Sukses

Fashion

Fashion Show: Beginilah Gaya Noni-Noni Belanda Berpesta Kebun di Era Modern

Jakarta Mewakili Indonesia sebagai salah satu pembuka edisi ke-sembilan acara Fashion Nation 2015, yang diadakan oleh Senayan City, fashion designer kebanggaan Indonesia, Mel Ahyar mundur cukup jauh untuk menemukan inspirasinya. Era kolonial, sebelum Indonesia mendapatkan kemerdekaannya.

Dengan tema “Chintz” yang merupakan bahan dengan dekorasi tehnik cap dari India, Mel Ahyar merekonstruksi acara kumpul-kumpul sore noni-noni Belanda jaman kolonial, menjadi sebuah fashion show yang sophisticated.

Bekerjasama dengan ilustrator Ammy Tawaqal, gaun-gaun pastel Mel Ahyar berhiaskan bunga-bunga, burung-burung, kupu-kupu, dan detail lainya. Hiasan-hiasan ini berakulturasi dengan motif batik era itu, dan dikenal dengan istilah “Chintz” tadi, Fimelova. Hasil akulturasi yang secara lokal dikenal dengan istilah batik Belanda. Hasil akulturasi yang dilatar belakangi cerita, kala itu perempuan-perempuan Belanda terpaksa memakai batik karena bahan-bahan pakaian mereka yang diimpor menjadi berkurang drastis.

Kolaborasi Mel Ahyar dan Ammy Tawaqal menghasilkan koleksi fall winter 2015 yang dihiasi dekorasi cetak serta aplikasi 3 dimensi buatan tangan. Bahan silk duchess dan jacquard mendominasi koleksi ini. Tak heran bila melihat semua struktur, kilau, dan volume yang muncul di runway. Lace yang lembut menjadi antitesis di antara semua material lain. Plus, perhatikan sneakers yang lucu dengan hiasan-hiasan supercute di permukaannya itu.

Photo: Jill Hendrawan

Artikel Selanjutnya
Paris Fashion Week: Begini Gaya Perempuan yang Chic Hangout di Resto Mewah
Artikel Selanjutnya
Paris Fashion Week: Akhirnya, Koleksi Christian Dior yang Komersial dari Raf Simons