Sukses

Fashion

Who’s Who: Rahasia Adwin Saputra Mengelola Model-Model Papan Atas Indonesia

Jakarta Kami beruntung bisa berbincang akrab dengan laki-laki Taurus satu ini. Kabarnya, ia bukan pribadi yang senang difoto bahkan diajak berbicara mengenai pekerjaannya. Jadi, saat ia mengiyakan ajakan kami, kami tak pikir panjang. Kesempatan emas yang jarang, apalagi di tengah momen di mana Wynn Models sedang melaju pesat, meski baru berdiri 2,5 tahun terakhir.

Kesan pertama kami, laki-laki kelahiran Bandung ini cukup hesitant. Masih sedikit enggan untuk bercerita banyak. Namun ternyata bincang-bincang kami jadi berlangsung cukup panjang, 30 menit yang berharga bagi siapapun yang mungkin ingin tahu bagaimana Adwin mengolah dan mengatur model-modelnya. Dan mungkin juga ingin tahu bagaimana Wynn Models ini bisa terbentuk pada awalnya.

“Saya sudah bekerja di 2 company berbeda sebelumnya, tapi kemudian saya memutuskan keluar. Saat itulah beberapa model yang dekat dengan saya menawarkan untuk memulai agensi baru, di mana mereka bisa bergabung. Mereka sedikit mengancam, kalau saya pindah ke tempat baru mereka nggak akan ikut saya,” jelas Adwin.

Wynn adalah agensi milik bersama

“Basically, Wynn adalah agensi bersama. Ini kemurahan Tuhan karena agensi ini semacam diberikan oleh anak-anak (para model Wynn) untuk saya. Mereka yang mengajak saya untuk membuat agensi, mereka yang membuat desain composite card, desain web site, bahkan memberikan beberapa pilihan nama agensi,” lanjut Adwin yang memulai Wynn Models dengan 11 model saja. Wynn sendiri berarti kumpulan perempuan, atau dewi (fairies). Beberapa model awal yang ‘memaksa’ Adwin mendirikan agensi itu antara lain Marcella Tanaya, Juanita, dan Prinka Cassy.

Mengesampingkan drama yang terjadi saat membuat Wynn bersama model-modelnya, Adwin mensyukuri perkembangan cepat yang dialami oleh agensinya saat ini. “Saya sempat sendirian mengatur semuanya selama setahun. Baru di tahun kedua tim bertambah. Saat ini ada 4 booker, dan 21 model lokal (termasuk model laki-laki yang jumlahnya juga bertambah), sementara model luar berganti setiap 3 bulan.

Memiliki latar belakang pendidikan di manajemen, Adwin awalnya hanya iseng bergabung dengan agensi dan mengurus model seperti sekarang. Sampai akhirnya ia kurang lebih ia sudah 10 tahun menekuni bisnis ini. Meski menjadi naungan banyak wajah-wajah sukses di runway maupun editorial, Adwin selalu bersikap rendah hati bila dianggap sudah sukses lewat keberadaan Wynn.

“Saya berusaha menata semuanya secara personal. Pertama, mereka adalah adik-adik saya, kedua mereka adalah sahabat, ketiga mereka adalah partner kerja,” papar Adwin. Tiap model mendapat perlakuan dan pendekatan yang berbeda agar memiliki kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk tampil sebagai model.

“Ada model kita (Wynn) yang bergabung saat kepercayaan dirinya sangat rendah, nggak tahu bagaimana jalan yang nyaman dengan sepatu hak, punya masalah dengan kulit karena obat pelangsing berbahaya, sampai yang merasa nggak cantik. Bahkan bila ada yang kelewat kurus pun, saya akan pastikan mereka menambah porsi makan agar punya bentuk dan berat badan yang ideal. Apalagi model-model yang masih belasan tahun dan tubuhnya masih bisa berubah. Nggak semua model itu memulai kariernya dengan kepercayaan diri yang besar,” papar Adwin.

