Sukses

Fashion

Rekam Jejak 25 Tahun Karier Fashion Designer Didi Budiardjo, Wajib Dikunjungi Fashionista

Jakarta Fashion designer yang memamerkan karya-karyanya, bukan dalam bentuk presentasi atau pun runway show, di Indonesia belum sampai sebanyak jumlah jari sebelah tangan. Jadi saat Didi Budiardjo mengumpulkan karya-karyanya selama 25 tahun terakhir (1989 hingga 2015), lalu menyatukannya dalam sebuah fashion exhibition bertema “Pilgrimage” semua orang rasanya wajib datang.

Dari temanya sendiri cukup jelas apa isi pameran fashion yang berlangsung di Museum Tekstil itu. Kurang lebih 70 set gaun (mencakup 300 benda) ditata ke dalam ruangan-ruangan terpisah – tiap ruangan semacam dimampatkan dengan kenangan-kenangan yang terkoordinasi sesuai warna dan jenis gaun.

Dimulai dari bagian ‘The Atelier’ yang merupakan sudut yang menjelaskan awal berkembangnya sebuah ide rancang. Terlihat jelas dari sketsa, foto-foto, buku-buku yang menjadi mood board. Sampai ruang ‘The Gleaming Lights’ yang menjadi satu-satunya objek pameran bergerak dari keseluruhan benda pameran (terdiri atas 3 gaun, salah satunya diambil dari koleksi Liebestraum (tahun 2009) – dengan detail bordir kaca serta kristal) – yang ditembak dengan sinar sorot. Terbayang begitu magisnya.

Dibuka untuk umum sampai tanggal 25 Januari 2015 nanti, pameran fashion yang dibuka oleh Ibu Veronica Tan Tjahaja Purnama ini menjadi kesempatan yang begitu bagus untuk mengapresiasi bakat-bakat anak bangsa – terutama dalam bidang fashion. Menjadi waktu yang sesuai untuk mengamati perkembangan kreatifitas salah satu bakat besar dunia fashion Tanah Air selama 25 tahun ia berkarya. And it’s obviously witnessed, betapa penuh imajinasi dan melankolisnya seorang Didi Budiardjo dari karya-karyanya.

Mengapresiasi sahabat-sahabat serta sosok-sosok yang sudah mendukung kariernya selama ini, fashion designer yang identik dengan gaun malam serta gaun-gaun indah untuk pernikahan (made to order) itu mengikutsertakan koleksi dari Susan Budihardjo, Adrian Gan, Eddy Betty, dan Sebastian Gunawan dalam pameran ini. Beberapa benda kenangan dari Pieter Sie, Iwan Tirta, dan Muara Bagdja juga menjadi aksen penuh memori, yang bisa ditemukan dalam pameran.

It’s a breakthrough dan cukup sophisticated untuk sebuah langkah awal. Publik memerlukan lebih banyak pameran seperti ini. A must visit untuk siapapun.

*foto: eksklusif

Hospital Playlist 2 Raih Rating Tinggi di Episode Perdana
Loading
Artikel Selanjutnya
Tips Merawat Baju Batik agar Awet dan Warnanya Terjaga
Artikel Selanjutnya
Apresiasi Chopard untuk Pelaku Industri Film, 74 Kreasi Haute Joaillerie Dirangkum dengan Model Pertama Bertajuk Paradise