kultur bintang sebagai klien setia Balmain, dan menyempurnakan estetika chic serta elegan khas label tersebut.
 
Sampai 10 tahun pertama di era 2000-an, Balmain sudah dipegang oleh 3 head designer yang masing-masing memiliki ciri tersendiri. Saat Christophe Decarnin bergabung sebagai head designer, ia membuat Balmain makin terkenal di antara berkembangnya budaya pop. Termasuk menjadi sangat populer di antara media-media cetak.
 
Sampai akhir 2010, label ini melewati mood yang begitu dinamis dalam koleksi-koleksinya. Mulai dari estetika boho yang glamor untuk koleksi Spring Summer 2008, sampai tema hard rock yang bernuansa punk namun super glamor di paruh akhir. Tema ini kemudian bertahan cukup lama, bahkan hingga sekarang. Balmain setia pada power shoulders, embellishment yang mewah pada jaket-jaket bertema retro, dan tema-tema Baroque yang di-twist sedemikian rupa.
balmain, kim kardashian, kendall jenner
balmain, fashion designer, olivier rousteing
 
Olivier Rousteing bergabung di tahun 2011 menggantikan Decarnin dan mendapat respon yang bagus untuk koleksi pertamanya. Ia dianggap memiliki ‘star power’ yang sama dengan pendahulunya. Ia membuat Balmain semakin digemari selebriti papan atas Hollywood dan selalu menghadirkan styling-styling yang keren, yang dengan cepat ditiru banyak high street fashion brands. Kim Kardashian dan Kendall Jenner adalah ‘rekrutan’ terbaru Rousteing, yang tentu saja menambah ekspos yang dibutuhkan agar label ini semakin dikenal dunia. Rousteing membawa mood 90-an, rock and roll, punk, dan military ke dalam kanvas kreasinya.
 
Elemen-elemen yang tangguh, begitu dinamis, dan berjiwa muda adalah yang terlihat dari Balmain saat ini. So current, so different, and why not?  Rilisan-rilisan Balmain menjadi sophisticated dalam paparan yang berbeda.
Loading
Artikel Selanjutnya
Kim Kardashian Masuk Jajaran Miliarder Dunia
Artikel Selanjutnya
Berpose dengan Menggendong Ayam, Cek Harga Dress Kendall Jenner