Sukses

Fashion

Exclusive: Delapan Menit dengan Sarah Kate Watson-Baik, Host “K-Style”

Next

sarah kate watson-baik

Pengaruh sosial media memang begitu besar beberapa tahun terakhir. Event Jakarta Fashion Week 2015 yang baru usai mengundang begitu banyak individu dalam industri ini untuk meliputnya. Salah satu yang ikut terlihat hadir di Jakarta selama JFW beberapa waktu adalah Sarah Kate Watson-Baik. Sarah dikenal lewat program televisi “K-Style” yang populer di Amerika dan saluran televisi berlangganan, yang bisa diikuti di televisi maupun YouTube.

Tampil empat hari dari 7 hari pelaksanaan Jakarta Fashion Week 2015, terlihat Sarah disambut baik oleh fans-fansnya di Jakarta. Perempuan dengan pembawaan ceria setiap saat itupun berkesempatan bertemu dengan beberapa fashion designer Tanah Air seperti Toton dan Sapto Djojokartiko. Dari empat hari itu, di antara deretan show yang padat, ternyata kami hanya punya 8 menit untuk benar-benar berbicara berdua dan menggali sudut pandang dari Sarah.

“Saya berkesempatan berkeliling Asia selama beberapa bulan terakhir dan senang dengan apa yang saya lihat. Banyak fashion designer dan label yang bagus berasal dari Asia, dan saya yakin harga rancangan mereka akan jadi sangat mahal bila dijual di Eropa. Saya lebih senang menginvestasikan uang saya pada brand-brand Asia ini,” papar Sarah setelah berkeliling Filipina, Kuala Lumpur, Indonesia, dan tentu saja Korea.

“Masyarakat di Korea benar-benar menghargai budaya mereka sendiri. Di bisnis musik, misalnya. Orang-orang Korea tidak begitu mendengarkan musik top 40 sehingga mereka lebih bisa menghargai musisi-musisi lokal. Di fashion juga seperti itu. Bisnis fashion bekerja sama dengan bisnis hiburan. Misalnya, menggunakan seorang selebriti untuk memakai gaun rancangan seorang fashion designer, menaruh mereka di front row saat fashion week dan hadir di acara-acara lainnya,” papar Sarah saat kami bertanya, bagaimana industri fashion di Korea bisa berkembang begitu pesat.

Next

sarah kate watson-baik

“Ada korelasi yang bagus antara model, bintang pop, selebriti, fashion designer, dan jaringan televisi. Mereka saling mendukung sehingga semua industri maju bersama-sama. Ini termasuk pada urusan menggunakan model-model lokal saat fashion week setempat, ketimbang menggunakan model-model asing. Begitu harusnya cara mendukung industri yang terkait,” lanjut Sarah.

Menurut Sarah, orang Korea (Selatan), barangkali adalah salah satu tipe manusia yang paling santai di dunia. Orang Korea tidak begitu mengenal gaya glamor yang berlebihan, kebanyakan tampil ringkas, bahkan memilih warna hitam atau denim untuk hadir di pesta pernikahan. “Bahkan, styling di majalah fashion di Korea sekarang juga banyak dilirik dunia. Dulu mereka berpikir styling seperti itu aneh, namun saat ini justru jadi trend setter,” lanjut perempuan yang siap membawakan musim ketiga program K-Style itu.

Brand-brand fashion dari Korea Selatan yang jadi favorit Sarah, antara lain Lie Sang Bong (untuk gaun-gaun sutra yang elegan, dengan desain kontemporer yang mewah. Menyatukan kultur Korea Selatan untuk sesuatu yang bisa dikonsumsi pasar global), Push Button (brand muda yang begitu populer), dan J Koo (mereka punya kreasi-kreasi yang fun).

Loading
Artikel Selanjutnya
Bersiaplah, Ini Tren Fashion Musim Mendatang Menurut Anna Wintour
Artikel Selanjutnya
Modest Fashion Founders Fund 2019, Ajang Bekraf Dukung Desainer Muda