Sukses

Fashion

Adam Lippes, Belajar dari De La Renta dan Jadikan Karpet Sebagai Inspirasi

Jakarta Adam Lippes, Pre-fall 2015

Brand fashion yang berasal dari nama Sang Desainer ini adalah salah satu brand baru favorit kami. The funny thing, Adam Lippes sebenarnya sudah membuat koleksi sejak tahun 2004, lalu apa yang terjadi? Karena brand Adam Lippes sendiri baru berusia 2 tahun. Ada cerita apa di baliknya?

Adam Lippes mengambil studi psikologi semasa kuliah, dan sempat tinggal di Paris setahun di mana ia kembali dipertemukan dengan fashion. Yang membuat hasrat untuk menjadi fashion designer kembali mengusiknya. Ia kemudian bekerja untuk Ralph Lauren, lalu bergabung sebagai salah satu staf di Oscar de la Renta. Dengan nyali besar, sementara ia hanya staf biasa, Lippes mengajak bicara mendiang de la Renta di tengah makan siang. The rest is history.

Di tahun 2003, Lippes membuat koleksi pertamanya di bawah label ADAM + EVE yang saat itu masih berkutat di segmen kontemporer, sementara ia masih bekerja untuk de la Renta. Dan Sang Desainer juga menjadi investor pertama labelnya itu. Di tahun 2006, Lippes begitu sukses hingga ia bisa membuat runway show di tahun 2007.

Long story short, kesuksesannya membuat beberapa grup ingin mengakuisisi labelnya. Tidak sejalan dengan grup Kellwood yang membeli labelnya, Lippes keluar dari brand yang menggunakan namanya tersebut. Dibantu tim yang baru (termasuk keluarganya sendiri), Lippes membeli kembali hak atas namanya, dan meluncurkan brand baru Adam Lippes di tahun 2013 lalu. Kelahiran kembali ini dibarengi dengan kepercayaan Lippes yang besar untuk pindah dari lingkup brand kontemporer menjadi designer brand dengan harga yang sangat prestisius (2000-an US Dollar untuk sebuah coat berbahan cashmere, misalnya).

Adam Lippes, Fall 2015

Kini, brand tersebut berkompetisi di ranah luxury brand, belum besar, belum punya toko sendiri, namun sudah digemari banyak perempuan yang menyukai rancangan-rancangan Lippes (termasuk aktris Kerry Washington). Bayangkan inspirasi gaya urban, minimalis, cenderung bersih, namun dengan aksen-aksen American sportswear kontemporer – juga eklektik – yang secara dominan terinspirasi dari benda-benda interior yang tak jarang justru berasal dari rumah Lippes sendiri di New York (ia juga sering mengadakan presentasi koleksinya di townhouse-nya itu).

Misalnya saja, koleksi fall 2015-nya yang terinspirasi dari lampu di rumahnya. Atau, koleksi spring 2015-nya yang terinspirasi dari kesukaannya akan motif-motif karpet bergaya Maroko. Looking at his spring to fall 2015 collections, kami bisa mengatakan bahwa Lippes akan segera bisa menggelar runway show kembali di tengah agenda fashion week. Tapi, ia selalu memilih untuk tetap berada di rumah dan menggelar presentasi koleksinya di sana dalam suasana yang intim. Lippes sendiri mengaku, ia justru menemukan banyak inspirasi berkarya saat sedang di dalam rumah.

And for those of you who already fall for his designs, tak perlu mencari jauh-jauh ke New York (atau menunggu belajaanmu datang dari Net-A-Porter) di Jakarta kamu bisa menemukannya di Jade, Senayan City.

Adam Lippes, Spring 2015

Loading
Artikel Selanjutnya
Talenta Muda Berbakat Tanah Air Beraksi di Runway Fashion Show