Ingin para modelnya berkarier sukses di Luar Negeri

Untuk masa depan agensi dan model-model yang bekerja bersamanya, Adwin mengaku akan mendorong asuhan-asuhannya itu untuk lebih berani mencoba berkarier di Luar Negeri. “Mereka sangat berpotensial, tapi masih sering merasa terlalu nyaman dengan atmosfir bekerja di dalam negeri. Semacam jago kandang. Saya ingin membuat mereka supaya nggak manja lagi. I have to push them. Saya rasa mereka sadar bahwa sudah harus melangkah lebih jauh dari yang sekarang,” cerita Adwin lagi. “Kita sudah menolak beberapa kontrak di Luar Negeri, bahkan New York, hanya karena mereka merasa belum siap.”

Lalu, bagaimana tolak ukur model yang sukses? “Model-model itu harus pernah tampil di sampul majalah, memiliki karier yang stabil. Masing-masing harus memasang target dalam karier mereka. Harus sudah jalan untuk designer-designer besar, misalnya, atau jadi muse bagi designer tertentu,” papar Adwin lagi. Dan berbicara sukses, model-model di Wynn saat ini sedang jadi favorit banyak media. Mulai dari runway, cover, sampai editorial, Wynn menyebar wajah-wajah terkenal miliknya dengan dominan tanpa terlihat ambisius.

“Itu hasil kerja keras mereka sendiri,” Adwin tetap berusaha rendah hati. Deretan wajah sukses Wynn bisa ditemukan dengan mudah. Selain Marcella Tanaya, Prinka, ada Jessie Setiono, Reti Ragil, Ayu Fa, Aya Bernadette, Advina Ratih, Dianna Lo, hingga Widika Sidmore yang paling dicari saat ini.

Bagaimana Adwin melakukan scouting bagi wajah-wajah baru? “Sama seperti orang yang sedang pendekatan untuk pacaran. Saya perlu tahu latar belakangnya, keluarganyanya. Selain wajah yang unik, model potensial ini juga harus punya sikap yang baik. Kalau saya merasa mereka memiliki faktor itu, saya akan memperjuangkan mereka untuk bisa bergabung dengan Wynn. Yang paling penting, mereka punya kepercayaan diri yang dibutuhkan sebagai mode,” tambah Adwin lagi.

Percaya atau tidak, Marcella Tanaya ditemukan oleh Adwin saat sedang berjalan di mall Pondok Indah dan masih berseragam SMU. Kini, Marcella adalah salah satu model Wynn yang paling sukses dan, sedikit info dari Adwin juga, siap memulai babak baru kariernya di New York. Nama agensinya masih kami rahasiakan.

Formula mempertahankan kesuksesan bisnisnya

Adwin mengaku ia terus belajar setiap hari agar agensinya berkembang dengan dinamis. Memperhatikan trend model yang sedang populer di Eropa, yang sering jadi kiblat dunia fashion, salah satunya. Ia juga selalu menerapkan transparansi soal keuangan pada para model-modelnya. Agensi terkenal di luar yang jadi panutannya adalah IMG.

Ingin bergabung dengan Wynn? Kalau kamu perempuan wajib bertinggi badan minimal 172cm, kalau kamu laki-laki kamu harus bertinggi badan paling tidak 185cm. Nggak perlalu terlalu kurus, yang jelas nggak kelebihan berat badan. Kamu pun bisa mengirimkan lamaran dalam rupa e-mail untuk bergabung dengan Wynn. Adwin mengaku ia dan timnya sudah mulai menerima bentuk lamaran-lamaran seperti itu.

Rahasia lain Adwin dalam melakukan pekerjaannya? “Model-model ini adalah produk dari agensi modelling. Karena itu memperlakukannya dan merawarnya ya harus sewajarnya manusia. Mereka bukan barang retail, yang bila rusak mungkin bisa diganti dengan mudah,” tutup Adwin.

image: Windy Sucipto, Sasha Alexandra

Loading
Artikel Selanjutnya
4 Cara Sukses dalam Berbisnis Kuliner
Artikel Selanjutnya
Begini Cara Mengembangkan Bisnis Digital Lewat Platform Influencer