Sukses

Fashion

New York Fashion Week: Coach Fall Winter 2015/2016

Jakarta Pindah dari brand leather asal Spanyol ke brand yang identik dengan gaya Amerika yang khas, membuat Stuart Vevers memerah otak. Dan hasil dari kerja keras itu bisa dilihat dua musim terakhir. Di mana Coach dengan cepat mampu menempelkan kata sifat-kata sifat baru, bagi publik yang mencoba menggambarkan esensi brand tersebut.

Kini cukup bisa dipahami, bahwa wajah Coach yang baru ini semacam menggabungkan tradisi West (Amerika), dengan identitas urban yang keren. Misalnya, memasangkan jaket kulit yang cukup identik dengan cowboy bersama A-line mini skirt lalu melengkapinya dengan sepatu boots yang cukup edgy. Dan deretan sepatu boots Coach belum pernah mengecewakan dua musim terakhir. Ada sedikit heels (dalam warna gold yang keren, atau hitam dengan panel gold).

Untuk koleksi fall winter 2015, Coach menawarkan lebih banyak variasi jaket kulit tadi (sebagian dengan aksen bulu domba di bagian leher – akrab dikenal dengan istilah shearling), sweatshirt dengan motif yang mengingatkan pada bendera Amerika, jaket kulit dengan patch dan pin-pin yang diperkirakan akan laris dengan cepat.

Tidak banyak bawahan berupa celana yang ditawarkan koleksi ini. But, no worries, semua rok hadir dalam warna hitam dan memiliki detail hampir mirip rok anak sekolah. Hanya lebih keren. Bisa di-mix and match dengan apapun. Bandana hitam dengan print serta sling bag yang chic dengan tulisan “Lucky” cukup mencuri perhatian. Rasanya akan segera diserbu oleh pencari signature items yang mungkin jadi ‘It bag’ musim depan.

foto: style.com

Loading